Cacar air atau varisela disebabkan oleh virus varicella-zoster. Sementara itu, campak atau rubeola disebabkan oleh virus campak.
Keduanya sangat menular, bahkan 90 persen kontak dekat yang belum pernah terkena cacar air atau divaksinasi akan mengembangkan penyakit tersebut. Begitu pula dengan campak, 9 dari 10 orang yang tidak divaksinasi akan mengalami penyakit ini jika berada di dekat seseorang yang mengidapnya.
Virus penyebab campak dan cacar air airborne, yang artinya kamu bisa tertular kalau menghirup droplet seseorang yang mengidapnya. Kamu juga bisa tertular jika menyentuh permukaan atau benda yang telah bersentuhan dengan pengidapnya. Cairan dari lepuh yang pecah juga bisa menyebarkan cacar air.
Kedua virus juga menular sebelum tanda-tanda yang terlihat dari kondisi tersebut muncul.
Orang dengan cacar air dapat menularkan virus ke orang lain hingga 2 hari sebelum ruam muncul. Mereka tetap dapat menular sampai semua lepuh pecah dan berkeropeng.
Infeksi cacar air biasanya berlangsung selama 4–7 hari. Orang-orang dalam kelompok risiko tinggi, seperti yang sistem kekebalannya lemah, mungkin sakit lebih lama. Mereka juga lebih berisiko komplikasi.
Orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus ke orang lain hingga 4 hari sebelum ruam timbul, dan bisa menularkan virus selama 4 hari setelah ruam muncul.
Campak bisa butuh waktu lebih lama untuk sembuh, kadang 2–3 minggu. Komplikasi yang dapat ditimbulkan meliputi infeksi telinga, pneumonia, bronkitis, dan ensefalitis.