Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pakai Behel Sering Iyup? Berikut Penyebabnya

4 min read
Kenapa Pakai Behel Sering Iyup? Berikut Penyebabnya
ilustrasi behel (pexels.com/Nothing Ahead)
  • Efek “iyup” saat memakai behel terjadi karena bibir dan jaringan mulut beradaptasi dengan bracket serta kawat.

  • Untuk membantu adaptasi, pengguna dapat membatasi senyum terlalu lebar, latihan menggembungkan pipi 5–10 detik, dan membiasakan mengunyah bergantian di kedua sisi rahang.

  • Durasi iyup berbeda-beda tergantung kondisi gigi, rahang, bibir, dan kemampuan adaptasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasang behel memang bisa membantu merapikan susunan gigi. Namun, pada masa awal pemakaiannya, sering disertai berbagai hal yang terasa asing. Salah satunya adalah kondisi ketika bibir atas seperti tertarik atau tersangkut pada bracket saat tersenyum, berbicara, maupun menutup mulut. Gerakan bibir yang terlihat seperti sedang mengucapkan “iyup” ini kemudian ramai disebut sebagai “iyup moment” di media sosial.

Lantas, kenapa pakai behel sering iyup? Kondisi ini umumnya berkaitan dengan proses adaptasi bibir dan jaringan lunak di sekitar mulut terhadap keberadaan bracket dan kawat gigi. Yuk, kenali penyebab dan cara mengatasinya!

  1. 1. Kenapa pakai behel sering iyup?

    Pakai behel sering membuat bibir terasa lebih maju, sulit menutup dengan nyaman, atau tampak seperti “iyup”. Kondisi ini umumnya terjadi karena bracket dan kawat menjadi benda baru yang berada di sekitar gigi dan bersentuhan dengan bibir. Jaringan lunak di sekitar mulut membutuhkan waktu untuk menyesuaikan posisi serta gerakannya dengan keberadaan alat ortodonti tersebut. Penelitian dalam Orthodontics & Craniofacial Research juga menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah titik jaringan lunak di sekitar mulut, termasuk area bibir, setelah penggunaan fixed orthodontic appliance.

    Selain keberadaan behel, kondisi gigi dan rahang juga dapat memengaruhi seberapa terlihat efek iyup. Menurut drg Rini Susanti, Sp.Ort, pengguna dengan gigi tonggos atau gigi depan yang tumbuh terlalu maju cenderung lebih sulit menutup bibir setelah memakai behel. Hal ini membuat proses adaptasi terasa lebih lama dibandingkan orang dengan kondisi gigi yang berbeda. Jadi, iyup tidak selalu dialami oleh setiap pengguna behel dan tingkatannya dapat berbeda pada masing-masing orang.

  2. 2. Cara mengatasi iyup saat pakai behel

    Cara mengatasi iyup saat pakai behel
    ilustrasi behel (pexels.com/SHVETS production)

    Efek iyup umumnya dapat berkurang setelah mulut mulai beradaptasi dengan keberadaan behel. Selama proses tersebut, beberapa latihan sederhana dapat dilakukan untuk membantu bibir dan otot di sekitar mulut menyesuaikan diri, seperti berikut.

    • Menjaga senyum dan tawa tidak terlalu lebar

    Untuk sementara, cobalah mengurangi gerakan bibir yang terlalu lebar saat tersenyum atau tertawa. Gerakan yang berlebihan dapat membuat bibir lebih mudah tersangkut pada bracket dan akhirnya terasa sulit kembali menutup dengan nyaman.

    Karena itu, drg Rini menyarankan pengguna yang baru memasang behel untuk sedikit menahan gerakan saat tersenyum atau tertawa. Tidak perlu menahan ekspresi sepenuhnya, cukup biasakan gerakan yang lebih lembut sampai bibir mulai terbiasa dengan keberadaan bracket.

    • Melakukan latihan menggembungkan pipi

    Menggembungkan pipi bisa menjadi latihan sederhana untuk membantu mulut beradaptasi dengan behel. Caranya, tarik napas lalu tahan udara di dalam mulut sampai kedua pipi menggembung selama sekitar 5–10 detik, kemudian keluarkan perlahan. Supaya lebih bervariasi, udara juga dapat dipindahkan dari pipi kanan ke kiri secara bergantian dan ditahan sekitar 5 detik di setiap sisi. Latihan ini dapat dilakukan secara perlahan dan tidak perlu dipaksakan jika terasa tidak nyaman.

    • Melatih otot pengunyah secara seimbang

    Perhatikan juga kebiasaan saat mengunyah sehari-hari. Jika selama ini kamu lebih sering menggunakan satu sisi rahang, cobalah secara bertahap membiasakan sisi kanan dan kiri bekerja secara bergantian. Menurut drg Rini, kebiasaan mengunyah dengan satu sisi cukup sering ditemukan pada pasien sehingga penggunaan kedua sisi rahang perlu dilatih.

  3. 3. Berapa lama iyup saat pakai behel akan berlangsung?

    Iyup saat memakai behel umumnya bersifat sementara karena mulut membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan alat ortodonti yang baru. Durasi adaptasi dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi gigi, rahang, bibir, serta kemampuan masing-masing dalam menyesuaikan gerakan bibir dan mulut.

    Penelitian terhadap 23 pasien pengguna alat ortodonti cekat menunjukkan bahwa 39 persen pasien sempat mengalami gangguan bicara, tetapi kemudian beradaptasi dalam waktu 2 bulan. Temuan ini dapat menggambarkan bahwa proses penyesuaian terhadap behel memang dapat berlangsung secara bertahap.

    Meski begitu, penelitian tersebut membahas adaptasi bicara, bukan secara khusus durasi iyup. Dalam penelitian itu, 44 persen subjek tidak mengalami gangguan bicara, sedangkan 17 persen masih mengalami gangguan pada pemeriksaan bulan kedua.

    Sementara itu, kondisi iyup dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti bentuk gigi, posisi rahang, kondisi bibir, dan kemampuan pengguna beradaptasi. Karena itu, lama munculnya iyup tidak dapat disamakan pada setiap pengguna behel.

    Jadi, tidak perlu langsung khawatir ketika bibir terlihat seperti “iyup” setelah memakai behel. Kenapa pakai behel sering iyup pada dasarnya berkaitan dengan proses adaptasi mulut terhadap bracket dan kawat gigi. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya.

    Referensi

    "Paley, Jonathan S., George J. Cisneros, Olivier F. Nicolay, and Etoile M. LeBlanc. “Effects of Fixed Labial Orthodontic Appliances on Speech Sound Production.” The Angle Orthodontist 86, no. 3 (September 14, 2015): 462–67.
    Wang, Darren, Fiona Firth, Florence Bennani, Mauro Farella, and Li Mei. “Immediate Effect of Clear Aligners and Fixed Appliances on Perioral Soft Tissues and Speech.” Orthodontics and Craniofacial Research 26, no. 3 (December 10, 2022): 425–32.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More