Saat memeriksa darah, dokter biasanya melihat kadar hemoglobin (Hb), salah satu penanda anemia. Namun, kekurangan zat besi dapat terjadi sebelum Hb turun. Salah satu pemeriksaan yang bisa memberi petunjuk lebih awal adalah reticulocyte hemoglobin equivalent (RET-He).
Pemeriksaan RET-He mengukur jumlah hemoglobin di dalam retikulosit, yaitu sel darah merah yang baru terbentuk. Hasilnya dapat menunjukkan ketersediaan zat besi untuk membuat hemoglobin dalam sel darah merah yang baru.
“RET-He bisa menjadi satu alternatif kalau, misalnya, di daerah Indonesia belum semuanya bisa melakukan pemeriksaan ferritin,” kata Prof. Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A(K), Subsp.H.Onk.(K), dari Unit Kerja Koordinasi Hematologi Onkologi IDAI, dalam seminar media pada Selasa (6/10).
