Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2–4 Cangkir Kopi Sehari Bisa Baik untuk Jantung

2–4 Cangkir Kopi Sehari Bisa Baik untuk Jantung
ilustrasi menikmati secangkir kopi (magnific.com/magnific)
Intinya Sih
  • Pernyataan ilmiah terbaru American Heart Association menyebut konsumsi hingga 400 miligram kafein atau sekitar 3–5 cangkir kopi per hari umumnya aman bagi kebanyakan orang dewasa.

  • Manfaat kardiovaskular paling konsisten terlihat pada konsumsi moderat, sekitar 2–4 cangkir per hari. Namun, sebagian besar bukti masih bersifat observasional.

  • Jenis minuman, metode penyeduhan, tambahan gula, kondisi kesehatan, dan respons tubuh tetap menentukan apakah kopi cocok dikonsumsi setiap hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Secangkir kopi sering menjadi bagian dari banyak orang untuk mengawali hari. Ada yang cukup sekali sehari, ada juga yang perlu minum bercangkir-cangkir sepanjang hari di tengah aktivitas. Dari situ, muncul kekhawatiran tentang jantung berdebar dan tekanan darah kerap. Sebenarnya, berapa banyak kopi yang masih aman?

Menurut pernyataan ilmiah terbaru dari American Heart Association (AHA) dalam jurnal Circulation, berdasarkan tinjauan terhadap penelitian terkini, konsumsi hingga 400 miligram kafein atau sekitar 3–5 cangkir kopi berkafein per hari umumnya aman bagi sebagian besar orang dewasa. Satu cangkir yang dimaksud berukuran 8 ons atau sekitar 240 mililiter, bukan gelas kopi besar dari kedai kopi atau kafe yang mungkin mengandung beberapa takaran espresso sekaligus.

Batas 5 cangkir di sini lebih tepat ditafsirkan sebagai jumlah maksimal yang masih dianggap aman bagi kebanyakan orang, bukan anjuran agar orang yang tidak minum kopi mulai mengonsumsinya.

1. Manfaat paling konsisten terlihat pada 2–4 cangkir

AHA menyimpulkan, konsumsi kopi berkafein dalam jumlah moderat berkaitan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan diabetes tipe 2.

Dalam berbagai penelitian yang ditinjau, manfaat paling konsisten umumnya terlihat pada konsumsi sekitar 2–4 cangkir per hari. Sementara itu, konsumsi lebih dari 4 cangkir per hari dalam beberapa penelitian justru dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal jantung.

Salah satu metaanalisis yang melibatkan lebih dari 2,4 juta laki-laki dan perempuan menemukan bahwa hubungan terkuat dengan penurunan risiko stroke terlihat pada konsumsi 3–4 cangkir kopi per hari. Kelompok ini memiliki risiko stroke sekitar 21 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak minum kopi. Namun, karena penelitian yang dianalisis sebagian besar bersifat observasional, temuan tersebut bukan bukti bahwa kopi secara langsung mencegah stroke.

Manfaat kopi juga tidak hanya berasal dari kafein. Kopi mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk polifenol dan asam klorogenat, yang diperkirakan memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Ini dapat menjelaskan mengapa dalam beberapa penelitian, kopi tanpa kafein juga menunjukkan hubungan dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular yang lebih rendah. Para peneliti masih kesulitan memisahkan efek kafein dari ratusan senyawa lain yang terkandung dalam kopi.

2. Aman untuk kebanyakan orang bukan berarti cocok untuk semua

Seseorang mengenakan jas biru dan hitam memegang gelas kopi kertas dengan tutup hitam di luar ruangan.
ilustrasi minum kopi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Respons terhadap kafein bisa berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang bisa minum kopi setelah makan malam tanpa gangguan, sementara pada beberapa orang lainnya mereka mengalami jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur setelah satu cangkir pada siang hari.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, kebiasaan mengonsumsi kafein, obat-obatan, serta kondisi kesehatan. Kafein dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik sehingga untuk sementara menaikkan kewaspadaan, tekanan darah, dan denyut jantung. Efeknya biasanya lebih terasa pada orang yang jarang mengonsumsi kafein atau memiliki sensitivitas tinggi.

Efek kopi terhadap irama jantung juga cukup rumit. Dalam sebuah uji coba acak, konsumsi kopi berkafein tidak meningkatkan kontraksi prematur dari serambi jantung secara signifikan, tetapi berkaitan dengan lebih banyak kontraksi prematur dari bilik atau premature ventricular contractions. Peserta juga tidur lebih singkat pada hari ketika mereka minum kopi.

Jadi, tidak perlu ngopi sampai batas 400 miligram kalau kamu sudah mengalami ketidaknyamanan. Kurangi konsumsi atau pilih kopi tanpa kafein apabila kopi memicu:

  • Jantung berdebar atau denyut terasa tidak teratur.
  • Sulit tidur.
  • Gelisah, tremor, atau sakit kepala.
  • Tekanan darah meningkat setelah minum kopi.
  • Ketergantungan untuk tetap berfungsi sepanjang hari.

Orang dengan hipertensi yang belum terkontrol, gangguan irama jantung, penyakit jantung tertentu, atau yang sedang menggunakan obat-obatan sebaiknya mendiskusikan batas kafein dengan dokter. Ibu hamil juga memiliki batas berbeda, rekomendasi umumnya kurang dari 200 miligram per hari selama kehamilan.

3. Cara minum kopi ikut menentukan dampaknya

Kesimpulan AHA terutama berlaku untuk kopi biasa tanpa banyak tambahan, bukan segelas kopi dengan sirop, gula, krimer, dan whipped cream. Tambahan tersebut dapat meningkatkan asupan gula, kalori, dan lemak jenuh sehingga berpotensi mengurangi manfaat potensial dari kopi.

Perhatikan juga metode penyeduhan, terutama bagi orang dengan kolesterol LDL tinggi. Kopi yang tidak disaring dengan kertas—seperti French press, kopi rebus, dan kopi tubruk—mengandung lebih banyak cafestol dan kahweol. Kedua senyawa tersebut dapat meningkatkan kolesterol LDL.

Menurut sebuah metaanalisis terhadap uji klinis acak menemukan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida, dengan efek yang lebih besar pada kopi tanpa filter. Jadi, memilih kopi yang diseduh memakai kertas filter dapat menjadi cara sederhana bagi orang yang rutin minum beberapa cangkir dan sedang berusaha mengendalikan kolesterol.

Kafein dari kopi tidak boleh disamakan dengan kafein dari minuman energi. Produk minuman energi dan energy shot dapat mengandung kafein yang jauh lebih pekat, ditambah bahan stimulan lain. Dosis tinggi dari produk tersebut berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan gangguan irama jantung. Temuan mengenai keamanan kopi tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua sumber kafein sama amannya.

Jadi, berapa cangkir yang sebaiknya diminum?

Seseorang menuangkan kopi hitam panas dari wadah kaca ke dalam tiga gelas di atas meja kayu di ruangan bercahaya alami.
ilustrasi minum kopi hitam (pexels.com/Ryan Lansdown)

Bagi orang dewasa sehat yang sudah biasa minum kopi, sekitar 2–4 cangkir berukuran kecil hingga sedang per hari mungkin aman, dengan total kafein sebaiknya tidak melebihi 400 miligram sehari.

Cara menerapkannya:

  1. Periksa kandungan kafein produk, bukan hanya menghitung jumlah gelas.
  2. Pilih porsi sekitar 240 mililiter dan hindari menganggap gelas besar sebagai satu cangkir.
  3. Batasi gula, sirop, dan krimer tinggi lemak jenuh.
  4. Pertimbangkan kopi berfilter kertas jika kolesterol LDL tinggi.
  5. Hindari kopi menjelang waktu tidur.
  6. Kurangi jumlahnya jika muncul jantung berdebar, kecemasan, atau gangguan tidur.

Pernyataan ilmiah dari AHA ini bukan pedoman klinis ataupun anjuran untuk mulai minum kopi. Kopi bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, kesehatan jantung tetap lebih banyak ditentukan oleh pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, tidur, tekanan darah, kolesterol, serta tidak merokok.

Referensi

Gregory M. Marcus et al., “Caffeine and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement from the American Heart Association,” Circulation, https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000001454.

American Heart Association, “Coffee and Heart Health: How Many Cups of Caffeinated Coffee Are Safe to Drink Each Day?,” diakses Juli 2026.

Chuan Shao et al., “Coffee Consumption and Stroke Risk: Evidence from a Systematic Review and Meta-Analysis of More Than 2.4 Million Men and Women,” Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases 30, no. 1 (2021): 105452, https://doi.org/10.1016/j.jstrokecerebrovasdis.2020.105452.

Gregory M. Marcus et al., “Acute Effects of Coffee Consumption on Health among Ambulatory Adults,” New England Journal of Medicine 388, no. 12 (2023): 1092–1100, https://doi.org/10.1056/NEJMoa2204737.

American College of Obstetricians and Gynecologists, “Moderate Caffeine Consumption During Pregnancy,” diakses Juli 2026.

Li Cai et al., “The Effect of Coffee Consumption on Serum Lipids: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials,” European Journal of Clinical Nutrition 66, no. 8 (2012): 872–877, https://doi.org/10.1038/ejcn.2012.68.

ScienceAlert, “American Heart Association Reveals the Optimal Daily Cups of Coffee for Your Health", diakses Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More