Iyup saat memakai behel umumnya bersifat sementara karena mulut membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan alat ortodonti yang baru. Durasi adaptasi dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi gigi, rahang, bibir, serta kemampuan masing-masing dalam menyesuaikan gerakan bibir dan mulut.
Penelitian terhadap 23 pasien pengguna alat ortodonti cekat menunjukkan bahwa 39 persen pasien sempat mengalami gangguan bicara, tetapi kemudian beradaptasi dalam waktu 2 bulan. Temuan ini dapat menggambarkan bahwa proses penyesuaian terhadap behel memang dapat berlangsung secara bertahap.
Meski begitu, penelitian tersebut membahas adaptasi bicara, bukan secara khusus durasi iyup. Dalam penelitian itu, 44 persen subjek tidak mengalami gangguan bicara, sedangkan 17 persen masih mengalami gangguan pada pemeriksaan bulan kedua.
Sementara itu, kondisi iyup dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti bentuk gigi, posisi rahang, kondisi bibir, dan kemampuan pengguna beradaptasi. Karena itu, lama munculnya iyup tidak dapat disamakan pada setiap pengguna behel.
Jadi, tidak perlu langsung khawatir ketika bibir terlihat seperti “iyup” setelah memakai behel. Kenapa pakai behel sering iyup pada dasarnya berkaitan dengan proses adaptasi mulut terhadap bracket dan kawat gigi. Semoga penjelasan ini bermanfaat, ya.
Referensi
"Paley, Jonathan S., George J. Cisneros, Olivier F. Nicolay, and Etoile M. LeBlanc. “Effects of Fixed Labial Orthodontic Appliances on Speech Sound Production.” The Angle Orthodontist 86, no. 3 (September 14, 2015): 462–67.
Wang, Darren, Fiona Firth, Florence Bennani, Mauro Farella, and Li Mei. “Immediate Effect of Clear Aligners and Fixed Appliances on Perioral Soft Tissues and Speech.” Orthodontics and Craniofacial Research 26, no. 3 (December 10, 2022): 425–32.