Comscore Tracker

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahui

Apa pun jenisnya, delusi tak boleh dibiarkan

Delusi adalah salah satu jenis kondisi psikologis, yaitu kondisi seseorang sulit membedakan mana hal yang nyata dan tidak nyata. Tak heran, orang yang mengidap delusi akan mengalami gangguan pada kehidupan sosialnya.

Namun, tahukah kamu kalau delusi memiliki beberapa jenis? Berikut ini adalah jenis-jenis delusi yang mungkin jarang diketahui.

1. Erotomanic delusion atau delusi erotomania

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahuifreepik.com/freepic.diller

Pernah mendengar tentang erotomanic delusion atau delusi erotomania?

Melansir Verywell Health, delusi erotomania adalah kondisi ketika seseorang terpaku dengan keyakinan bahwa ada orang lain yang sangat mencintai dirinya. Biasanya, orang yang dianggap menyukainya adalah selebritas, orang kaya, atau orang dengan kedudukan sosial yang tinggi.

Dalam kebanyakan kasus, orang-orang dengan delusi erotomania belum pernah bertemu dengan orang yang dia anggap menyukai dirinya.

2. Persecutory delusion atau delusi paranoia

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahuipexels.com/Kat Jayne

Melansir Cleveland Clinic, orang-orang yang memiliki persecutory delusion atau delusi paranoia akan merasa dirinya sedang mengalami penganiayaan. Ia akan merasa bahwa orang-orang di sekelilingnya sedang berencana untuk menyakiti dirinya. Padahal, tidak ada yang berusaha menyakiti dirinya dan tidak ada bukti yang mendukung hal tersebut.

Tak hanya itu, orang dengan delusi paranoia sering membuat keluhan secara berulang kali kepada pihak penegak hukum atau polisi.

Baca Juga: Kenali 8 Gejala Fisik Gangguan Kecemasan atau Anxiety

3. Grandiose delusion atau delusi merasa agung

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahuifreepik.com/kues1

Orang dengan grandiose delusion atau delusi merasa agung akan merasa memiliki prestasi, kekuasaan, dan rasa harga diri yang cenderung berlebihan. Bahkan, ia percaya bahwa dirinya telah melakukan penemuan penting. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

4. Jealous delusion atau delusi kecemburuan

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahuifreepik.com/freepik

Bagi beberapa orang, perasaan cemburu itu wajar. Namun, kenyataannya bila sudah berlebihan, perasaan tersebut bisa saja masuk ke dalam kategori delusi.

Orang yang memiliki delusi kecemburuan akan terus-menerus merasa pasangannya berselingkuh dengan orang. Akibatnya, ia akan selalu menuduh pasangannya dengan berbagai pertanyaan yang memojokkan pasangannya. 

Delusi jenis bisa timbul bila pasangannya tidak menerima panggilan teleponnya atau membalas pesannya. Bahkan, lama-lama ia akan mulai membatasi ruang gerak pasangannya dan tidak mengizinkan pasangannya untuk ke luar rumah.

5. Somatic delusion atau delusi somatik

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahuifreepik.com/nakaridore

Melansir Verywell Health, orang yang memiliki somatic delusion atau delusi somatik akan memiliki keyakinan bahwa ada yang salah dengan dirinya.

Sebagai contoh, ia akan merasa ada organ tubuhnya yang tidak berfungsi dengan baik atau memiliki masalah kesehatan lainnya. Tak jarang, orang dengan jenis delusi ini akan merasa khawatir terhadap penyakit menular atau terkena penyakit langka.

6. Delusi campuran

Mari Mengenal 6 Jenis Delusi yang Jarang Orang Ketahuipexels.com/Engin Akyurt

Seperti dijelaskan di laman Cleveland Clinic, delusi campuran adalah orang dengan gangguan delusi yang memiliki dua jenis atau lebih dari delusi yang dijelaskan di atas tadi.

Itulah beberapa jenis delusi yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Apa pun jenisnya, delusi tidak bisa disepelekan. Bila merasa mengalami gejala-gejalanya, segeralah berkonsultasi dengan ahli kejiwaan seperti psikolog, hindari mendiagnosis diri sendiri.

Baca Juga: 7 Halusinasi Ini Menandakan Ada Hal yang Tidak Beres dengan Tubuhmu

Ruth Cikita Photo Verified Writer Ruth Cikita

[kosong]

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya