Selain melatonin, ritme tidur-bangun gelap-terang juga memengaruhi hormon lain seperti kortisol (yang terkait stres), serta hormon yang mengatur nafsu makan dan metabolisme. Ketika tidur lebih sinkron dengan siklus gelap-terang alami, regulasi hormon hormonal menjadi lebih tertata.
Paparan cahaya pada malam hari yang terus-menerus dapat mengacaukan pola hormon ini, meningkatkan rasa lapar tidak pada jamnya atau gangguan metabolik lainnya.
Kegelapan total membantu tubuh memulihkan ritme hormon yang konsisten, yang berdampak pada suasana hati, nafsu makan, dan energi sepanjang hari berikutnya.
Tidur dalam gelap, baik itu seluruh kamar minim cahaya atau menggunakan tirai gelap, membantu tubuh mengoptimalkan produksi melatonin, menjaga ritme sirkadian yang sehat, serta memperbaiki kualitas tidur secara keseluruhan. Suasana tidur semacam ini berkontribusi pada fungsi imun yang lebih kuat, regulasi hormon yang sehat, dan pemulihan sistem saraf.
Kesadaran akan pentingnya keadaan gelap saat tidur adalah strategi sederhana namun berdampak signifikan terhadap kesehatan jangka panjang. Menciptakan kamar yang benar-benar gelap dapat menjadi investasi kecil dengan manfaat besar bagi kualitas tidur dan kesejahteraan umum.
Referensi
"Light & Sleep: Effects on Sleep Quality." Sleep Foundation. Diakses Februari 2026.
“Study Reveals Why Even a Little Light Can Disrupt Your Sleep Patterns." Verywell Health. Diakses Februari 2026.
Ivy C. Mason et al., “Light Exposure During Sleep Impairs Cardiometabolic Function,” Proceedings of the National Academy of Sciences 119, no. 12 (March 14, 2022): e2113290119, https://doi.org/10.1073/pnas.2113290119.
“Sleeping in Light, Darkness or Dim Light: Which is Best." Times of India. Diakses Februari 2026.