Comscore Tracker

Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penanganan

Lahir sebelum 37 minggu dikategorikan prematur

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 15 juta bayi lahir prematur setiap tahun dan jumlahnya diprediksi terus meningkat. Dan sedihnya, sekitar 1 juta kematian terjadi setiap tahun akibat komplikasi kelahiran prematur.

Selain India, China, dan Nigeria, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah kelahiran prematur tertinggi di dunia. Jumlah bayi yang terlahir prematur di Indonesia adalah 15,5 per 100 kelahiran.

Mau tahu fakta-fakta penting tentang bayi lahir prematur? Berikut kami rangkumkan untukmu!

1. Disebut prematur jika lahir sebelum 37 minggu

Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penangananilustrasi bayi prematur (unsplash.com/Christian Bowen)

WHO menjelaskan bahwa bayi dikategorikan prematur jika lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Ada tiga subkategori kelahiran prematur yang dibagi berdasarkan usia kehamilan, yaitu:

  • Sangat prematur (extremely preterm): Kurang dari 28 minggu
  • Prematur (very preterm): 28-32 minggu
  • Prematur sedang hingga akhir (moderate to late preterm): 32-37 minggu

Bayi prematur memerlukan penanganan intensif karena organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Selain itu, tidak sedikit bayi prematur yang memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi termasuk BBLR jika berat lahirnya di bawah 2,5 kilogram.

2. Memiliki ciri fisik yang khas

Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penangananilustrasi perbandingan bayi prematur dengan telapak tangan orang dewasa (majically.com)

Bila dibandingkan dengan bayi yang lahir normal, bayi prematur memiliki ciri fisik yang khas. Seperti ukuran tubuh yang kecil dengan kepala besar yang terlihat tidak proporsional. Selain itu, memiliki rambut halus (lanugo) yang menutupi sebagian besar tubuh.

Karena cadangan lemaknya hanya sedikit, tulangnya cenderung menonjol. Suhu tubuhnya rendah, cenderung sulit bernapas, dan refleks untuk mengisap dan menelan rendah.

3. Rentan mengalami berbagai masalah kesehatan

Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penangananilustrasi masalah pernapasan pada bayi prematur (sciencenorway.no)

Akibat dilahirkan terlalu awal dari yang seharusnya, organ-organ bayi prematur belum siap untuk berfungsi normal. Itulah mengapa, bayi prematur berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti:

  • Masalah pernapasan: Apnea (napas yang sering terhenti atau terjeda), displasia bronkopulmoner, dan sindrom gangguan pernapasan (respiratory distress syndrome).
  • Masalah jantung: Patent ductus arteriosus (PDA), tekanan darah rendah (hipotensi), dan gagal jantung.
  • Masalah otak: Perdarahan intraventrikuler (terjadi di ventrikel otak), leukomalasia periventrikular, hingga cerebral palsy.
  • Masalah kontrol suhu: Kehilangan panas tubuh dengan cepat yang bisa mengarah ke hipotermia. Memerlukan panas tambahan dari inkubator.
  • Masalah gastrointestinal: Enterokolitis nekrotikans (jaringan di usus kecil atau besar terluka atau meradang). Bisa menyebabkan kematian jaringan usus dan lubang di dinding usus.
  • Masalah darah: Anemia (tidak memiliki sel darah merah yang cukup) dan penyakit kuning (perubahan warna pada mata dan kulit akibat kelebihan bilirubin).
  • Masalah metabolisme: Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) dan sulit mengubah simpanan glukosa menjadi glukosa aktif.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh: Sistem kekebalan lemah, rentan mengalami infeksi.

Baca Juga: Cek Saturasi untuk Deteksi Penyakit Jantung Bawaan Bayi Baru Lahir

4. Dipengaruhi oleh kondisi ibu ketika hamil

Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penangananilustrasi kekurangan berat badan (tampacardio.com)

Sebenarnya, sebagian kasus kelahiran prematur terjadi tanpa penyebab yang pasti. Namun, kondisi ibu ketika hamil memengaruhi apakah ia akan melahirkan normal atau prematur, seperti:

  • Berusia sangat muda (di bawah 17 tahun) atau terlalu tua (di atas 35 tahun)
  • Kekurangan berat badan (BMI di bawah 18,5) atau kelebihan berat badan (BMI di atas 25)
  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes
  • Pernah keguguran, aborsi, atau mengalami kelahiran prematur sebelumnya
  • Merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan narkoba
  • Memiliki masalah dengan rahim (uterus), leher rahim (cervix), atau plasenta
  • Mengalami tekanan psikologis yang berat
  • Mengalami kekurangan gizi ketika hamil
  • Interval atau jeda antar kehamilan terlalu pendek
  • Menjalani kehamilan kembar (twins, triplets, quadruplets, dan sebagainya)

Selain karena kondisi ibu, kelahiran prematur bisa juga karena bayi yang dikandung mengalami kelainan genetik atau cacat bawaan.

5. Seperti apa penanganan yang tepat untuk bayi prematur?

Bayi Lahir Prematur: Kondisi, Sebab dan Penangananilustrasi bayi dengan feeding tube (parenting.firstcry.com)

Bayi lahir prematur perlu dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU). Perawatan yang diberikan bersifat suportif, seperti:

  • Menempatkan bayi dalam inkubator, yaitu keranjang plastik tertutup yang menjaga agar suhunya tetap hangat.
  • Memberikan kontak kulit ke kulit, yang disebut sebagai metode perawatan kanguru.
  • Memantau tanda-tanda vital bayi seperti detak jantung, pernapasan, suhu, dan tekanan darah.
  • Memberikan cairan dan nutrisi melalui selang makanan (feeding tube) yang melewati hidung dan masuk ke perutnya. Ketika bayi sudah bisa mengisap, maka ASI bisa diberikan lewat botol.
  • Memberi cairan seperti kalium dan natrium, jumlahnya tergantung usia dan kondisi medisnya.
  • Ditempatkan di bawah lampu bilirubin untuk bayi prematur dengan penyakit kuning. Tujuannya untuk mengurangi kelebihan bilirubin yang menumpuk karena hati tidak bisa memproses semuanya.
  • Jika diperlukan, diberi transfusi darah untuk meningkatkan volume darah.

Kapan bayi bisa dibawa pulang ke rumah? Dilansir Mayo Clinic, syaratnya adalah bayi bisa bernapas tanpa bantuan, bisa mempertahankan suhu tubuh yang stabil, bisa menyusu (baik secara langsung maupun dengan botol), berat badan terus bertambah, dan terbebas dari infeksi.

Baca Juga: Bayi Lahir Prematur: Definisi, Kategori dan Penanganannya

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya