Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan duduk di depan kipas angin.
ilustrasi duduk di depan kipas angin (freepik.com/jcomp)

Intinya sih...

  • Tidur dengan kipas angin menyala menawarkan sejumlah manfaat, seperti efek pendinginan, white noise, penyegar udara, dan pencegahan SIDS.

  • Biasanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan masalah kesehatan serius. Namun, bisa memperburuk alergi atau asma, menyebarkan kuman, mengeringkan hidung dan kulit.

  • Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan penggunaan kipas angin saat tidur sambil meminimalkan potensi efek samping.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang tidur dengan kipas angin menyala, terutama saat cuaca sedang panas. Kipas angin membuat tubuh tetap sejuk dan tidur jadi lebih nyenyak. Namun, beberapa orang khawatir jika tidur dengan kipas angin membawa lebih banyak dampak negatif daripada manfaat.

Untuk menjawab kekhawatiranmu, yuk ketahui plus minus tidur dengan kipas angin menyala. Juga, apakah kipas angin menyebabkan sakit? Yuk, bahas satu per satu lewat ulasan di bawah ini!

1. Potensi manfaat tidur dengan kipas angin

Tidur dengan kipas angin menyala menawarkan sejumlah manfaat, seperti:

  • Efek pendinginan: Manfaat paling nyata dari kipas angin adalah dapat membuatmu tetap sejuk dan nyaman saat tidur.

  • White noise: Banyak orang menyukai efek white noise dari suara kipas angin. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 40 bayi baru lahir, para peneliti menemukan bahwa 80 persen tertidur dalam waktu 5 menit setelah terpapar white noise dibandingkan dengan 25 persen bayi dalam kelompok kontrol (Archives of Disease in Childhood, 1990).

  • Penyegar udara: Kipas angin dapat membantu mengedarkan udara pengap dan menyegarkan ruangan. Ini dapat membuat kamar tidur tidak terlalu pengap dan mencegah bau tidak sedap.

  • Pencegahan SIDS: Penelitian menunjukkan bahwa menyalakan kipas angin pada malam hari menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) pada bayi sebesar 72 persen (Archives of Pediatric Adolescent Medicine, 2008).

2. Potensi efek samping tidur dengan kipas angin menyala

Biasanya, tidur dengan kipas angin menyala tidak menyebabkan masalah kesehatan serius. Kalaupun ada risiko, ini lebih dikaitkan dengan kualitas udara yang disirkulasikannya alih-alih kipas angin itu sendiri. Mari kita lihat beberapa kemungkinan efek samping tidur dengan kipas angin menyala sepanjang malam:

  • Memperburuk alergi atau asma: Menyalakan kipas angin sebelum tidur dapat menyebarkan debu, tungau debu, serbuk sari, dan alergen lainnya di ruangan. Ketika kamu menghirup partikel-partikel ini, itu dapat memicu atau memperburuk alergi atau asma. Dan, kamu juga bisa terbangun dengan mata gatal, hidung berair, dan batuk atau bersin.

  • Menyebarkan kuman, seperti virus: Kipas angin dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman, seperti virus penyebab penyakit COVID-19. Namun, ini biasanya hanya terjadi jika kamu tidak membiarkan udara luar yang segar masuk.

  • Menyebabkan hidung tersumbat: Tidur dengan kipas angin dapat mengeringkan hidung, mulut, dan tenggorokan. Tubuh mungkin menghasilkan lendir berlebih untuk mengimbangi kekeringan tersebut. Dan, produksi lendir yang berlebihan dapat menyebabkan gejala, seperti hidung tersumbat, sensasi terbakar atau gatal di hidung, mimisan, sakit kepala sinus, tenggorokan kering dan sakit, dan batuk.

  • Kulit dan mata jadi kering: Aliran udara dingin yang terus menerus dari kipas angin juga dapat mengeringkan kulit dan mata. Efek samping yang mungkin terjadi ini bisa sangat tidak nyaman jika kamu memiliki eksim, psoriasis, mata kering, atau kondisi lain yang memengaruhi kulit dan mata.

3. Tips menggunakan kipas angin saat tidur

ilustrasi kipas angin (freepik.com/freepik)

Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan penggunaan kipas angin saat tidur sambil meminimalkan potensi efek samping:

  • Beli kipas angin portabel: Kendati kipas angin yang dipasang di langit-langit efektif untuk mengedarkan udara di ruangan, kipas angin tersebut tidak menawarkan banyak pilihan dalam hal penempatan. Kipas angin portabel memungkinkan kamu memindahkan kipas angin dari malam ke malam tergantung pada kebutuhan dan preferensi.

  • Hindari menaruh kipas angin terlalu dekat: Agar lebih nyaman, kamu bisa meletakkan kipas angin pada jarak yang lebih jauh atau mengaturnya pada fungsi berputar.

  • Jaga kebersihan kipas angin: Untuk mengurangi penyebaran debu dan alergen lainnya di sekitar ruangan, pastikan kamu membersihkan kipas angin secara teratur. Untuk model yang kompatibel, memasang filter udara dapat membantu mengurangi partikel di udara.

  • Nyalakan timer: Beberapa orang lebih suka menggunakan kipas angin hanya untuk membantu mereka tertidur. Dalam hal ini, mengatur timer dapat mencegah kipas angin menyala sepanjang malam.

  • Pilih model yang tenang: Kendati white noise dinilai menenangkan bagi banyak orang yang tidur, tapi suara yang terlalu keras dapat mengganggu tidur. Jika memungkinkan, investasikan pada gaya atau model yang relatif tenang.

4. Bisakah tidur dengan kipas angin menyebabkan sakit?

Jika kamu dalam keadaan sehat dan tidak memiliki alergi, tidur dengan kipas angin menyala seharusnya tidak membuatmu sakit. Namun, jika kamu sensitif terhadap udara kering dan debu, tidur dengan kipas angin menyala dapat memperburuk gejala. Ini karena kipas angin dapat meningkatkan sirkulasi beberapa alergen dalam ruangan.

Orang dengan asma atau alergi terhadap debu dan jamur mungkin mendapati batuk atau hidung tersumbat mereka memburuk setelah tidur dengan kipas angin menyala. Jadi, penting untuk memperhatikan bagaimana perasaanmu saat bangun setelah tidur semalaman dengan kipas angin menyala. Jika kamu merasa hidung tersumbat atau batuk jadi makin parah, kamu mungkin perlu mempertimbangkan pilihan lain untuk tetap sejuk pada malam hari.

5. Cara lain untuk tetap sejuk pada malam hari

Selain dengan menyalakan kipas angin, ada metode lain untuk menurunkan suhu kamar tidur pada malam hari:

  • Gunakan seprai dan piyama yang sejuk: Pakaian longgar dan seprai yang sejuk yang terbuat dari kain yang mudah bernapas seperti katun dapat mendorong panas tubuh untuk keluar daripada menumpuk semalaman. Bagi mereka yang merasa kepanasan, melepaskan selimut dan pakaian tambahan juga dapat membantu.

  • Investasi pada kasur dan perlengkapan tidur yang berkualitas: Kasur dan bantal pendingin terbuat dari bahan yang dirancang untuk merangsang aliran udara di sekitar tubuh orang yang tidur. 

  • Mandi sebelum tidur: Mandi air hangat sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur mengoptimalkan sirkulasi dan membantu tubuh mendingin untuk tidur.

  • Dinginkan kamar tidur pada siang hari: Jika jendela kamar tidur menghadap matahari, tirai penutup jendela dapat membantu mencegah panas masuk. Pada malam hari, membuka jendela dan pintu beberapa jam sebelum tidur dapat lebih mendinginkan ruangan.

  • Nyalakan AC: AC menawarkan cara untuk mengontrol suhu ruangan secara tepat, dan mungkin menjadi pilihan bagi mereka yang menganggap kipas angin terlalu berisik. 

Ada pro dan kontra tidur dengan kipas angin menyala pada malam hari. Meskipun sirkulasi udara dapat memperburuk alergi dan mengeringkan kulit dan mata, kipas angin juga dapat memberikan kenyamanan dan white noise yang menenangkan.

Referensi

Coleman-Phox, K., Odouli, R., & Li, D. (2008). Use of a fan during sleep and the risk of sudden infant death syndrome. Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, 162(10), 963. https://doi.org/10.1001/archpedi.162.10.963

GoodRx. Diakses pada Januari 2026. Sleeping With a Fan on: Side Effects and Other Ways to Stay Cool.

Healthline. Diakses pada Januari 2026. Is It Healthy to Sleep with a Fan On?

Sleep Foundation. Diakses pada Januari 2026. Is Sleeping With a Fan On a Good Idea?

Spencer, J. A., Moran, D. J., Lee, A., & Talbert, D. (1990). White noise and sleep induction. Archives of Disease in Childhood, 65(1), 135–137. https://doi.org/10.1136/adc.65.1.135

Editorial Team