ilustrasi memberi pertolongan pada orang yang cedera di gym (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Jika posisi sendi terlihat tidak wajar, misalnya lutut tampak bergeser, bahu terlihat turun, atau pergelangan tangan terlihat bengkok, jangan mencoba mengembalikan posisi sendi tersebut secara manual.
Dislokasi sendi harus ditangani oleh tenaga medis karena manipulasi yang salah dapat merusak saraf dan pembuluh darah di sekitarnya.
Cedera di gym dapat terjadi kapan saja, bahkan pada orang yang sudah berpengalaman dalam berolahraga. Dalam situasi seperti ini, reaksi cepat memang penting, tetapi tindakan yang tepat jauh lebih krusial.
Kesalahan seperti memaksa orang yang cedera bergerak, memijat area cedera, atau menunda pertolongan medis dapat memperburuk kondisi yang sebenarnya masih bisa ditangani dengan baik jika diberikan pertolongan pertama yang benar. Memahami prinsip dasar pertolongan pertama dapat membantu melindungi korban dari cedera yang lebih serius.
Referensi
American Red Cross. “First Aid Steps.” Diakses Maret 2026.
American Academy of Orthopaedic Surgeons. “Sprains, Strains and Other Soft-Tissue Injuries.” Diakses Maret 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. “Traumatic Brain Injury & Concussion.” Diakses Maret 2026.
Mayo Clinic. “Sports Injuries: First Aid.” Diakses Maret 2026.
National Health Service. “Dislocated Shoulder.” Diakses Maret 2026.
“Sports Injury Prevention (Handbook of Sports Medicine and Science),” December 1, 2009, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3761525/.