Comscore Tracker

Perbedaan Benjolan Tumor dan Kista, Sekilas Tampak Mirip!

Sebelum menemui dokter, ini cara simpel mengidentifikasinya

Saat menemukan sebuah gumpalan atau benjolan di kulit atau di bawah permukaan kulit, wajar kalau kita khawatir dan bertanya-tanya apa itu atau apa penyebabnya. Ini karena benjolan bisa merupakan tumor atau kista, bahkan berpotensi kanker. 

Akan tetapi, tidak semua benjolan akan menjadi tumor ganas. Beberapa mungkin, tetapi beberapa lainnya hanyalah kista jinak. Bila kamu menemukan benjolan baru di kulit, baiknya segera buat janji temu dengan dokter. Sementara menunggu, berikut ini hal-hal yang perlu diketahui tentang perbedaan tumor dan kista.

1. Kista

Perbedaan Benjolan Tumor dan Kista, Sekilas Tampak Mirip!ilustrasi kista ganglion di area pergelangan tangan (commons.wikimedia.org/Romina24)

Mengutip Cleveland Clinic, kista adalah kantung berisi cairan, gas, atau bahan semi padat yang terbentuk di bagian tubuh. Jenis kista ada beragam. Meskipun ukurannya bisa berbeda-beda, tetapi kebanyakan kista berbentuk bulat, halus, dan mudah digerakkan.

Hal-hal yang dapat menyebabkan kista terbentuk antara lain:

  • Ada sesuatu yang menyumbat kelenjar atau sistem drainase tubuh.
  • Cairan atau material di kelenjar atau saluran pembuangan tidak dapat mengalir, sehingga menumpuk ibarat bendungan yang menghalangi sungai.
  • Tubuh mengenali penyumbatan dan membentuk dinding jaringan parut (kantung) di sekitar cairan atau material.
  • Jaringan parut menahan cairan atau material seperti balon air, membentuk kista.

Kista dapat terbentuk di atau pada:

  • Kelenjar dan saluran, seperti di payudara.
  • Organ dalam, seperti ovarium, ginjal, atau hati.
  • Sendi, seperti pergelangan tangan atau lutut.
  • Kulit, sering kali dari kondisi seperti jerawat atau folikulitis.

Kista bisa terbentuk karena berbagai alasan. Misalnya, kista dapat terjadi karena kondisi medis, seperti penyakit ginjal polikistik. Kista mungkin juga normal, seperti yang terbentuk di ovarium selama ovulasi. Selain itu, banyak pula perempuan mengembangkan kista di payudara karena hormon terus berubah selama siklus menstruasi. Akan tetapi, kista juga bisa terbentuk tanpa penyebab yang jelas.

Kemungkinan untuk kista berubah menjadi kanker sangat rendah. Kasusnya bisa dibilang jarang. Sebagian besar kista tidak berbahaya. Namun, jika menyebabkan rasa sakit atau terinfeksi, kemungkinan besar dokter harus mengangkatnya.

2. Tumor

Perbedaan Benjolan Tumor dan Kista, Sekilas Tampak Mirip!ilustrasi lipoma subkutan superfisial (commons.wikimedia.org/Jmarchn)

Sel-sel tubuh kita tumbuh dan membelah dengan kecepatan tertentu. Beberapa sel mati, sementara yang baru terbentuk. Jika ada yang salah dengan proses ini, tumor bisa berkembang.

Tumor adalah massa atau gumpalan jaringan yang terbentuk ketika sel tumbuh dan membelah terlalu cepat. Banyak tumor yang jinak, yang berarti mereka bukan kanker dan tidak akan menyebar.

Dilansir SERO, tumor bisa muncul di mana saja di tubuh. Ada juga kemungkinan seseorang mengembangkan beberapa tumor dalam sistem tubuh yang berbeda yang jinak, dan tidak memengaruhi fungsi secara merugikan.

Tumor yang paling jelas dapat dirasakan dengan meraba atau sedikit meremas benjolan atau gumpalan dan memperhatikan garis tegas. Ini pada dasarnya adalah proses yang sama yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan bulanan untuk kanker payudara, serta pemeriksaan testis untuk potensi pertumbuhan.

Jenis tumor yang umum dan di mana mereka muncul meliputi:

  • Adenoma adalah tumor yang timbul dari gangguan siklus seluler di dalam jaringan epitel kelenjar. Jaringan epitel adalah jaringan yang menutupi kelenjar, organ, dan struktur tubuh. Misalnya, selaput tipis yang mengelilingi paru-paru (pleura) dapat mengembangkan adenoma. Selanjutnya, perkembangan polip di dalam jaringan adalah jenis adenoma. Tumor ini tidak dimulai sebagai kanker, tetapi berpotensi menjadi kanker. Jika adenoma menjadi kanker, ini disebut adenokarsinoma.

  • Fibroid dan fibroma adalah tumor yang muncul dari jaringan ikat organ. Salah satu jenis fibroid yang paling umum ditemukan di jaringan menciptakan massa di dalam rahim. Fibroid rahim dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, termasuk inkontinensia urine, perdarahan vagina, ketidaknyamanan umum, dan nyeri panggul. Fibroid juga mungkin memiliki keadaan lunak atau keras, sehingga diagnosisnya bisa sulit. Karakteristik yang tepat dari fibroid tergantung pada rasio relatif dari serat ke sel-sel dalam pertumbuhan. Jika fibroid berkembang menjadi keadaan ganas, ini disebut fibrosarkoma.

  • Hemangioma adalah tumor pembuluh darah yang mungkin muncul di permukaan kulit, menyerupai bercak merah yang bisa cukup besar. Mereka umumnya muncul saat lahir dan menghilang selama beberapa bulan atau tahun. Meskipun biasanya tidak butuh perawatan, mereka yang berusia di atas 10 tahun bisa mempertimbangkan operasi pengangkatan laser untuk tujuan kosmetik.

  • Lipoma adalah jenis tumor jaringan lunak yang paling umum. Mereka adalah hasil dari pertumbuhan sel-sel lemak yang berkelanjutan. Sementara banyak yang ukurannya kecil, yang lain bisa tumbuh lebih besar. Ini lebih umum pada orang-orang usianya di atas 40 tahun, dan para ahli masih belum sepakat apakah lipoma dapat berubah atau menjadi kanker.

Tumor prakanker butuh pemantauan ketat, dan ini juga ada beberapa jenis. Misalnya, keratosis aktinik dapat muncul sebagai bercak berkerak, bersisik, dan tebal pada kulit. Jenis tumor prakanker lainnya mungkin muncul di leher rahim, butuh pengangkatan melalui teknik pembekuan, serta tumor di dalam paru-paru. Bahkan dalam kasus ini, mereka umumnya lebih rentan terhadap pengobatan.

Tumor ganas berpotensi meningkatkan angka kematian, dan tingkat replikasi seluler mengakibatkan risiko penyebaran ke sistem tubuh lain dan berdampak pada kesehatan. Beberapa jenis umum termasuk kanker kulit dan sarkoma, yang masing-masing terbentuk dari jaringan kulit atau jaringan ikat. Ini adalah tumor yang paling mungkin dikenali sebagai pertumbuhan pada tubuh.

Baca Juga: Kista Baker: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

3. Membedakan kista dan tumor

Hanya dokter yang bisa membedakan dengan pasti apakah sebuah benjolan itu tumor atau kista. Namun, kamu tetap bisa mencoba memperhatikan karakteristiknya sebelum janji temu dengan dokter.

Karakteristik benjolan kista antara lain:

  • Terasa sakit atau lembut saat disentuh.
  • Memiliki pori-pori, titik, atau komedo di tengahnya.
  • Kebocoran cairan berwarna kekuningan atau hijau.
  • Terlihat kemerahan atau teriritasi.
  • Bergerak di bawah kulit saat kamu menekan atau mencoba menggerakkannya.

Sementara itu, benjolan bisa merupakan tumor jika:

  • Terasa padat saat disentuh, hampir mirip batu.
  • Muncul tiba-tiba atau terlihat berkembang pesat.
  • Tidak bergerak saat kamu menekannya.

4. Tes untuk diagnosis kista atau tumor

Perbedaan Benjolan Tumor dan Kista, Sekilas Tampak Mirip!ilustrasi pemeriksaan benjolan di kulit oleh dokter (skincancer.org)

Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui apakah benjolan tersebut kista atau tumor. Ini meliputi:

  • Ultrasonografi (USG): Untuk menentukan apakah isi massa berupa cairan atau padat.
  • CT scan: Pemeriksaan dengan sinar-X ini akan menghasilkan gambar 3D bagian dalam tubuh.
  • MRI: Magnet dan komputer khusus mengambil gambar organ dan struktur internal tanpa radiasi.
  • Mamografi: Ini merupakan pemeriksaan sinar-X pada payudara untuk mencari kelainan pada jaringan payudara. 

Apabila hasil tes menunjukkan kista, dokter mungkin merekomendasikan drainase atau mengeringkannya dengan prosedur medis. Akan tetapi, dalam banyak kasus kista tidak perlu dikeringkan kecuali jika mengganggu.

Terkadang, dokter mungkin melakukan biopsi untuk menentukan dengan apakah benjolan tersebut kista atau tumor. Dokter akan menggunakan jarum khusus untuk mengambil sampel kecil dari benjolan atau gumpalan, yang kemudian mengirimkannya ke laboratorium untuk pengujian.

5. Pengobatan tumor dan kista

Perawatan untuk kista dan tumor akan bergantung pada penyebabnya, apakah itu kanker, dan lokasinya terbentuk, mengutip Healthline.

Kebanyakan kista tidak butuh perawatan. Apabila terasa sakit atau kista memengaruhi penampilan atau membuat tak nyaman, dokter dapat menghilangkannya atau mengalirkan cairan yang ada di dalamnya. Jika isi kista dikeluarkan, ada kemungkinan kista akan tumbuh kembali dan butuh pengangkatan total.

Tumor jinak juga biasanya tidak memerlukan pengobatan. Jika tumor berdampak pada area terdekat atau menyebabkan masalah lain, kemungkinan pembedahan diperlukan untuk mengangkatnya.

Sementara itu, tumor kanker hampir selalu butuh pengobatan dengan operasi pengangkatan, terapi radiasi, atau kemoterapi. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin butuh kombinasi dari ketiganya.

6 Bila melihat tanda-tanda peringatan ini, segera temui dokter

Perbedaan Benjolan Tumor dan Kista, Sekilas Tampak Mirip!Iustrasi konsultasi dokter (pexels.com/cottonbro)

Segera temui dokter jika kamu menemukan benjolan di kulit mengalami:

  • Perdarahan atau ada cairan yang keluar.
  • Perubahan warna.
  • Tumbuh dengan cepat.
  • Gatal.
  • Ruptur atau pecah.
  • Kemerahan atau bengkak.

Itulah perbedaan benjolan tumor dan kista. Menemukan benjolan pada tubuh tentu bisa bikin kita khawatir. Namun, jangan menebak-nebak atau membuat diagnosis sendiri. Tindakan paling bijak yang bisa kamu lakukan adalah dengan menemui dokter. Dokter akan melakukan beberapa tes, menentukan diagnosis, dan menentukan perawatan terbaik.

Baca Juga: 7 Jenis Tumor Jinak yang Sering Muncul di Tubuh, Kenali!

Topic:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya