ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Rasa Kasparaviciene)
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hingga tujuh butir telur per minggu tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada individu dewasa sehat tanpa penyakit penyerta. Beberapa studi justru melaporkan manfaat tambahan, seperti dukungan terhadap kesehatan mata.
Namun, rekomendasi ini tidak berlaku sama untuk semua orang. Pada individu dengan kondisi tertentu justru perlu membantu konsumsi telur. Umumnya, sekitar empat hingga lima butir per minggu dan disesuaikan dengan pola makan secara keseluruhan. Adapun kondisi yang dimaksud yaitu:
Dislipidemia
Diabetes melitus
Penyakit jantung koroner
Riwayat stroke
Menurut Michael Miller, MD, kardiolog dari Penn Medicine, hasil penelitian mengenai konsumsi telur tidak selalu dapat digeneralisasi pada individu dengan kondisi genetik tertentu, seperti familial hypercholesterolemia. Pasalnya, pada kondisi itu kolesterol dari makanan dapat lebih memengaruhi kadar kolesterol LDL.
Nah, bagi individu yang ingin membatasi asupan kolestero, tapi tetap memperoleh protein, konsumsi putih telur dapat menjadi alternatif. Itu karena putih telur hampir tidak mengandung kolesterol.