Pola makan seimbang penting untuk menjaga fungsi pencernaan dan menurunkan risiko radang usus buntu. Kamu perlu mengombinasikan makanan dari berbagai kelompok gizi setiap hari.
Perbanyak konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat, pilih biji utuh dibanding karbohidrat olahan, serta lengkapi dengan protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, dan kacang-kacangan.
Batasi asupan lemak jenuh dan gula berlebih yang dapat memicu peradangan.
Pastikan juga tubuh terhidrasi dengan baik karena cairan membantu kerja serat di usus.
Makanan tinggi serat membantu mencegah sembelit dan menjaga pergerakan usus tetap lancar, sementara makanan kaya akan probiotik, contohnya yoghurt, mendukung keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.
Kesimpulannya, mie instan tidak terbukti secara langsung menyebabkan usus buntu. Risikonya lebih terkait dengan pola makan rendah serat dan dominasi makanan ultraproses. Jika kamu mengonsumsi mie instan, pastikan tetap diimbangi dengan makanan bergizi agar kesehatan usus tetap terjaga.
Referensi
Nurafitha, Rizkiasa, Dian Adi Syahputra, Rima Novirianthy, None Husnah, and None Munthadar. “Relationship of Eating Habits to Acute Appendicitis in Children: A Literature Review.” Journal of International Surgery and Clinical Medicine 2, no. 1 (June 1, 2022): 1–5.
Huh, In Sil, Hyesook Kim, Hee Kyung Jo, Chun Soo Lim, Jong Seung Kim, Soo Jin Kim, Oran Kwon, Bumjo Oh, and Namsoo Chang. “Instant Noodle Consumption Is Associated With Cardiometabolic Risk Factors Among College Students in Seoul.” Nutrition Research and Practice 11, no. 3 (January 1, 2017): 232.