Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang laki-laki mengalami obesitas.
ilustrasi obesitas (IDN Times/NRF)

Intinya sih...

  • Obesitas meningkatkan risiko rawat inap atau kematian akibat infeksi hingga 70 persen.

  • Hingga 11 persen kematian akibat infeksi global dapat dikaitkan dengan obesitas.

  • Risiko meningkat hampir di semua jenis infeksi, termasuk COVID-19 dan pneumonia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, obesitas lebih sering dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes, atau stroke. Namun, penelitian besar yang dipublikasikan di The Lancet (2025) menunjukkan gambaran yang lebih luas: obesitas juga berkaitan erat dengan risiko infeksi berat, bahkan hingga meningkatkan risiko rawat inap atau kematian sebesar 70 persen dibanding individu dengan berat badan sehat.

Tim peneliti Universitas Helsinki menganalisis data dari 67.766 orang dewasa di Finlandia dan mengulanginya pada 479.498 peserta UK Biobank. Mereka menggunakan data registri nasional rawat inap dan kematian pada tahun 2018, 2021, dan 2023 untuk melihat hubungan obesitas dengan 925 jenis penyakit infeksi, mulai dari infeksi bakteri, virus, parasit, hingga jamur.

Hasilnya konsisten pada dua populasi besar tersebut. Individu dengan obesitas kelas 3 (BMI ≥40 kg/m²) memiliki risiko sekitar tiga kali lipat lebih tinggi untuk dirawat inap atau meninggal akibat infeksi dibandingkan mereka dengan BMI sehat. Risiko ini tetap terlihat di berbagai ukuran obesitas lain seperti lingkar pinggang dan rasio pinggang-tinggi badan.

Terlihat pada hampir semua jenis infeksi

Penelitian ini tidak hanya melihat satu atau dua penyakit. Dari 925 penyakit infeksi yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan peningkatan risiko pada orang dengan obesitas.

Secara keseluruhan, hazard ratio (HR) gabungan untuk infeksi berat—fatal maupun nonfatal—pada semua kelas obesitas adalah 1,7. Artinya, risiko meningkat 70 persen dibanding kelompok berat badan sehat.

Beberapa temuan penting:

  • Infeksi virus: Risiko meningkat hingga dua kali lipat (HR hingga 2,0), dan untuk infeksi virus akut mencapai 2,3.

  • COVID-19: HR 2,3.

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak: Risiko paling tinggi, HR 2,8.

  • Infeksi bakteri tertentu (misalnya mycoplasma): HR hingga 2,1.

  • Tuberkulosis dan HIV: Tidak ditemukan hubungan peningkatan risiko dalam analisis ini.

Selama masa tindak lanjut, tercatat lebih dari 8.000 infeksi baru di kohort Finlandia dan lebih dari 81.000 di UK Biobank. Ketika estimasi risiko ini diaplikasikan pada data beban penyakit global, para peneliti memperkirakan sekitar 8,6 persen kematian akibat infeksi pada tahun 2018 terkait dengan obesitas. Angka ini naik menjadi 15 persen pada tahun 2021 (masa pandemi COVID-19), dan 10,8 persen pada tahun 2023.

Secara global, diperkirakan 9–11 persen kematian akibat infeksi dapat dicegah jika obesitas dieliminasi—dan selama pandemi, angkanya bisa mencapai 15 persen.

Mengapa obesitas dapat memperparah kondisi?

ilustrasi kelebihan berat badan (IDN Times/Novaya Siantita)

Hubungan ini bukan kebetulan statistik. Peneliti menjelaskan sejumlah mekanisme biologis yang mungkin berperan. Obesitas memicu perubahan anatomis, metabolik, dan imunologis yang memengaruhi respons tubuh terhadap infeksi.

Kondisi seperti resistansi insulin dan hiperglikemia menciptakan lingkungan kaya nutrisi yang mendukung pertumbuhan patogen. Peradangan kronis tingkat rendah, yang umum pada obesitas, juga dapat mengganggu berbagai jalur sistem imun. Dengan kata lain, tubuh berada dalam kondisi "siaga” yang justru membuat respons terhadap infeksi menjadi kurang efektif.

Penulis utama studi, Solja Nyberg, PhD, menekankan bahwa jika prevalensi obesitas terus meningkat secara global, jumlah rawat inap dan kematian akibat infeksi kemungkinan akan ikut meningkat. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan kesehatan publik yang mendukung akses makanan sehat, aktivitas fisik, serta memastikan individu dengan obesitas mendapatkan vaksinasi sesuai rekomendasi.

Temuan ini memperluas cara kita memandang obesitas, yang merupakan faktor risiko yang memengaruhi ketahanan tubuh terhadap ancaman infeksi sehari-hari—dari flu hingga penyakit yang lebih serius.

Referensi

Nyberg, Solja T et al. "Adult obesity and risk of severe infections: a multicohort study with global burden estimates." The Lancet, Volume 0, Issue 0. 10.1016/S0140-6736(25)02474-2.

“Obesity Confers 70% Higher Risk of Infection-Related Severe Outcomes, Study Suggests." University College London. Diakses Februari 2026.

Editorial Team