Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Nafsu Makan Berkurang Saat Cuaca Panas?
ilustrasi orang merasa kepanasan (freepik.com/stockking)
  • Tubuh mengurangi rasa lapar saat cuaca panas untuk mencegah peningkatan suhu akibat proses pencernaan yang menghasilkan panas tambahan.
  • Suhu tinggi menurunkan kadar hormon ghrelin dan meningkatkan sinyal kenyang, membuat orang cenderung memilih makanan ringan dan segar.
  • Dehidrasi serta perubahan aktivitas harian di musim panas dapat menekan nafsu makan, namun kondisi ini umumnya bersifat sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa cepat kenyang atau bahkan malas makan saat cuaca sedang panas-panasnya? Ternyata kondisi ini umum terjadi. Banyak orang menyadari bahwa saat musim kemarau atau ketika suhu udara meningkat, keinginan untuk makan makanan berat menurun.

Tubuh memang punya cara tersendiri untuk beradaptasi dengan suhu lingkungan yang panas, termasuk dengan mengurangi rasa lapar. Namun, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh? Menarik untuk disimak!

1. Tubuh berusaha mencegah suhu menjadi terlalu panas

Setiap kali makan, tubuh membutuhkan energi untuk mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan mengolahnya menjadi sumber energi. Proses ini menghasilkan panas tambahan yang dikenal sebagai thermic effect of food atau efek panas dari pencernaan makanan.

Saat cuaca sedang panas, tubuh sebenarnya sudah bekerja ekstra untuk menjaga suhu tetap stabil melalui mekanisme seperti berkeringat dan meningkatkan aliran darah ke kulit. Karena itu, otak cenderung mengurangi sinyal lapar agar tubuh tidak perlu menghasilkan panas tambahan dari proses pencernaan. 

2. Cuaca panas dapat memengaruhi hormon lapar

Nafsu makan dipengaruhi oleh berbagai hormon yang bekerja di dalam tubuh. Salah satu hormon penting adalah grelin, yaitu hormon yang bertugas memberi sinyal lapar kepada otak. Suhu yang lebih tinggi dapat menurunkan kadar grelin sekaligus meningkatkan sinyal kenyang di otak.

Akibatnya, seseorang cenderung merasa kenyang lebih cepat atau tidak terlalu tertarik untuk makan porsi besar. Ini juga menjelaskan mengapa banyak orang lebih memilih buah dingin, salad, atau makanan ringan dibanding hidangan yang berat dan berminyak ketika cuaca sedang panas.

3. Dehidrasi bisa membuat keinginan makan menurun

ilustrasi dehidrasi (freepik.com/ benzoix)

Saat suhu udara meningkat, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Kalau cairan yang hilang tidak segera diganti, dehidrasi ringan mulai terjadi.

Dehidrasi dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu gejala, seperti mual, tidak nyaman di perut, atau rasa lemas. Kondisi ini tentu membuat makanan jadi kurang menarik.

Selain itu, tubuh terkadang sulit membedakan rasa haus dan rasa lapar. Tidak jarang seseorang mengira dirinya lapar, padahal sebenarnya tubuh sedang membutuhkan cairan. Karena itu, jika nafsu makan menurun saat cuaca panas, cobalah minum segelas air terlebih dahulu dan lihat apakah kondisi tersebut membaik.

4. Aktivitas dan pola hidup saat musim panas juga berpengaruh

Perubahan nafsu makan saat cuaca panas tidak selalu disebabkan oleh faktor biologis. Kebiasaan sehari-hari juga ikut berperan.

Saat cuaca cerah, orang cenderung lebih sering bepergian, beraktivitas di luar ruangan, atau memiliki jadwal makan yang kurang teratur. Akibatnya, waktu makan bisa terlewat atau porsi makan menjadi lebih sedikit dari biasanya.

Selain itu, rasa lelah akibat panas dan kualitas tidur yang menurun juga dapat mengurangi keinginan untuk makan.

5. Tubuh biasanya lebih menyukai makanan yang ringan dan segar

Ketika suhu udara meningkat, orang biasanya lebih memilih makanan yang mudah dicerna dan kandungan airnya tinggi.

Buah-buahan, seperti semangka, melon, jeruk sering terasa lebih menggugah selera dibandingkan makanan berat. Begitu pula dengan yoghurt, sup, salad, atau sayuran segar yang memberikan sensasi menyegarkan tanpa menambah terlalu banyak panas dari proses pencernaan.

Ini merupakan bentuk adaptasi alami tubuh agar tetap nyaman di tengah suhu lingkungan yang tinggi.

Kapan penurunan nafsu makan perlu diwaspadai?

ilustrasi perempuan tidak nafsu makan (magnific.com/freepik)

Nafsu makan berkurang saat cuaca panas biasanya hal normal dan sementara. Biasanya kondisi ini akan membaik ketika suhu udara kembali lebih sejuk atau setelah kebutuhan cairan tubuh tercukupi.

Namun, jika kehilangan nafsu makan disertai pusing, muntah, kelemahan yang berat, atau tanda-tanda dehidrasi lainnya, jangan mengabaikannya. Gejala tersebut bisa menjadi tanda dehidrasi serius atau gangguan akibat paparan panas berlebihan.

Tubuh memiliki mekanisme alami untuk melindungi diri dari suhu yang tinggi. Jadi, jika kamu merasa tidak terlalu lapar saat cuaca panas, kemungkinan besar tubuh sedang berusaha menjaga dirinya agar tidak makin kepanasan.

Referensi

American Heart Association. Diakses pada Juni 2026. "As Summer Heat Cranks Up, Our Appetites May Cool Off."

BBC Science Focus. Diakses pada Juni 2026. "Why Do I Have Less of An Appetite in Hot Weather?"

Cleveland Clinic. Diakses pada Juni 2026. "How Weather Impacts our Appetites."

Verywell Health. Diakses pada Juni 2026. "Why Do You Lose Your Appetite During a Heat Wave?"

Editorial Team

Related Article