Nyeri di paha bagian atas setelah berlari mungkin bukan cuma pegal biasa. Bagi banyak pelari, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, sensasi sakit ini kerap muncul setelah sesi lari panjang, tempo run, ataupun setelah meningkatkan jarak latihan. Munculnya nyeri bisa membingungkan karena lokasi dan sensasinya berbeda-beda, mulai dari nyeri tumpul di depan paha hingga rasa ketegangan di bagian panggul atas.
Secara anatomi, paha bagian atas dibentuk oleh kelompok otot besar seperti quadriceps dan hip flexor, serta jaringan ikat dan tendon yang bekerja setiap kali kamu mendorong tubuh ke depan. Selama lari, otot-otot ini bekerja secara repetitif dan menanggung beban dari sirkulasi beban tubuh yang terus berjalan atau berlari, sehingga risiko stres atau cedera juga meningkat apabila teknik, pemanasan, atau rutinitas pemulihan kurang optimal.
Memahami penyebab nyeri ini penting agar pelari bisa membedakan antara nyeri ringan yang normal dengan keluhan yang berpotensi mengganggu performa atau memerlukan intervensi medis.
