Comscore Tracker

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!

Merupakan kondisi gawat darurat, kita harus tahu gejalanya

Radang usus buntu atau apendisitis adalah kondisi darurat medis, jadi harus ditangani secepatnya agar tidak menyebabkan komplikasi berbahaya. Kita pun, khususnya orang dewasa, perlu tahu apa saja gejala radang usus buntu sehingga bisa mengantisipasi dan mencari bantuan medis. 

Apendisitis atau peradangan usus buntu terjadi saat bagian dalam apendiks atau usus buntu tersumbat. Ini bisa disebabkan oleh berbagai infeksi, seperti virus, bakteri, atau parasit di di saluran pencernaan. Usus buntu juga bisa terjadi ketika saluran yang menghubungkan usus besar dan usus buntu tersumbat atau terperangkap oleh tinja. Kadang tumor juga bisa menyebabkan radang usus buntu.

Nantinya usus buntu akan terasa sakit dan bengkak. Pasokan darah ke usus buntu terhenti karena pembengkakan dan rasa sakit semakin parah. Tanpa aliran darah yang cukup, usus buntu mulai mati. Usus buntu bisa pecah (ruptur) atau mengembangkan lubang atau robekan di dindingnya, yang mana membuat tinja, lendir, dan infeksi bocor melewatinya dan masuk ke dalam perut. Ini bisa mengakibatkan peritonitis, yang merupakan infeksi serius.

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi radang usus buntu atau apendisitis (dallasnews.com)

Apendisitis biasa dialami semua usia, paling sering mulai dari anak-anak yang berusia lebih tua hingga orang dewasa usia 30-an. Kondisi ini paling sering terjadi pada dekade kedua kehidupan.

Berdasarkan laporan dalam World Journal of Surgery tahun 2021, pada tahun 2019 diperkirakan ada 17,7 juta kasus (angka insidennya 228 per 100.000) dengan lebih dari 33.400 kematian (0,43 per 100.000).

Baik jumlah absolut maupun insidennya telah meningkat dari tahun 1990 hingga 2019 (+ 38,8 persen dan +11,4 persen, masing-masing). Jumlah kematian dan kematian per 100.000 menurun selama periode ini (−21,8 persen dan −46,2 persen, masing-masing).

Yang membuat radang usus buntu berbahaya adalah komplikasinya, yaitu usus buntu pecah atau ruptur. Ini bisa terjadi bila usus buntu yang meradang tidak segera diangkat. Pecahnya usus buntu bisa menyebabkan infeksi dalam perut atau peritonitis. Ini merupakan kondisi yang sangat serius dan bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani.

Mengingat radang usus bisa berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat, kita harus mewaspadai. Salah satunya adalah dengan mengetahui gejala usus buntu agar kita bisa segera mencari bantuan medis.

1. Sakit perut di area pusar

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi sakit perut di area pusar (freepik.com/drobotdean)

Dilansir Health, nyeri radang usus buntu kadang muncul di perut bagian kanan bawah. Namun, tanda awal pertama biasanya berupa ketidaknyamanan dekat area pusar, yang lalu bisa berpindah atau menjalar ke bagian bawah perut.

Beberapa orang, termasuk anak-anak dan ibu hamil mungkin mengalami nyeri di area yang berbeda di perut atau di area perut samping.

Nyerinya juga akan memburuk bila kamu menggerakkan kaki atau perut, batuk atau bersin, atau saat mengalami goncangan (misalnya selama perjalanan di mobil yang melewati jalanan rusak).

2. Nyeri memburuk dengan cepat

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi sakit perut kanan bawah akibat radang usus buntu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bila rasa sakit sudah dialami di perut bagian bawah, nyeri yang dirasakan bisa sangat intens. Saking sakitnya, radang usus buntu bisa membangunkan tidur seseorang. Saat terjadi, keparahan nyeri akan meningkat dengan cepat—dalam hitungan jam.

Baca Juga: 10 Cara Sederhana Mencegah Usus Buntu, Gak Sampai Meradang dan Operasi

3. Demam ringan dan menggigil

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi demam dan merasa kedinginan (freepik.com/user18526052)

Gejala radang usus buntu mungkin mirip dengan gastroenteritis atau flu perut, termasuk demam ringan, menggigil, dan gemetar.

Bila kamu mengalami sakit perut dengan demam 37,7 derajat Celcius, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, bila demam mencapai 39,4 derajat Celcius dan sakit perut cukup parah sampai membuatmu tak bisa berdiri tegak, itu mungkin apendisitis.

4. Mual, muntah, dan hilang nafsu makan

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi mual dan muntah pada orang dengan radang usus buntu (kflaph.ca)

Mengutip laman Cedars Sinai, mual dan muntah dihubungkan dengan radang usus buntu, sementara diare lebih konsisten terjadi pada infeksi gastrointestinal. 

Nafsu makan bisa berkurang atau menghilang bahkan bila ditawari makanan favoritnya. Biasanya gejala ini dialami akibat rasa sakit yang dirasakan hingga menyebabkan hilang selera makan.

5. Konstipasi atau diare

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi konstipasi atau diare (freepik.com/jcomp)

Gejala ini umumnya tidak parah dan mungkin muncul setelah gejala sakit perut dirasakan. Akan tetapi, bila ada diare ringan, khususnya bila melihat banyak lendir dalam feses, selain merasakan gejala nyeri perut bagian bawah, segera periksa ke dokter.

6. Perut kembung dan bergas

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi perut kembung dan bergas (today.com)

Beberapa makanan atau porsi makan yang terlalu banyak bisa menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan. Namun, bila setelahnya kamu tidur dan ketika bangun tidur keesokan harinya masih mengalami sakit perut, atau rasa sakit memburuk, kamu mesti waspada.

Selain itu, waspada juga bisa mengalami perut kembung lebih dari dua hari, memiliki banyak gas yang disertai dengan sakit usus, atau kesulitan mengeluarkan gas.

Itu semua adalah gejala umum yang mungkin menandakan apendisitis jika terjadi bersamaan dengan tanda-tanda lain, seperti demam dan nyeri perut kanan bawah.

7. Nyeri lepas tekan

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi nyeri lepas tekan pada kasus radang usus buntu (medicalnewstoday.com)

Nyeri lepas tekan atau rebound tenderness terjadi saat kamu menekan bagian kanan bawah perut dan kemudian mengalami rasa sakit saat melepaskan tekanan. Bila memang terasa sakit, jangan tekan lagi perutmu, segera periksakan diri ke dokter khususnya bila disertai demam, mual, atau gejala lainnya.

Diagnosis radang usus buntu

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi dokter memeriksa pasien yang dicurigai mengalami radang usus buntu atau apendisitis (artisansofmedicine.com)

Menurut keterangan dari National Health Service, diagnosis bisa sulit kecuali bila ada gejala khas, yang hanya ada pada sekitar setengah dari semua kasus.

Selain itu, usus buntu pada beberapa orang mungkin terletak di bagian tubuh yang sedikit berbeda, seperti:

  • Panggul
  • Di belakang usus besar
  • Di sekitar usus kecil
  • Dekat bagian kanan bawah organ hati

Beberapa orang juga mengalami gejala mirip radang usus buntu, tetapi penyebabnya adalah kondisi lain seperti:

  • Gastroenteritis
  • Sindrom iritasi usus besar yang parah
  • Konstipasi
  • Infeksi kandung kemih atau saluran urine

Dokter akan menanyakan seputar gejala, memeriksa perut, dan melihat apakah nyeri yang dirasakan memburuk setelah area sekitar usus buntu ditekan. Bila ada gejala khas usus buntu, dokter biasanya akan bisa langsung menegakkan diagnosis. Pada kasus ini, pasien akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk secepatnya mendapat pengobatan.

Pengobatan radang usus buntu

7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa, Jangan Lengah!ilustrasi bekas luka operasi usus buntu (medanta.org)

Berdasarkan keterangan dari Johns Hopkins Medicine,  radang usus buntu adalah kondisi darurat medis. Sangat mungkin usus buntu akan pecah dan menyebabkan infeksi serius yang bisa berakibat fatal. Untuk itu, pada hampir semua situasi, dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat usus buntu.

Usus buntu mungkin akan diangkat lewat operasi terbuka usus buntu atau menggunakan laparoskopi.

  • Metode operasi terbuka (tradisional). Pasien akan diberikan anestesi. Sayatan atau insisi dibuat di sisi kanan bawah perut, lalu dokter akan mengeluarkan usus buntu. Bila sudah pecah, maka tabung kecil (shunt) bisa ditempatkan untuk mengalirkan nanah dan cairan lain perut. Shunt akan dikeluarkan dalam beberapa hari bila dokter menganggap infeksi sudah hilang.

  • Metode laparoskopi. Setelah diberi anestesi, dokter akan menggunakan beberapa sayatan kecil dan kamera (laparoskop) untuk melihat ke dalam perut. Alat bedah ditempatkan melalui beberapa sayatan kecil. Metode ini sering kali bisa dilakukan bahkan jika usus buntu sudah pecah.

Bila belum pecah, pemulihan hanya akan makan waktu beberapa hari. Namun, bila usus buntu sudah pecah, waktu pemulihan akan lebih lama dan pasien akan butuh antibiotik.

Radang usus buntu adalah kondisi darurat medis yang butuh penanganan sesegera mungkin. Segera temui dokter atau cari pertolongan medis darurat bila kamu, orang dewasa lainnya, atau anak mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi. Dokter akan bertindak untuk mengatasinya, mengurangi gejala, sekaligus mencegah komplikasi berbahaya.

Baca Juga: 7 Penyebab Usus Buntu Secara Umum dan Wajib Untuk Diketahui

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya