Di balik potensi manfaatnya, tidur tanpa bantal juga memiliki sejumlah risiko yang sering kali tidak disadari. Jika posisi tidurmu bukan tengkurap, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan masalah baru. Berikut beberapa risiko yang perlu kamu perhatikan:
Untuk posisi tidur telentang atau menyamping, tidur tanpa bantal dapat membuat leher berada pada posisi tak sejajar dengan tulang belakang. Akibatnya, postur tubuh saat tidur menjadi kurang alami dan memberi tekanan berlebih pada otot serta sendi di area leher dan bahu.
Meski tidur tanpa bantal bisa membantu sebagian orang yang tidur tengkurap, posisi kepala yang harus terus menoleh tetap bisa membebani otot leher. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menyebabkan nyeri leher, kaku, hingga sakit kepala, terutama jika posisi tidur tidak berubah sepanjang malam.
Jadi, mitos atau fakta tidur tanpa bantal lebih sehat perlu dilihat dari kenyamanan tubuh dan posisinya. Kalau terasa lebih nyaman, boleh dilanjutkan, tapi jika bikin pegal atau tidak enak badan, sebaiknya pertimbangkan kembali, ya.
Mitos atau fakta tidur tanpa bantal lebih sehat? | Tidur tanpa bantal bukan sepenuhnya mitos atau fakta mutlak. Kebiasaan ini bisa memberi manfaat, tetapi juga memiliki risiko tertentu. |
Apakah tidur tanpa bantal aman dilakukan setiap hari? | Aman selama tidak menimbulkan rasa pegal, nyeri leher, atau keluhan lain setelah bangun tidur. |
Apakah tidur tanpa bantal bisa mengurangi nyeri leher? | Pada sebagian orang bisa terasa membantu, tetapi pada sebagian lainnya justru dapat memperparah rasa tidak nyaman. |
Apakah tidur tanpa bantal memengaruhi postur tubuh? | Ya, posisi kepala dan leher saat tidur berpengaruh pada kesejajaran tulang belakang. |
Referensi
“Is Sleeping Without a Pillow Good or Bad for Your Health?”. Healthline. Diakses Desember 2025.
“Good Sleeping Posture Helps Your Back”. University of Rochester Medical Center Rochester. Diakses Desember 2025.