Campak seolah memainkan dua wajah pada beberapa tahun terakhir. Vaksin telah menyelamatkan hampir 59 juta nyawa sejak tahun 2000, dan angka kematian global turun hingga 88 persen. Namun, pada saat yang sama, jumlah kasus justru melesat di banyak wilayah dunia.
Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tinjauan epidemiologi global dalam Weekly Epidemiological Record (WER) yang terbit pada 28 November 2025 menggambarkan kondisi yang lebih rumit dibanding sekadar “turun” atau “naik”.
Pada tahun 2024, diperkirakan 95.000 orang meninggal akibat campak, mayoritas balita. Meski angka tersebut salah satu yang terendah dalam dua dekade terakhir, tetapi WHO menegaskan bahwa kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin murah dan efektif ini tetap tidak dapat diterima.
Di sisi lain, dunia mencatat sekitar 11 juta infeksi campak, naik hampir 800.000 kasus dibanding masa pra pandemi. Virus campak kembali memanfaatkan celah akibat penurunan cakupan vaksin, layanan imunisasi yang terganggu, serta ketimpangan akses di wilayah rawan konflik.
