Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan minum obat hipertensi.
ilustrasi minum obat hipertensi (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Hipertensi merusak secara perlahan tapi pasti, meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

  • Obat darah tinggi bekerja dengan cara menjaga tekanan tetap stabil dari hari ke hari. Kalau dihentikan, perlindungan itu ikut hilang.

  • Rutin minum obat dapat menurunkan risiko komplikasi seperti stroke dan serangan jantung secara signifikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling sering diremehkan. Pasalnya, hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala apa pun. Tidak pusing, tidak nyeri, tidak lemas, tetapi diam-diam pembuluh darah dan organ vital dipaksa bekerja keras setiap hari. Inilah alasan kenapa hipertensi sering dijuluki silent killer.

Masalahnya, karena merasa sehat, banyak orang dengan hipertensi malas minum obat. Padahal, obat hipertensi bukan seperti obat flu yang bisa dihentikan penggunaannya saat gejala hilang. Obat ini justru harus diminum rutin supaya tekanan darah tetap stabil dan tubuh terlindungi dari komplikasi berbahaya.

1. Hipertensi merusak secara perlahan tapi pasti

Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras dari seharusnya. Lama-lama, pembuluh darah bisa mengeras dan menyempit. Akibatnya, aliran darah ke otak, jantung, ginjal, dan mata terganggu. Di sinilah risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, sampai gangguan penglihatan mulai muncul.

Obat hipertensi bekerja dengan berbagai cara: ada yang melemaskan pembuluh darah, ada yang mengurangi kelebihan cairan, dan ada yang memperlambat detak jantung. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menurunkan tekanan agar tidak terus-menerus “menyiksa” organ.

2. Rutin minum obat dapat menurunkan risiko komplikasi

Minum obat secara teratur terbukti menurunkan risiko stroke dan serangan jantung secara signifikan. Bahkan, menurunkan tekanan sistolik hingga di bawah 130 mmHg bisa mencegah kejadian kardiovaskular pada semua usia, termasuk lansia.

Sebaliknya, kalau sering lupa atau sengaja berhenti, tekanan darah bisa naik lagi dengan cepat. Progres yang sudah dicapai jadi sia-sia. Dalam beberapa kasus, tekanan bahkan bisa melonjak lebih tinggi dari sebelumnya (rebound hypertension), dan itu berbahaya.

3. Kenapa obat harus terus diminum, walau tensinya sudah normal

ilustrasi minum obat (freepik.com/freepik)

Hipertensi adalah penyakit kronis. Artinya, tidak sembuh dengan sekali terapi. Obat bekerja menjaga tekanan tetap stabil dari hari ke hari. Kalau dihentikan, perlindungan itu ikut hilang.

Ibarat rem mobil—bukan dipakai hanya saat mau berhenti, tapi harus siap setiap saat. Begitu juga obat hipertensi, harus diminum terus supaya tubuh aman, bukan hanya saat tensi sedang tinggi.

4. Kendala umum: lupa, takut efek samping, atau masalah biaya

Banyak orang berhenti minum obat karena:

  • Lupa.

  • Takut efek samping.

  • Merasa sudah sehat.

  • Khawatir soal biaya.

Padahal, semua itu bisa diatasi. Pakai pill box, alarm HP, atau kaitkan minum obat dengan jam makan. Kalau ada efek samping, jangan langsung memutuskan untuk berhenti! Konsultasikan dulu dengan dokter agar bisa mendapatkan pengganti. Soal biaya, bisa pilih obat generik yang harganya lebih terjangkau.

5. Kombinasikan dengan gaya hidup sehat

Obat akan bekerja secara maksimal jika didukung dengan gaya hidup sehat. Berikut adalah gaya hidup sehat untuk orang dengan hipertensi:

  • Kurangi garam.

  • Perbanyak sayur dan buah.

  • Rutin bergerak.

  • Kelola stres.

  • Berhenti merokok.

  • Cek tekanan darah di rumah juga penting supaya kamu tahu apakah terapinya efektif.

Minum obat hipertensi secara rutin bukan soal disiplin semata, tetapi soal menyelamatkan hidup. Tekanan darah yang terkontrol berarti risiko stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal jauh lebih kecil. Jadi, meski badan terasa baik-baik saja, jangan tertipu. Terus minum obat sesuai anjuran, imbangi dengan gaya hidup sehat, dan konsultasikan rutin dengan dokter agar kualitas hidup tetap terjaga sampai tua nanti.

Referensi

"The Importance of Taking Blood Pressure Medications: A Lifesaver for Heart Health." Aviva Pharmacy. Diakses pada Januari 2026.

"People of All Ages Benefit from Drugs to Lower Blood Pressure." National Institute for Health and Care Research. Diakses pada Januari 2026.

"Do We Need to Continue Taking Antihypertensive Medications When Blood Pressure is Stable?" Vinmec. Diakses pada Januari 2026.

"Taking High Blood Pressure Drugs Properly." WebMD. Diakses pada Januari 2026.

Editorial Team