Pada remaja yang baru memasuki masa pubertas, biasanya banyak perubahan yang terjadi, termasuk munculnya jerawat. Hampir semua orang pernah melewati fase ini, dan biasanya jerawat akan mereda seiring bertambahnya usia, saat hormon mulai menemukan ritme yang lebih tenang.
Namun, tidak semua perjalanan seperti itu. Beberapa orang tetap bergulat dengan jerawat hingga dewasa. Setiap pagi, mereka mungkin bertanya dalam hati, “Kenapa jerawat ini tidak kunjung pergi, padahal aku sudah bukan remaja lagi?” Pertanyaan itu wajar, dan jawabannya bisa lebih kompleks daripada sekadar masalah hormon.
Di balik jerawat yang membandel, kadang ada kondisi medis yang diam-diam memengaruhi kulit. Misalnya, gangguan hormon seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada perempuan, atau masalah tiroid yang mengacaukan keseimbangan tubuh. Ada juga kondisi kulit tertentu yang membuat pori-pori lebih rentan tersumbat, hingga jerawat terus muncul meski perawatan sudah dilakukan.
Kabar baiknya, jerawat yang disebabkan oleh kondisi medis bisa ditangani. Saat akar masalah dikenali dan ditangani, kulit bisa pulih. Itulah mengapa memahami penyebab jerawat yang kamu alami sangat penting.
Di sini, kamu akan diajak melihat apa saja kondisi medis yang bisa menyebabkan jerawat.
