Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Aman Minum Kopi untuk Orang dengan Hipertensi

Minum kopi.
ilustrasi minum kopi (pexels.cpm/MART PRODUCTION)
Intinya sih...
  • Kopi dapat meningkatkan tekanan darah sementara, terutama setelah minum. Namun, efek jangka panjang terhadap hipertensi masih dianggap netral bila diminum dalam jumlah moderat.
  • Rutin minum kopi cenderung menimbulkan toleransi terhadap kenaikan tekanan darah yang disebabkan kafein.
  • Bagi orang dengan hipertensi, penting untuk memantau respons tubuh dan mengikuti beberapa strategi aman seperti membatasi asupan, memilih kopi yang tepat, dan memperhatikan waktu konsumsi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kopi adalah salah satu minuman favorit, dinikmati oleh jutaan orang setiap hari untuk meningkatkan energi, fokus, dan suasana hati. Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian. Namun, bagi mereka yang memiliki hipertensi (tekanan darah tinggi), pertanyaan tentang apakah kopi aman atau tidak sering muncul.

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi ratusan juta orang dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Karena kopi mengandung kafein, yang merupakan stimulan, banyak orang khawatir minum kopi dapat memperburuk tekanan darah.

Pahami lebih lanjut pengaruh kopi terhadap tekanan darah, apakah kopi dapat menyebabkan atau memperburuk hipertensi, serta tips aman minum kopi bagi orang dengan hipertensi.

Table of Content

1. Sekilas tentang hipertensi

1. Sekilas tentang hipertensi

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi secara konsisten, sering diukur sebagai ≥130/80 mmHg. Tekanan darah tinggi berarti jantung dan pembuluh darah harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang dalam jangka panjang dapat merusak organ seperti jantung, ginjal, dan otak.

Faktor risiko hipertensi mencakup usia, riwayat keluarga, diet tinggi garam, obesitas, serta gaya hidup tidak aktif. Sementara hipertensi kronis memerlukan pemantauan medis dan sering kali obat, perubahan gaya hidup seperti diet dan olahraga juga memainkan peranan penting dalam pengelolaannya.

Karena banyak orang dengan hipertensi juga senang minum kopi, penting untuk membedakan antara efek jangka pendek kopi terhadap tekanan darah dan apa artinya itu bagi kesehatan jangka panjang.

2. Pengaruh kopi terhadap tekanan darah

Minum kopi.
ilustrasi perempuan minum kopi (freepik.com/freepik)

Kopi mengandung kafein, senyawa stimulan yang dapat memicu respons sistem saraf pusat. Studi menunjukkan bahwa konsumsi kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek, terutama pada individu yang jarang minum kopi atau yang tidak terbiasa dengannya. Peningkatan ini biasanya terlihat dalam 30–120 menit setelah minum kopi dan bisa berlangsung beberapa jam.

Beberapa riset menemukan bahwa konsumsi sekitar 200–300 mg kafein, setara dengan sekitar 1,5–2 cangkir kopi, dapat menaikkan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing beberapa poin (misalnya 8 mmHg sistolik dan 6 mmHg diastolik) pada beberapa orang.

Namun, ketika seseorang minum kopi secara teratur dan moderat, tubuh cenderung membangun toleransi terhadap efek kafein, sehingga dampak kenaikan tekanan darah menjadi lebih kecil atau bahkan tidak terlihat signifikan dalam jangka panjang. Metaanalisis dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi moderat rutin (1–3 cangkir per hari) tidak terkait dengan peningkatan tekanan darah kronis dan mungkin bahkan tidak memperburuk kontrol hipertensi.

3. Apakah kopi dapat menyebabkan hipertensi?

Jawabanya menurut bukti ilmiah saat ini adalah tidak secara langsung. Bukti dari studi observasional dan metaanalisis menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin tidak meningkatkan risiko hipertensi dalam jangka panjang. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan hubungan netral atau sedikit protektif terhadap hipertensi pada peminum kopi reguler.

Efek sementara peningkatan tekanan darah setelah minum kopi tidak sama dengan penyebab hipertensi kronis. Peningkatan itu sering kali bersifat akut (sementara) dan terjadi setelah konsumsi kafein, bukan akibat perubahan patologis permanen pada sistem vaskular. Jika seseorang yang mempunyai tekanan darah tinggi sudah terbiasa minum kopi, tubuhnya cenderung menunjukkan respons yang lebih rendah dibanding seseorang yang jarang minum kopi.

Akan tetapi, jika seseorang memiliki hipertensi yang tidak terkontrol, memiliki sensitivitas kafein tinggi, atau mengonsumsi kopi dalam jumlah besar, efek kafein pada tekanan darah perlu diperhatikan secara individu, terutama jika tekanan darah sering meningkat secara tajam setelah konsumsi.

4. Tips aman minum kopi bagi orang dengan hipertensi

Minum kopi.
ilustrasi minum kopi (freepik.com/jcomp)

Jika kamu memiliki hipertensi namun tetap ingin menikmati kopi, berikut ini strategi aman yang dapat membantu meminimalkan pengaruh kafein terhadap tekanan darah:

  • Batasi konsumsi kopi

Bukti menunjukkan bahwa 1–3 cangkir kopi per hari (sekitar 200–300 mg kafein) biasanya dianggap moderat dan relatif aman bagi kebanyakan orang dewasa, termasuk mereka dengan hipertensi yang terkontrol. Lebih dari itu mungkin menyebabkan efek sementara yang lebih jelas.

  • Ketahui toleransi tubuhmu

Respons terhadap kafein sangat individual. Disarankan untuk memeriksa tekanan darah sebelum dan sesudah minum kopi, terutama jika belum terbiasa, sehingga kamu tahu bagaimana kopi memengaruhi tubuhmu.

  • Pertimbangan jenis kopi dan cara penyajian

Kopi yang disajikan tanpa filter tertentu (seperti espreso atau French press) dapat mengandung lebih banyak senyawa lain yang memengaruhi kesehatan jantung. Kopi filter biasa cenderung lebih ringan dan lebih mudah dicerna.

  • Hindari kopi saat tekanan darah tidak stabil

Jika tekanan darah belum terkontrol atau sangat tinggi, sebaiknya pertimbangkan untuk menunda konsumsi kopi sampai kondisi stabil, atau berkonsultasilah dulu dengan dokter.

  • Pertimbangkan opsi kopi rendah kafein atau decaf

Jika ingin rasa kopi tanpa atau dengan lebih sedikit kafein, alternatif seperti kopi decaf atau campuran setengah kafein bisa membantu menjaga kenikmatan tanpa lonjakan tekanan darah tajam.

Kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara setelah dikonsumsi, tetapi bukti dari studi jangka panjang menunjukkan bahwa konsumsi moderat secara teratur tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi kronis. Tubuh dapat mengembangkan toleransi, sehingga efeknya pada orang yang terbiasa minum kopi sering kali lebih rendah.

Jika kamu memiliki hipertensi, penting untuk mengatur jumlah dan frekuensi konsumsi kopi, memantau respons tekanan darah pribadi, dan berkonsultasi dengan dokter jika tekanan darah tidak stabil.

Referensi

"Caffeine: How does it affect blood pressure?" Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.

“How Does Coffee Affect Your Blood Pressure?” Healthline. Diakses Februari 2026.

Arthur Eumann Mesas et al., “The Effect of Coffee on Blood Pressure and Cardiovascular Disease in Hypertensive Individuals: A Systematic Review and Meta-analysis,” American Journal of Clinical Nutrition 94, no. 4 (September 1, 2011): 1113–26, https://doi.org/10.3945/ajcn.111.016667.

Stanisław Surma and Suzanne Oparil, “Coffee and Arterial Hypertension,” Current Hypertension Reports 23, no. 7 (July 1, 2021): 38, https://doi.org/10.1007/s11906-021-01156-3.

Claudio Borghi, “Coffee and Blood Pressure: Exciting News!,” Blood Pressure 31, no. 1 (October 31, 2022): 284–87, https://doi.org/10.1080/08037051.2022.2136621.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

9 Buah Ini Punya Efek Penangkal Kanker, Sering-seringlah Konsumsi

06 Feb 2026, 19:57 WIBHealth