Di Indonesia, Prof. Rizal memaparkan bahwa kanker prostat menempati posisi lima besar kanker terbanyak pada laki-laki, dengan estimasi mencapai 13.000 kasus baru setiap tahunnya. Namun, tantangan terbesar bukan hanya pada jumlah kasus, melainkan fakta bahwa 50–60 persen pasien datang dalam kondisi stadium lanjut. Kondisi ini membuat penanganan menjadi lebih sulit dan peluang kesembuhan makin menurun.
"Satu studi itu menunjukkan bahwa pasien-pasien yang datang ke kita itu hampir 50-60 persen sudah stadium lanjut, sehingga ini menjadi satu tantangan bagi kita dalam melakukan penanganan atau deteksi dini kanker prostat di Indonesia," jelas Prof. Rizal
Seperti banyak jenis kanker lainnya, kanker prostat yang terdeteksi pada stadium awal (localized atau regional) memiliki prognosis sangat baik, dengan angka harapan hidup lima tahun mendekati 100 persen. Sebaliknya, ketika kanker sudah menyebar ke organ lain (metastasis), angka harapan hidup lima tahunnya merosot tajam menjadi sekitar 30 persen. Ini artinya, dari 10 pasien stadium IV, hanya tiga yang mampu bertahan dalam lima tahun.
Meski demikian, menurut pengalaman klinis di lapangan, perkembangan metode pengobatan terkini mulai menunjukkan hasil yang lebih positif, bahkan bagi pasien dengan kanker prostat stadium lanjut.
"Tapi mungkin data ini akan berubah karena dari pengalaman pribadi dalam melakukan penanganan kanker prostat, yang sudah stadium lanjut pun dengan pengobatan yang ada saat ini, itu cenderung lebih banyak yang memberikan respons dengan cukup baik," tambahnya.