Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Saja Kebiasaan yang Bisa Mencegah Dehidrasi? Ini 7 Tipsnya!

Apa Saja Kebiasaan yang Bisa Mencegah Dehidrasi? Ini 7 Tipsnya!
ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya menjaga hidrasi tubuh melalui kebiasaan sederhana seperti minum air secara teratur sebelum haus dan membawa botol minum saat beraktivitas.
  • Ditekankan bahwa konsumsi buah serta sayuran tinggi air, dan pengurangan minuman bergula atau berkafein berlebih, membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara alami.
  • Disarankan untuk memperhatikan warna urine, menggunakan pengingat minum, serta meningkatkan asupan cairan saat cuaca panas atau setelah olahraga guna mencegah dehidrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah merasa cepat lelah, kesulitan untuk berkonsentrasi, atau merasa pusing secara tiba-tiba, padahal aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat? Banyak orang percaya bahwa hal tersebut disebabkan oleh kurang tidur atau padatnya jadwal, padahal bisa jadi tubuh sedang memberikan sinyal bahwa kebutuhan cairan belum terpenuhi dengan baik. Sayangnya, dehidrasi ringan sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul secara bertahap dan dianggap sepele.

Menjaga hidrasi tubuh sebenarnya tidak selalu berarti harus berusaha keras untuk meminum banyak air sekaligus. Sebaliknya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara teratur setiap hari bisa mendukung keseimbangan cairan dalam tubuh, sehingga tubuh tetap bugar, fokus, dan penuh energi sepanjang hari. Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa membantu mencegah dehidrasi dan mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari? Yuk, simak tujuh tips berikut agar tubuh tetap terhidrasi dengan optimal.

1. Biasakan minum air putih sebelum merasa haus

ilustrasi menuang air putih
ilustrasi menuang air putih (freepik.com/freepik)

Banyak orang hanya mencari air untuk diminum setelah merasakan tenggorokan kering, padahal rasa haus merupakan sinyal awal bahwa tubuh mulai kekurangan cairan. Kesibukan dalam bekerja, belajar, atau terlalu larut dalam permainan gawai sering kali membuat kita melupakan kebutuhan hidrasi. Jika perilaku ini berulang terus-menerus, tubuh dapat mengalami kehilangan cairan secara bertahap yang dapat berdampak pada fokus, mood, dan stamina.

Cobalah untuk minum segelas air setelah bangun pagi, sebelum makan, atau setiap kali selesai melakukan aktivitas tertentu. Langkah sederhana ini membantu tubuh menerima cairan secara bertahap tanpa harus menunggu rasa haus muncul. Semakin sering dilakukan, semakin mudah bagi tubuh untuk tetap terhidrasi dan siap menjalani berbagai kegiatan sepanjang hari.

2. Selalu sediakan botol minum saat beraktivitas

ilustrasi membawa botol air minum
ilustrasi membawa botol air minum (freepik.com/freepik)

Pernah ingin minum tetapi akhirnya melupakan karena tidak ada air di dekatmu? Kondisi semacam ini sering terjadi saat bekerja di kantor, kuliah, atau dalam perjalanan panjang. Akibatnya, waktu berlalu sedangkan tubuh tidak memperoleh cairan yang cukup sehingga merasa cepat lelah.

Membawa botol minum sendiri bisa menjadi pengingat efektif untuk minum secara teratur tanpa harus repot mencari air. Pilih botol yang mudah dibawa atau yang dilengkapi dengan penanda volume agar lebih gampang memonitor kebutuhan cairan harian. Kebiasaan sederhana ini terbukti membantu seseorang lebih konsisten dalam memenuhi kebutuhan hidrasi setiap hari.

3. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya air

ilustrasi makan buah dan sayur
ilustrasi makan buah dan sayur (magnific.com/pvproductions)

Air putih adalah sumber utama hidrasi, tetapi tidak satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Berbagai jenis buah seperti semangka, melon, jeruk, dan stroberi memiliki tingkat kandungan air yang tinggi sehingga cocok dijadikan camilan sehat. Sayuran seperti mentimun, selada, dan tomat juga berperan dalam meningkatkan konsumsi cairan sambil menyediakan vitamin dan mineral.

Menyertakan buah pada sarapan atau menjadikan salad bagian dari makan siang adalah langkah sederhana yang mudah dilakukan. Selain menjaga hidrasi tubuh, pola makan ini juga membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Hasilnya, tubuh akan terasa lebih bugar tanpa bergantung pada minuman manis.

4. Kurangi konsumsi minuman tinggi gula dan kafein secara berlebihan

ilustrasi kopi susu
ilustrasi kopi susu (unsplash.com/krzhck)

Segelas kopi atau minuman manis memang memberikan sensasi menyegarkan, terutama saat cuaca panas atau ketika merasa mengantuk. Namun, jika berlebihan dan tidak diimbangi dengan air putih, tubuh akan tetap berisiko terkena dehidrasi. Tingginya kadar gula juga dapat mempercepat rasa haus muncul sehingga keinginan untuk minum meningkat.

Ini tidak berarti bahwa kamu harus sepenuhnya menghindarinya, tetapi coba untuk menyeimbangkannya dengan meningkatkan asupan air putih. Misalnya, setelah menikmati secangkir kopi, biasakan untuk minum satu gelas air putih sebagai pelengkap. Dengan cara ini, tubuh tetap mendapatkan cairan yang dibutuhkan tanpa harus mengorbankan minuman favorit.

5. Minum lebih banyak saat cuaca panas atau setelah berolahraga

ilustrasi olahraga dan hidrasi yang cukup
ilustrasi olahraga dan hidrasi yang cukup (freepik.com/jcomp)

Saat cuaca sedang panas atau tubuh banyak berkeringat setelah berolahraga, cairan di dalam tubuh akan berkurang lebih cepat dari biasanya. Sayangnya, tidak sedikit orang yang baru mengambil air minum ketika tubuh mulai terasa lemas atau tenggorokan benar-benar kering. Padahal, menunda mengganti cairan yang hilang bisa membuat tubuh lebih cepat lelah dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Biasakan membawa air minum saat berolahraga atau bepergian di bawah sinar matahari agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Jangan menunggu aktivitas selesai untuk mulai minum karena tubuh membutuhkan penggantian cairan secara bertahap. Langkah sederhana ini membantu menjaga performa tubuh tetap optimal meski aktivitas sedang padat.

6. Pasang pengingat supaya tidak lupa minum

ilustrasi alarm ponsel
ilustrasi alarm ponsel (magnific.com/freepik)

Kesibukan sehari-hari sering membuat kita begitu fokus menyelesaikan pekerjaan hingga lupa melakukan hal sesederhana minum air putih. Tanpa disadari, jam demi jam berlalu dan tubuh baru memberi sinyal ketika mulut mulai terasa kering atau kepala terasa kurang nyaman. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, kebutuhan cairan harian akan sulit terpenuhi secara konsisten.

Manfaatkan alarm di ponsel atau aplikasi pengingat minum sebagai cara praktis membangun kebiasaan baru. Lama-kelamaan, tubuh akan terbiasa minum pada waktu tertentu meski tanpa bantuan pengingat. Kebiasaan sederhana ini efektif membantu menjaga hidrasi, terutama bagi orang yang memiliki jadwal sangat padat.

7. Perhatikan warna urine sebagai tanda kecukupan cairan

ilustrasi buang air kecil
ilustrasi buang air kecil (magnific.com/jcomp)

Tubuh sebenarnya memberikan sinyal sederhana untuk menunjukkan apakah kebutuhan cairan sudah terpenuhi atau belum. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan memperhatikan warna urine setiap kali buang air kecil. Warna kuning pucat umumnya menandakan tubuh memiliki cairan yang cukup, sedangkan warna yang lebih pekat bisa menjadi pertanda bahwa kamu perlu segera minum lebih banyak air.

Sebaliknya, urine yang tampak lebih pekat bisa menjadi sinyal bahwa sudah saatnya kamu menambah asupan air putih. Memang, warna urine bukan satu-satunya penentu kondisi kesehatan, tetapi kebiasaan memperhatikannya dapat membantu mengenali tanda-tanda dehidrasi lebih awal. Dengan lebih peka terhadap sinyal tubuh, kamu bisa segera mengambil langkah sederhana sebelum dehidrasi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi sebenarnya tidak harus dimulai dari perubahan besar, tetapi cukup lewat kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Mulai dari rutin minum air putih, mengonsumsi makanan kaya air, hingga lebih peka terhadap sinyal tubuh, semua langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko dehidrasi dan membuat tubuh tetap bugar saat beraktivitas. Yuk, mulai terapkan satu per satu kebiasaan ini dari sekarang agar tubuh tetap segar dan siap menjalani hari dengan lebih optimal.

Referensi

"Hydration for Health Hypothesis: A Narrative Review of Supporting Evidence." European Journal of Nutrition. Diakses Juni 2026.

"Hydration and Health: A Review." Nutrition Bulletin. Diakses Juni 2026.

"Water, Hydration and Health." Nutrition Reviews (PMC/Open Access). Diakses Juni 2026.

"Hubungan Asupan Cairan, Indeks Massa Tubuh, Usia dengan Status Hidrasi pada Pekerja Bangunan di Jakarta Tahun 2025." Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat. Diakses Juni 2026.

"Korelasi antara Asupan Cairan dengan Status Hidrasi Pekerja Bagian Produksi Air Minum Dalam Kemasan di PT. X Semarang." Jambura Journal of Health Sciences and Research. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More