Rabdomiolisis tidak memiliki satu penyebab tunggal. Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai faktor yang merusak jaringan otot secara langsung maupun tidak langsung.
1. Olahraga berlebihan atau sangat intens
Latihan dengan intensitas yang jauh melebihi kemampuan tubuh dapat menyebabkan kerusakan otot yang ekstrem. Risikonya meningkat pada:
Pemula yang langsung melakukan latihan berat.
Peserta bootcamp atau latihan militer.
Pelari maraton dan ultramaraton.
Atlet yang berlatih atau mengikuti kompetisi saat cuaca panas.
Kondisi ini dikenal sebagai exertional rhabdomyolysis.
Meski jarang, tetapi kasusnya terus dilaporkan dalam berbagai cabang olahraga.
2. Heat stroke dan paparan panas ekstrem
Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat merusak sel otot secara langsung. Karena itu, rabdomiolisis sering ditemukan pada pasien heat stroke, terutama saat berolahraga di lingkungan yang panas dan lembap.
Penelitian menunjukkan kombinasi aktivitas fisik berat dan dehidrasi dapat meningkatkan risiko secara signifikan.
3. Cedera berat atau trauma
Kecelakaan lalu lintas, bangunan runtuh, gempa bumi, atau kondisi yang menyebabkan otot terjepit dalam waktu lama dapat memicu rabdomiolisis. Fenomena ini dikenal sebagai crush syndrome.
Dalam situasi bencana besar, rabdomiolisis menjadi salah satu penyebab utama kematian dan gagal ginjal.
4. Obat-obatan dan zat tertentu
Beberapa obat dapat meningkatkan risiko kerusakan otot. Yang paling sering dikaitkan adalah:
Perlu ditekankan bahwa manfaat statin umumnya jauh lebih besar daripada risikonya, dan sebagian besar pengguna tidak mengalami rabdomiolisis.
5. Infeksi
Beberapa infeksi virus dan bakteri dapat memicu rabdomiolisis. Infeksi yang pernah dilaporkan berkaitan dengan kondisi ini antara lain:
Mekanismenya melibatkan kombinasi peradangan, respons imun, dan kerusakan jaringan.
6. Kelainan metabolik dan genetik
Pada sebagian kecil kasus, rabdomiolisis terjadi akibat gangguan metabolisme otot yang membuat tubuh kesulitan menghasilkan energi saat beraktivitas. Kondisi ini biasanya menyebabkan episode berulang.