Stroke tidak lagi cuma soal orang tua. Dalam beberapa tahun terakhir, cukup sering dokter menemukan orang yang masih bekerja, punya keluarga kecil, atau baru memasuki usia produktif, yang tiba-tiba kehilangan kemampuan bicara atau mengangkat salah satu lengan akibat stroke.
Perubahan pola hidup, tekanan kerja, dan risiko seperti hipertensi serta obesitas membuat gambaran klinis stroke bergeser ke usia yang lebih muda; menurut tinjauan global, proporsi stroke pada kelompok usia 15–49 tahun mencapai hampir 15 persen dari seluruh kejadian stroke.
Data global juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Setelah penurunan insiden stroke pada beberapa dekade lalu, angka kejadian pada kelompok usia muda mulai naik lagi sejak pertengahan 2010-an—terutama di kawasan Asia Tenggara dan negara berpenghasilan menengah ke bawah, di mana beban penyakit kardiovaskular stagnan atau bahkan meningkat. Ini berarti lebih banyak keluarga yang kehilangan pencari nafkah saat usia produktif karena kejadian stroke yang kerap dianggap sebagai penyakit masa tua.
Upaya pencegahan lewat kontrol tekanan darah, deteksi dini diabetes, dan perubahan gaya hidup jadi kunci untuk membendung tren stroke pada usia.
Lantas, apa saja penyebab stroke pada usia muda? Baca terus sampai tuntas, ya.
