Nurafitha, Rizkiasa, Dian Adi Syahputra, Rima Novirianthy, None Husnah, and None Munthadar. “Relationship of Eating Habits to Acute Appendicitis in Children: A Literature Review.” Journal of International Surgery and Clinical Medicine 2, no. 1 (June 1, 2022): 1–5.
Huh, In Sil, Hyesook Kim, Hee Kyung Jo, Chun Soo Lim, Jong Seung Kim, Soo Jin Kim, Oran Kwon, Bumjo Oh, and Namsoo Chang. “Instant Noodle Consumption Is Associated With Cardiometabolic Risk Factors Among College Students in Seoul.” Nutrition Research and Practice 11, no. 3 (January 1, 2017): 232.
Mitos atau Fakta: Makan Mie Bikin Radang Usus Buntu?

- Tidak ada hubungan langsung antara mie instan dan radang usus buntu.
- Makanan ultraproses dapat meningkatkan risiko radang usus buntu.
- Pola makan seimbang bantu menjaga kesehatan usus.
Mitos makan mie instan bikin radang usus buntu (apendisitis) sudah lama beredar di masyarakat. Banyak orang percaya mie instan sulit dicerna, menumpuk di usus, lalu memicu radang usus buntu. Akibatnya, mie instan sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari sepenuhnya.
Namun, apa benar anggapan tersebut didukung oleh bukti medis? Atau, ini cuma mitos yang terus berlanjut tanpa dasar ilmiah? Untuk menjawabnya, penting memahami apa itu radang usus buntu dan bagaimana mie instan diproses oleh tubuh.
Yuk, pahami hubungan makan mie instan dan radang usus buntu lewat ulasan di bawah ini!
Table of Content
1. Tidak ada hubungan langsung antara mie instan dan radang usus buntu
Penelitian tidak menemukan hubungan langsung antara konsumsi mie instan dan kejadian radang usus buntu.
Dari sejumlah studi, hanya penelitian Hanum Atikasari dan rekan yang menyebut konsumsi mie instan pada pasien usus buntu. Studi lain menilai faktor gaya hidup dan kebersihan, tetapi dengan indikator yang berbeda.
Dalam penelitian tersebut, lebih dari 53 anak mengonsumsi mie instan lebih dari empat kali per bulan. Para peneliti menjelaskan bahwa pola makan seperti ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan asupan vitamin dan mineral, menurunkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan risiko infeksi.
Namun, mekanisme langsung yang mengaitkan mie instan dengan usus buntu tidak dijelaskan. Kesimpulan penelitian menunjukkan pola makan buruk berhubungan dengan kejadian usus buntu pada anak, bukan mie instan sebagai penyebab tunggal.
2. Makanan ultraproses dapat meningkatkan risiko radang usus buntu

Konsumsi makanan ultraproses dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, termasuk radang usus buntu. Jenis makanan ini umumnya mengandung banyak bahan tambahan dan pengawet, tetapi rendah serat.
Asupan serat yang kurang bisa mengganggu kesehatan usus, memicu peradangan, dan meningkatkan risiko sembelit. Kondisi ini dapat memberi tekanan lebih besar pada usus buntu.
Pola makan rendah serat diketahui berkaitan dengan risiko usus buntu yang lebih tinggi. Karena itu, menjaga asupan serat dari konsumsi sayur, buah, dan sumber alami lainnya penting untuk membantu menurunkan risikonya.
3. Pola makan seimbang bantu jaga kesehatan usus
Pola makan seimbang penting untuk menjaga fungsi pencernaan dan menurunkan risiko radang usus buntu. Kamu perlu mengombinasikan makanan dari berbagai kelompok gizi setiap hari.
Perbanyak konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat, pilih biji utuh dibanding karbohidrat olahan, serta lengkapi dengan protein tanpa lemak seperti ayam, ikan, dan kacang-kacangan.
Batasi asupan lemak jenuh dan gula berlebih yang dapat memicu peradangan.
Pastikan juga tubuh terhidrasi dengan baik karena cairan membantu kerja serat di usus.
Makanan tinggi serat membantu mencegah sembelit dan menjaga pergerakan usus tetap lancar, sementara makanan kaya akan probiotik, contohnya yoghurt, mendukung keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.
Kesimpulannya, mie instan tidak terbukti secara langsung menyebabkan usus buntu. Risikonya lebih terkait dengan pola makan rendah serat dan dominasi makanan ultraproses. Jika kamu mengonsumsi mie instan, pastikan tetap diimbangi dengan makanan bergizi agar kesehatan usus tetap terjaga.
Referensi



















