Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rutin Jalan Kaki Sambil Memungut Sampah, Pria Ini Turun 61 Kg

3 min read
Rutin Jalan Kaki Sambil Memungut Sampah, Pria Ini Turun 61 Kg
ilustrasi menimbang berat badan (magnific.com/jcomp)
  • Curtis "Dusty" Stilwell, 39 tahun, menurunkan sekitar 61 kilogram dalam kurang dari setahun setelah rutin berjalan 6,4 kilometer sambil memungut sampah di Newalla, Oklahoma.

  • Selain berjalan kaki, Stilwell mengubah pola makan, menambah latihan beban, dan menjalani terapi untuk menangani kebiasaan makan berlebihan yang berkaitan dengan depresi.

  • Anak-anak Stilwell ikut sebagian kegiatan bersih-bersih; artikel menekankan hasil pengelolaan berat badan dipengaruhi olahraga, pola makan, kondisi kesehatan, pemantauan, dan dukungan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suatu hari, Curtis "Dusty" Stilwell menyadari bahwa tubuhnya tak lagi mampu mengikuti hidup yang ia inginkan. Berat badannya saat itu mencapai sekitar 236 kilogram. Ia pun mulai melakukan hal sederhana: berjalan kaki.

Setiap hari, pria berusia 39 tahun ini menempuh sekitar 6,4 kilometer di jalanan Newalla, Oklahoma. Agar langkahnya terasa lebih bermakna, ia membawa ember dan alat penjepit untuk memungut sampah yang ditemui di sepanjang jalan.

Perlahan, kebiasaan itu mengubah hidupnya. Bukan hanya karena berat badannya turun sekitar 61 kilogram dalam kurang dari setahun, tetapi juga karena ia menemukan tujuan baru di setiap langkahnya. Yang terpenting, ia ingin menunjukkan kepada kedua putrinya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan konsisten.

  1. Langkah pertama tidak harus berupa lari

    Awalnya, Stilwell cuma ingin berjalan kaki untuk menurunkan berat badan. Namun, saat menyusuri rute hariannya, ia sering melihat sampah berserakan di pinggir jalan. Dari situlah muncul ide, kenapa tidak memungutnya saja sekalian?

    Sejak itu, ia berjalan dengan ember yang dibawanya seperti ransel dan alat penjepit di tangan. Kegiatan yang semula hanya bertujuan menambah langkah perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih bermakna. Tak berhenti pada Stillwell, anak-anaknya pun mulai ikut dalam sebagian kegiatan bersih-bersih itu. Upaya pribadinya ini akhirnya "menulari" keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

  2. Bukan jalan kaki saja yang berubah

    ilustrasi jalan kaki
    ilustrasi jalan kaki (pexels.com/Cara Denison)

    Stilwell juga mengubah pola makannya. Donat, kue, dan es krim yang dulu sering menjadi pilihan perlahan digantikan dengan makanan yang lebih sederhana, seperti oatmeal, ubi, dan ayam.

    Ia menambahkan latihan beban beberapa kali dalam seminggu. Yang tak kalah penting, ia juga mulai menjalani terapi. Stilwell pernah mengakui bahwa makan berlebihan menjadi caranya menghadapi depresi.

    Jadi, penurunan berat badan Stilwell bukan cuma hasil dari satu kebiasaan, melainkan ada rangkaian perubahan yang berjalan bersama. Mulai dari tekad kuat, lebih banyak bergerak, perubahan pola makan, dan keberanian untuk menjaga kesehatan mentalnya.

  3. Kata penelitian tentang jalan kaki dan penurunan berat badan

    Jalan kaki merupakan salah satu bentuk olahraga yang relatif mudah dilakukan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa olahraga aerobik yang dilakukan secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan, lingkar pinggang, dan lemak tubuh. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap orang. Kondisi kesehatan, kebiasaan sehari-hari, pola makan, dan titik awal masing-masing individu dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

    Karena itu, pengelolaan berat badan biasanya tidak cuma mengandalkan olahraga. Pola makan yang sesuai, pemantauan rutin, dan dukungan kesehatan juga sering menjadi bagian penting dari prosesnya.

    Bagi orang yang lama tidak aktif atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, program olahraga sebaiknya disesuaikan dengan tenaga kesehatan atau pelatih yang kompeten.

    Bagi Stilwell, jalan kaki menjadi langkah awal dari perubahan yang lebih besar. Ia memulai dari kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari, lalu perlahan mengubah aspek lain dalam hidupnya. Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

    Referensi

    A. Pawlowski, “This Dad Walks 4 Miles a Day with a Trash Can on His Back. He’s Lost 135 Pounds,” TODAY, October 2, 2026, https://www.today.com/health/diet-fitness/man-loses-135-pounds-walking-picking-trash-rcna601117.

    Myung J. Chun, “Oklahoma Man Loses 135 Pounds by Walking and Picking Up Trash,” Quartz, October 2, 2026, https://qz.com/oklahoma-man-loses-135-pounds-walking-trash-pickup-100226.

    Ahmad Jayedi et al., “Aerobic Exercise and Weight Loss in Adults: A Systematic Review and Dose-Response Meta-Analysis,” JAMA Network Open 7, no. 12 (2024): e2452185, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2024.52185.

    National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Treatment for Overweight & Obesity,” https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/adult-overweight-obesity/treatment/.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More