Payung bukan satu-satunya perlindungan. Langkah-langkah perlindungan lainnya termasuk:
Minum cukup sebelum haus berat.
Kenakan pakaian yang ringan dan breathable.
Cari tempat teduh bila memungkinkan.
Istirahat secara berkala.
Jangan memaksakan diri.
Kenali tanda-tanda awal heat illness.
Jika muncul gejala berat seperti bingung, muntah, atau hampir pingsan, segera cari bantuan medis.
Tidak menggunakan payung saat haji di tengah cuaca panas bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas. Paparan matahari langsung dalam waktu lama dapat membuat tubuh kesulitan mengatur suhu, terutama ketika disertai aktivitas fisik berat dan dehidrasi. Kondisi ini dapat berkembang dari kelelahan panas biasa menjadi heatstroke yang berbahaya. Lansia dan jemaah dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang paling rentan.
Dalam situasi panas ekstrem seperti di Arab Saudi, langkah sederhana seperti memakai payung dapat membantu mengurangi beban panas pada tubuh dan menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Referensi
World Health Organization. "Heat and Health." Diakses Mei 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. "Heat Stress." Diakses Mei 2026.
Saber Yezli, “Risk Factors for Heat-related Illnesses During the Hajj Mass Gathering: An Expert Review,” Reviews on Environmental Health 38, no. 1 (October 29, 2021): 33–43, https://doi.org/10.1515/reveh-2021-0097.
“Management of Heatstroke and Heat Exhaustion,” PubMed, June 1, 2005, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15952443/.
Jaffar A. Al-Tawfiq and Ziad A. Memish, “Mass Gathering Medicine: 2014 Hajj and Umra Preparation as a Leading Example,” International Journal of Infectious Diseases 27 (August 14, 2014): 26–31, https://doi.org/10.1016/j.ijid.2014.07.001.