Menjelang waktu berbuka, tubuh berada dalam kondisi fisiologis yang sangat berbeda dibanding pada pagi hari. Setelah belasan jam tanpa asupan cairan dan makanan, tubuh bekerja keras mempertahankan keseimbangan cairan, kadar gula darah, dan tekanan darah.
Menyegerakan berbuka adalah anjuran. Dari sudut pandang medis, kebiasaan ini juga ada dasar ilmiahnya. Berbagai penelitian dan panduan organisasi kesehatan internasional menunjukkan bahwa menunda asupan cairan dan makanan setelah periode puasa panjang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan penyakit kronis.
