Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos atau Fakta: Telur Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Mitos atau Fakta: Telur Menyebabkan Kolesterol Tinggi
ilustrasi telur rebus (pexels.com/Jane Trang Doan)
Intinya sih...
  • Telur mengandung kolesterol, tapi peningkatan kadar kolesterol darah lebih dipengaruhi oleh lemak jenuh daripada kolesterol telur.
  • Konsumsi hingga tujuh butir telur per minggu tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada individu dewasa sehat tanpa penyakit penyerta.
  • Kolesterol tinggi lebih sering dipengaruhi oleh gaya hidup dan kondisi metabolik dibandingkan konsumsi telur semata.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Adityana Sp.PD

Telur merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi karena mudah diolah dan kaya nutrisi. Namun, kandungan kolesterol pada telur sering menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait risiko peningkatan kolesterol darah. Tidak sedikit masyarakat yang membatasi bahkan menghindari konsumsi telur karena alasan tersebut.

Jadi, mitos atau fakta telur menyebabkan kolesterol tinggi? Berdasarkan bukti ilmiah terkini, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Cek ulasan selengkapnya di bawah ini!

Table of Content

Mitos atau fakta: telur menyebabkan kolesterol tinggi

Mitos atau fakta: telur menyebabkan kolesterol tinggi

Telur memang mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuningnya. Bahkan, satu butir telur ukuran besar mengandung sekitar 200 mg kolesterol, mendekati batas asupan kolesterol harian yang direkomendasikan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol darah lebih dipengaruhi oleh konsumsi lemak jenuh dibandingkan kolesterol dari makanan. Sebagian besar kolesterol dalam tubuh diproduksi secara endogen oleh hati, bukan berasal langsung dari asupan makanan.

Telur justru tergolong rendah lemak jenuh, sekitar 1,6 gram per butir. Dalam studi klinis, peningkatan kadar kolesterol LDL ditemukan pada pola makan tinggi lemak jenuh, bukan pada diet tinggi kolesterol yang bersumber dari telur. Pada individu sehat, konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak terbukti meningkatkan kadar LDL secara bermakna.

Berapa banyak telur yang aman dikonsumsi?

Berapa banyak telur yang aman dikonsumsi
ilustrasi telur rebus (unsplash.com/Rasa Kasparaviciene)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi hingga tujuh butir telur per minggu tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada individu dewasa sehat tanpa penyakit penyerta. Beberapa studi justru melaporkan manfaat tambahan, seperti dukungan terhadap kesehatan mata.

Namun, rekomendasi ini tidak berlaku sama untuk semua orang. Pada individu dengan kondisi tertentu justru perlu membantu konsumsi telur. Umumnya, sekitar empat hingga lima butir per minggu dan disesuaikan dengan pola makan secara keseluruhan. Adapun kondisi yang dimaksud yaitu:

  • Dislipidemia
  • Diabetes melitus
  • Penyakit jantung koroner
  • Riwayat stroke

Menurut Michael Miller, MD, kardiolog dari Penn Medicine, hasil penelitian mengenai konsumsi telur tidak selalu dapat digeneralisasi pada individu dengan kondisi genetik tertentu, seperti familial hypercholesterolemia. Pasalnya, pada kondisi itu kolesterol dari makanan dapat lebih memengaruhi kadar kolesterol LDL.

Nah, bagi individu yang ingin membatasi asupan kolestero, tapi tetap memperoleh protein, konsumsi putih telur dapat menjadi alternatif. Itu karena putih telur hampir tidak mengandung kolesterol.

Faktor lain yang berperan dalam peningkatan kolesterol

Dalam praktik klinis, kolesterol tinggi lebih sering dipengaruhi oleh gaya hidup dan kondisi metabolik dibandingkan konsumsi telur semata. Faktor-faktor yang berperan antara lain:

  • Kebiasaan merokok
  • Stres kronis
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Kurang aktivitas fisik
  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah serat.

Perlu digarisbawahi, pengelolaan kolesterol sebaiknya dilakukan secara menyeluruh melalui pola hidup sehat dan pengaturan pola makan yang seimbang.

Jadi, mitos atau fakta telur menyebabkan kolesterol tinggi jawabannya adalah mitos, ya. Telur dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, selama jumlahnya wajar dan asupan lemak jenuh tetap terkontrol.

FAQ seputar mitos atau fakta: telur menyebabkan kolesterol

Apakah konsumsi telur langsung meningkatkan kolesterol darah

Pada sebagian besar individu sehat, konsumsi telur tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol darah.

Berapa jumlah telur yang aman dikonsumsi per minggu?

Sekitar 4–7 butir per minggu, tergantung kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan.

Apakah penderita kolesterol tinggi harus menghindari telur?

Tidak sepenuhnya. Pembatasan jumlah dan pengaturan pola makan tetap diperlukan.

Apakah putih telur aman bagi penderita kolesterol tinggi?

Ya. Putih telur hampir tidak mengandung kolesterol dan tetap merupakan sumber protein berkualitas.

Referensi

"Eggs: Are They Good or Bad for My Cholesterol?". Mayo Clinic. Diakses Desember 2025.
"High Cholesterol Diseases." Cleveland Clinic. Diakses Desember 2025.
"New Research Shows Eggs Don’t Raise Your Cholesterol—But Here’s What Does." Health. Diakses Desember 2025.
Carter S, et al. Impact of Dietary Cholesterol From Eggs and Saturated Fat on LDL Cholesterol Levels. American Journal of Clinical Nutrition, 2025.
Chrysant SG, Chrysant GS. The Debate Over Egg Consumption and Incident Cardiovascular Disease. Cardiology in Review, 2020.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Delvia Y Oktaviani
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More

[QUIZ] Seberapa Besar Kecenderungan Social Anxiety dalam Dirimu?

09 Feb 2026, 17:40 WIBHealth