Kunci menjaga massa otot selama berpuasa ada pada pengaturan nutrisi dan hidrasi saat tidak berpuasa. Asupan protein, lemak, karbohidrat dan cairan yang cukup saat berbuka dan sahur sangat penting untuk mendukung perbaikan otot, mengisi kembali cadangan glikogen, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ini membantu meminimalkan dampak negatif puasa terhadap fisiologi otot.
Bagi kamu yang rutin berolahraga, penyesuaian jadwal dan intensitas latihan juga diperlukan. Berlatih setelah berbuka atau memilih aktivitas dengan intensitas lebih rendah bisa membantu mempertahankan kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.
Intinya, efek puasa terhadap massa otot bersifat kompleks dan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari asupan nutrisi, hidrasi, pola latihan, hingga kondisi individu.
Jadi, puasa tidak otomatis membuat massa otot hilang. Kehilangan otot lebih sering terjadi karena kurangnya asupan protein, kalori, dan latihan yang tidak teratur. Dengan pola makan yang tepat, hidrasi cukup, dan strategi olahraga yang bijak, kamu tetap bisa menjaga massa otot selama berpuasa, baik itu puasa Ramadan atau puasa religius atau intermittent fasting.
Referensi
Ari Fahrial Syam et al., “Ramadan Fasting Decreases Body Fat but Not Protein Mass,” International Journal of Endocrinology and Metabolism 14, no. 1 (January 2, 2016): e29687, https://doi.org/10.5812/ijem.29687.
Hamlaoui K. “Intramedullary Nailing with an Exploring the Intersection of Bodybuilding and Ramadan: Strategies for Maintaining Muscle Mass and Performance During Fasting.” J Ortho Sci Res. 2024;5(1):1-9.
Claire Laurens et al., “Is Muscle and Protein Loss Relevant in Long‐term Fasting in Healthy Men? A Prospective Trial on Physiological Adaptations,” Journal of Cachexia Sarcopenia and Muscle 12, no. 6 (October 20, 2021): 1690–1703, https://doi.org/10.1002/jcsm.12766.