Studi yang terbit dalam jurnal Nature Communications pada 2026 ini meneliti hubungan kopi dengan mikrobioma usus, suasana hati, dan fungsi kognitif. Sebanyak 31 peminum kopi rutin berhenti minum kopi selama dua minggu. Setelah itu, 15 orang mendapat kopi decaf dan 16 orang mendapat kopi berkafein selama tiga minggu. Peserta tidak mengetahui jenis kopi yang mereka minum.
Pada kelompok kopi decaf, peneliti mencatat peningkatan bermakna pada beberapa bagian tes memori dan penurunan kesalahan pada tes belajar. Perubahan bermakna serupa tidak terlihat pada kelompok kopi berkafein.
Namun, ini belum membuktikan kopi decaf lebih unggul secara umum. Jumlah peserta pada setiap kelompok hanya 15 dan 16 orang, masa intervensinya tiga minggu, dan penulis menyebut efek latihan mengerjakan tes serta perubahan tidur dan aktivitas fisik mungkin turut berperan.
Jadi, temuan studi ini bisa dibilang merupakan petunjuk awal untuk diteliti lebih lanjut.