ilustrasi olahraga (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Selain pola makan, aktivitas fisik teratur terbukti efektif menurunkan tekanan darah. Olahraga aerobik ringan hingga sedang selama 150 menit per minggu sudah memberikan manfaat signifikan.
Mengelola stres dengan baik, tidur cukup, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi alkohol juga berperan penting.
Bagi sebagian orang, pengelolaan berat badan memberikan dampak besar terhadap tekanan darah.
Makanan olahan sering hadir sebagai solusi praktis, tetapi dampaknya terhadap tekanan darah tidak bisa diabaikan. Kandungan garam tersembunyi dalam banyak produk sehari-hari berkontribusi pada meningkatnya risiko hipertensi secara perlahan.
Mengurangi atau membatasi konsumsi makanan olahan, mengutamakan makanan segar atau utuh, dan menerapkan gaya hidup sehat bukan soal pantangan ketat, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Referensi
"Making the Healthier Cut." American Heart Association. Diakses Januari 2026.
"About Sodium and Health." Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Januari 2026.
Sunmin Park and Meiling Liu, “A Positive Causal Relationship Between Noodle Intake and Metabolic Syndrome: A Two-Sample Mendelian Randomization Study,” Nutrients 15, no. 9 (April 26, 2023): 2091, https://doi.org/10.3390/nu15092091.
"Sodium reduction." World Health Organization. Diakses Januari 2026.
"Is cheese good for you? Some facts may surprise you." British Heart Foundation. Diakses Januari 2026.
"Salt." British Heart Foundation. Diakses Januari 2026.
"Salt and Sodium." Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses Januari 2026.
"Sodium in Your Diet." FDA. Diakses Januari 2026.
Bernard Srour et al., “Ultra-processed Food Intake and Risk of Cardiovascular Disease: Prospective Cohort Study (NutriNet-Santé),” BMJ, May 29, 2019, l1451, https://doi.org/10.1136/bmj.l1451.
"DASH Eating Plan." National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses Januari 2026.