Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seseorang mengalami diare (freepik.com/jcomp)
ilustrasi seseorang mengalami diare (freepik.com/jcomp)

Intinya sih...

  • Apa yang kamu makan dan minum pada pagi hari bisa memengaruhi kondisi pencernaanmu.

  • Apa yang kamu minum pada malam sebelumnya juga bisa jadi alasan mengapa pagi harimu diawali dengan diare.

  • Obat-obatan, laksatif, alergi atau intoleransi makanan, serta stres juga bisa menjadi penyebab diare setiap pagi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, buang air besar pada pagi hari adalah hal yang biasa. Namun, ketika tinja yang keluar encer dan terjadi berulang setiap pagi, kondisi ini bisa dikategorikan sebagai diare. Menariknya, sebagian orang mungkin mengalaminya tanpa rasa sakit atau gejala tambahan. Sementara pada kasus lain, diare pagi bisa datang bersama keluhan lain, seperti nyeri atau kram perut, mual, muntah, demam, perut kembung, hingga adanya darah dalam tinja.

Mengabaikan diare pagi hari bisa berisiko, terutama jika berlangsung terus-menerus. Kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan kronis, mulai dari sindrom iritasi usus besar, infeksi bakteri, hingga efek dari pola makan yang kurang tepat. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa lebih waspada sekaligus menemukan solusi yang tepat. Mari telusuri lebih jauh apa saja yang bisa memicu diare pada pagi hari.

1. Sindrom iritasi usus besar

Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah salah satu penyebab utama diare pagi hari. Kondisi ini merupakan masalah pada usus besar. Selain diare, gejala IBS dapat meliputi:

  • Kembung.

  • Gas.

  • Sembelit.

  • Kram perut.

  • Lendir dalam tinja.

Penyebab IBS belum diketahui secara pasti. Akan tetap, diketahui bahwa stres, perubahan rutinitas harian, dan makanan tertentu dapat memicu diare pagi hari dan gejala lainnya.

2. Pola makan

Apa yang kamu makan dan minum pada pagi hari bisa memengaruhi kondisi pencernaanmu. Contohnya, jika kamu terbiasa memulai hari dengan secangkir kopi atau teh, kandungan kafein di dalamnya bisa memicu peningkatan asam lambung sekaligus merangsang otot-otot usus agar lebih cepat bergerak. Hasilnya, tinja menjadi lebih encer, dan tak jarang kamu langsung mengalami diare setelah menyeruput minuman tersebut.

Bukan hanya kafein, bahan pemanis buatan atau pengganti gula seperti sorbitol dan fruktosa yang banyak terdapat pada minuman, makanan manis, maupun permen karet, juga bisa menimbulkan diare. Hal ini terjadi karena tubuh tidak sepenuhnya mampu menyerap jenis gula tersebut.

Bagi sebagian orang, produk susu pun bisa menjadi pemicu. Mereka yang mengalami intoleransi laktosa akan kesulitan mencerna gula alami dalam susu, sehingga akhirnya memicu gejala pencernaan, termasuk diare pada pagi hari.

3. Alkohol

ilustrasi alkohol (unsplash.com/Vinicius "amnx" Amano)

Segelas bir atau wine pada malam hari mungkin terasa menyenangkan, tetapi dampaknya pada tubuh bisa bertahan hingga esok pagi. Salah satunya adalah diare.

Alkohol bekerja dengan mempercepat gerakan otot-otot di usus besar untuk mendorong tinja keluar. Akibatnya, usus besar tidak sempat menyerap air dengan baik, sehingga tinja menjadi lebih encer.

Tak hanya itu, beberapa minuman beralkohol—seperti bir dan wine—mengandung kadar sulfit yang cukup tinggi. Bagi orang dengan IBS, kandungan ini dapat memperburuk gejala, termasuk meningkatkan frekuensi diare.

Dengan kata lain, apa yang kamu nikmati pada malam sebelumnya bisa jadi alasan mengapa pagi harimu diawali dengan diare.

4. Efek samping obat

Banyak obat yang kamu minum pada malam hari dapat menyebabkan diare pada pagi harinya. Ini termasuk:

  • Antasida.

  • Antibiotik.

  • Obat hipertensi.

  • Obat aritmia jantung.

  • Obat antiinflamasi nonsteroid.

Obat yang mengandung magnesium, seperti antasida, dapat menyebabkan diare karena dosis mineral yang lebih tinggi dapat menyebabkan diare. Dalam kasus antibiotik, obat tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri C. diff yang berlebihan dalam usus, yang dapat menyebabkan diare. Suplemen, vitamin, dan mineral juga dapat menyebabkan diare.

5. Laksatif

Laksatif atau pencahar adalah obat yang digunakan untuk membantu mengatasi sembelit dengan cara meningkatkan pergerakan usus. Mengonsumsi laksatif sebelum tidur dapat menyebabkan diare pada pagi hari. Beberapa makanan dapat memiliki efek serupa jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup tinggi. Ini termasuk makanan yang tinggi poliol, seperti:

  • Beberapa buah, termasuk aprikot dan pir.

  • Permen mint, permen karet, atau permen bebas gula.

  • Pemanis rendah kalori.

  • Sirop obat batuk atau permen pelega tenggorokan.

6. Alergi atau intoleransi makanan

ilustrasi makanan (pexels.com/Kaboompics.com)

Orang yang mengonsumsi makanan pemicu alergi dapat mengalami iritasi usus, yang menyebabkan diare pada pagi hari. Gejala potensial lain dari alergi makanan, meliputi:

  • Kemerahan pada kulit.

  • Gatal-gatal.

  • Hidung berair atau tersumbat.

  • Bersin.

  • Mual.

  • Sakit perut.

  • Muntah.

Beberapa alergi makanan yang paling umum meliputi alergi susu, kacang, dan telur. Dokter dapat menguji alergi makanan untuk menentukan apa yang mungkin menyebabkan alergi pada seseorang.

Kemungkinan serupa adalah intoleransi makanan. Ini berbeda dari alergi, tetapi juga dapat mengakibatkan diare karena tubuh tidak dapat mencerna makanan tertentu. Intoleransi laktosa adalah salah satu contohnya.

7. Stres dan kecemasan

Stres dapat menyebabkan berbagai gejala fisik, seperti perut yang tegang dan keinginan untuk buang air besar. Gejala stres cenderung menghilang saat kamu tidur. Akan tetapi, jika kamu merasa stres kembali saat bangun pagi, diare dapat terjadi.

Saluran pencernaan memiliki jenis sistem sarafnya sendiri yang merespons hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh. Mungkin sebagai cara untuk mengeluarkan racun dari tubuh, hormon stres mempercepat pergerakan di usus besar, yang dapat menyebabkan diare. Jika kamu mengalami kecemasan, yaitu perasaan khawatir, gelisah, atau takut yang tidak terkait dengan situasi tertentu, hal itu dapat menyebabkan serangan diare pagi yang kronis.

Diare setiap pagi dapat menjadi tanda infeksi, masalah pola makan, efek samping obat, stres, atau masalah kesehatan yang mendasarinya. Diare dapat berdampak negatif pada rutinitas pagi. Jadi, penting untuk mencari tahu penyebabnya agar kamu dapat mengobati dan mencegahnya.

Referensi

"Diarrhea Every Morning? Possible Causes and Treatment." Health. Diakses pada Agustus 2025.
"Morning Diarrhea: Causes and Treatments." Healthline. Diakses pada Agustus 2025.
"What Could Be the Cause of Morning Diarrhea?" Medical News Today. Diakses pada Agustus 2025.

Editorial Team