Kol bisa menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan cara mengolahnya.
Sarannya, batasi makanan tinggi lemak tidak sehat. Merebus atau mengukus merupakan pilihan untuk mengurangi asupan lemak dibandingkan menggoreng.
Jika kol goreng adalah salah satu lauk favoritmu, cobalah batasi porsinya dan jangan memakannya setiap hari. Sesekali, kol bisa diolah dengan cara ditumis menggunakan sedikit minyak, direbus, atau dikukus. Perhatikan juga jumlah garam, saus, dan lauk gorengan lain dalam satu kali makan.
Referensi
Pei Qin et al., “Fried-Food Consumption and Risk of Cardiovascular Disease and All-Cause Mortality: A Meta-Analysis of Observational Studies,” Heart 107, no. 19 (2021): 1567–75, https://doi.org/10.1136/heartjnl-2020-317883.
Pei Qin et al., “Fried-Food Consumption and Risk of Overweight/Obesity, Type 2 Diabetes Mellitus, and Hypertension in Adults: A Meta-Analysis of Observational Studies,” Critical Reviews in Food Science and Nutrition 62, no. 24 (2022): 6809–20, https://doi.org/10.1080/10408398.2021.1906626.
Aman Mohammad Ziaiifar et al., “Review of Mechanisms, Conditions, and Factors Involved in the Oil Uptake Phenomenon during the Deep-Fat Frying Process,” International Journal of Food Science & Technology 43, no. 8 (2008): 1410–23, https://doi.org/10.1111/j.1365-2621.2007.01664.x.
World Health Organization, “Healthy Diet,” diakses 18 Oktober 2026.
Leah E. Cahill et al., “Fried-Food Consumption and Risk of Type 2 Diabetes and Coronary Artery Disease: A Prospective Study in 2 Cohorts of US Women and Men,” The American Journal of Clinical Nutrition 100, no. 2 (2014): 667–75, https://doi.org/10.3945/ajcn.114.084129.