Kebiasaan begadang sering dianggap sebagai pilihan gaya hidup. Ada yang merasa lebih produktif pada malam hari, lebih fokus setelah matahari terbenam, atau justru baru punya waktu luang saat semua orang terlelap. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa jam aktif seseorang ternyata tidak hanya memengaruhi rutinitas harian, tetapi juga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Studi yang dipublikasikan pada 28 Januari dalam Journal of the American Heart Association ini menemukan bahwa orang dewasa paruh baya hingga lanjut usia yang cenderung lebih aktif pada malam hari memiliki kesehatan jantung yang lebih buruk dibanding mereka yang aktif lebih pagi. Dampak ini terlihat paling kuat pada perempuan.
Temuan ini menyoroti peran penting kronotipe (kecenderungan alami seseorang untuk tidur dan bangun pada jam tertentu) dalam menentukan risiko kesehatan kardiovaskular di masa depan.
