- Nitrogliserin (Nitro-Dur, Nitromist, Nitrostat)
- Isosorbida dinitrat (Isordil)
- Isosorbida moninitrat (Monoket)
7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Viagra, Berisiko!

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi satu sama lain ketika dikonsumsi secara bersamaan, seperti Viagra dan beberapa obat tertentu. Viagra adalah obat resep yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi pada pria. Obat ini mengandung bahan aktif sildenafil yang bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain sehingga konsumsinya harus hati-hati agar manfaatnya tetap maksimal dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Lalu, apa saja obat yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Viagra? Yuk, simak daftarnya berikut!
1. Inhibitor PDE5

Sildenafil yang terkandung dalam Viagra adalah bahan aktif yang termasuk dalam kelompok inhibitor enzim fosfodiesterase tipe 5 (PDE5). Saat obat ini dikonsumsi bersamaan dengan obat inhibitor PDE5 lain, bisa menimbulkan interaksi yang berbahaya. Dilansir laman Hims, konsumsi sildenafil dengan inhibitor PDE5 lain bisa menghentikan detak jantung.
Laman Medical News Today juga menambahkan, saat dikonsumsi sendirian, Viagra dan PDE5 bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Namun, ketika dikonsumsi bersamaan, ini bisa menurunkan tekanan darah terlalu rendah yang meningkatkan risiko tekanan darah rendah. Beberapa contoh obat inhibitor PDE5 termasuk avanafil (Stendra), tadafil (Cialis, Adcirca, Alyq), vardenafil, dan sildenafil (Revatio) yang digunakan untuk mengobati hipertensi arteri pulmonal.
2. Obat mengandung nitrat

Viagra juga tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan obat yang mengandung nitrat. Senyawa nitrat dalam obat dapat menurunkan tekanan darah. Jadi, interaksi keduanya bisa menyebabkan penurunan tekanan darah yang drastis. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing, pingsan, bahkan stroke atau serangan jantung.
Beberapa contoh obat yang mengandung nitrat, termasuk:
3. Stimulator guanylate cyclase

Stimulator guanylate cyclase adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati hipertensi arteri paru, yaitu tekanan darah tinggi di arteri paru-paru. Sama seperti obat-obatan diatas, obat ini bekerja menurunkan tekanan darah. Jadi, interaksinya dengan Viagra dapat menurunkan tekanan darah lebih jauh lagi. Beberapa contoh obat yang termasuk stimulator guanylate cyclase adalah rioguat (Adempas) dan vericiguat (Verquvo).
4. Obat penurun tekanan darah lainnya

Selain yang telah disebutkan di atas, ada beberapa obat penurun tekanan darah lain yang juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Viagra. Di antaranya adalah:
- Penghambat alfa: obat ini biasanya digunakan untuk mengobati hiperplasia prostat jinak (BPH). Contohnya prazosin (Minipress), doxazosin (Cardura), terazosin
- Penghambat saluran kalsium (CCB), misalnya amlodipine (Norliqva, Norvasc)
- Penghambat reseptor angiotensin, seperti losartan (Cozaar)
- Penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), seperti lisinopril (Zestril)
- Obat penghambat beta, seperti metoprolol (Lopressor, Toprol XL)
- agonis sentral, seperti klonidin (Catapres-TTS, Duraclon)
5. Beberapa jenis obat anti-jamur

Beberapa jenis obat antijamur juga bisa berinteraksi dengan Viagra saat dikonsumsi berbarengan. Laman Medical News Today melansir, mengonsumsi Viagra bersamaan dengan obat antijamur bisa meningkatkan risiko efek samping Viagra. Ini terjadi karena obat antijamur bisa mencegah pemecahan Viagra di dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan penumpukan obat dan efek sampingnya. Beberapa contoh obat antijamur yang bisa berinteraksi dengan Viagra seperti ketokonazol, itrakonazol (Sporanox, Tolsura), eritromisin, klaritromisin, dan doksazosin.
6. Obat yang bisa memengaruhi protein hati

Di dalam tubuh, bahan aktif Viagra, Sildenafil, akan dipecah oleh suatu protein khusus di hati. Beberapa obat dapat mengganggu kerja protein tersebut dengan memblokir atau mempercepatnya sehingga bisa menyebabkan penumpukan atau pun menurunkan efektivitas Viagra. Beberapa daftar obatnya, meliputi:
- Ritonavir
- Paxlovid
- Klaritromisin
- Ketokonazol
- Rifampin
- Karbamazepin
- St John’s wort
7. Beberapa obat HIV dan antibiotik

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati HIV dan beberapa jenis antibiotik tertentu juga bisa berinteraksi dengan Viagra. Obat-obatan ini bisa meningkatkan konsentrasi sildenafil di dalam darah yang berisiko meningkatkan efek samping obat tersebut. Obat HIV meliputi ritonavir dan antibiotik seperti Biaxin.
Viagra bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti inhibitor PDE5, obat nitrat, obat penurunan tekanan darah, obat anti jamur, atau obat HIV. Jika kamu mengonsumsi jenis obat tersebut, dokter mungkin tidak meresepkan Viagra untuk menghindari interaksi obat yang berpotensi bahaya. Jadi, selalu berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan Viagra dan obat-obatan lain, ya.
Referensi
“Viagra Interactions: Alcohol, Medications, and Other Factors”. Medical News Today. Diakses Januari 2026.
“7 Sildenafil (Viagra) Interactions You Should Know About”. Good Rx. Diakses Januari 2026.
“Viagra (Sildenafil) Interactions”. Hims. Diakses Januari 2026.
“Viagra Interactions: Alcohol, Medications, and Others”. Healthline. Diakses Januari 2026.


















