Musim liburan sering identik dengan kebahagiaan, keluarga, dan makanan lezat. Namun, di balik itu, data medis menunjukkan fenomena yang tidak menyenangkan bahwa ada peningkatan kasus serangan jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular selama periode liburan akhir tahun. Faktor budaya, lingkungan, dan kebiasaan tertentu tampaknya berdampak pada kesehatan jantung.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal kardiologi serta statistik dari organisasi seperti American Heart Association mencatat bahwa hari-hari seperti Natal dan Tahun Baru memiliki angka kematian akibat serangan jantung yang lebih tinggi dibanding rata-rata tahunan. Fenomena ini bukan satu studi tunggal. Beberapa analisis historis lintas negara pun memberi gambaran serupa.
Para ahli kesehatan mulai memperhatikan pola ini bukan karena sekadar kebetulan, tetapi karena beragam faktor liburan. Mulai dari perubahan gaya hidup hingga temperatur lingkungan, itu semua bisa secara kumulatif meningkatkan beban kerja jantung. Memahami apa yang terjadi dapat membantu kita merencanakan liburan dengan lebih aman.
Berikut ini beberapa faktor terkait liburan yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
