Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang anak sakit flu.
ilustrasi anak sakit influenza (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Flu pada anak sering muncul lebih cepat dan intens dibanding pilek biasa, serta memiliki gejala yang lebih menyeluruh dan berat.

  • Gejala flu pada anak melibatkan sistem pernapasan dan sistem tubuh lainnya, termasuk demam tinggi, batuk, dan kelelahan ekstrem.

  • Deteksi dini gejala flu membantu mengurangi komplikasi serius dan mempercepat perawatan anak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Orang tua atau pengasuh sering kali menghadapi momen sulit saat anak mulai sakit, terutama ketika musim flu. Pada anak-anak, flu bukan sekadar “batuk pilek biasa”. Gejalanya sering datang tiba-tiba, terasa berat, dan bisa memengaruhi seluruh tubuh. Mengetahui tanda-tanda awal flu sejak dini membantu orang tua maupun pengasuh memberikan perawatan yang tepat lebih cepat.

Berbeda dengan demam biasa atau pilek ringan, flu ditandai oleh kombinasi gejala yang sering kali lebih intens. Anak yang terinfeksi virus influenza bisa menunjukkan gejala pernapasan, demam tinggi, nyeri tubuh, hingga gangguan pencernaan sekaligus. Memahami apa yang harus diperhatikan sejak awal membuat kamu lebih siap dan tidak panik ketika flu mulai menyerang.

Terus baca untuk tahu apa saja gejala awal flu pada anak.

1. Demam tinggi dan fluktuatif

Salah satu ciri khas flu pada anak adalah demam yang tiba-tiba dan sering lebih tinggi dibanding infeksi ringan lainnya. Suhu tubuh anak dapat naik cepat hingga di atas 38°C, bahkan mencapai 40°C atau lebih.

Demam tersebut biasanya disertai rasa sangat panas saat disentuh, wajah memerah, dan anak tampak gelisah atau mudah rewel. Tidak jarang demam tinggi ini membuat anak merasa sangat tidak nyaman, mengganggu tidur, dan membuatnya sulit bermain seperti biasanya.

Bagi orang tua, penting untuk mengukur suhu tubuh anak secara berkala saat ada tanda flu. Jika demam tidak turun dengan obat penurun panas atau tetap tinggi lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter anak.

2. Batuk kering yang berkepanjangan

ilustrasi anak terkena flu (vecteezy.com/Puwadon Sang-ngern)

Berbeda dengan batuk pilek yang ringan dan sering hilang-muncul, batuk yang muncul pada awal flu anak umumnya batuk kering yang persisten.

Batuk ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman di tenggorokan, kadang mengganggu tidurnya atau membuatnya mengeluarkan suara batuk yang “serak”. Batuk flu sering kali tidak mereda dengan sendirinya dalam satu dua hari, dan cenderung bertahan bahkan saat demam sudah mulai turun.

Sebagai respons orang tua, batuk ini perlu diobservasi karena jika berubah menjadi batuk berdahak atau disertai kesulitan bernapas, bisa jadi itu tanda komplikasi flu yang perlu penanganan medis lebih lanjut.

3. Hidung meler atau tersumbat

Hidung meler atau tersumbat sering muncul bersamaan dengan demam dan batuk. Pada anak-anak, gejala ini umumnya tampak lebih jelas karena mereka belum bisa mengelola lendir sendiri seperti orang dewasa.

Anak mungkin akan sering mengusap hidungnya, merasa terganggu ketika tidur karena susah bernapas lewat hidung, atau mengalami suara napas yang lebih berat dari biasanya. Gejala ini sering tampak sejak hari-hari awal flu dan bisa menjadi tanda bahwa saluran pernapasan bagian atas sedang terdampak oleh virus influenza.

Hidung yang mampet juga bisa membuat anak menjadi lebih rewel karena mereka sulit makan dan minum dengan nyaman. Memberi perhatian ekstra pada tanda ini membantu orang tua memahami apakah gejala flu mulai tampak atau masih sekadar batuk pilek biasa.

4. Nyeri otot dan sakit kepala

ilustrasi anak sakit (freepik.com/user18526052)

Flu membuat tubuh bekerja lebih keras untuk melawan infeksi. Pada anak, ini sering terasa sebagai nyeri otot dan sakit kepala, yang mungkin tidak dapat mereka jelaskan dengan kata-kata, tetapi dapat terlihat dari perilaku tubuh yang tampak lesu atau kurang semangat bermain.

Anak yang biasanya aktif bisa menjadi lebih pendiam, sering duduk atau berbaring, dan tampak tidak ingin bergerak banyak. Ini karena otot-ototnya terasa pegal, dan rasa tidak enak badan menyebar ke seluruh tubuh.

Perhatikan perubahan aktivitas anak: jika mereka menunjukkan kurangnya energi, sering minta dipangku, atau menolak bermain seperti biasa, bisa jadi ini salah satu gejala awal flu.

5. Kelelahan ekstrem dan lesu

Kelelahan yang muncul bersama gejala lain seperti demam dan batuk merupakan salah satu ciri flu yang khas pada anak. Ini bukan sekadar lelah biasa setelah bermain, tetapi lebih terlihat seperti kehilangan energi secara tiba-tiba.

Anak mungkin tidur lebih banyak dari biasanya, kurang merespons kegiatan yang biasanya ia suka, atau terlihat tertidur tiba-tiba pada siang hari. Rasa lesu ini juga bisa membuat nafsu makannya menurun.

Kelelahan ekstrem penting diperhatikan karena anak yang kurang minum dan makan bisa lebih mudah mengalami dehidrasi, yang dapat memperburuk kondisinya.

6. Mual, muntah, atau diare

ilustrasi anak sakit perut (freepik.com/freepik)

Meskipun flu dikenal sebagai penyakit pernapasan, tetapi pada anak gejala saluran cerna seperti mual, muntah, atau diare bisa ikut muncul. Ini lebih sering terjadi pada anak dibanding orang dewasa.

Gejala ini terjadi karena virus influenza bisa memengaruhi tubuh secara sistemik, termasuk pencernaan. Orang tua mungkin melihat anak menolak makan, muntah setelah makan, atau sering ke kamar kecil.

Karena ini, pemantauan asupan cairan menjadi penting agar anak tidak mengalami dehidrasi. Memberi cairan dalam porsi kecil tetapi sering bisa membantu menjaga hidrasi tubuh anak.

7. Sakit tenggorokan

Selain batuk, anak yang mulai flu sering juga mengeluhkan sakit tenggorokan. Mereka mungkin menunjukkan rasa tidak nyaman saat menelan makanan atau minuman, atau sering mengeluh bahwa tenggorokannya “perih”.

Rasa sakit tenggorokan ini biasanya datang bersamaan dengan batuk kering dan bisa menjadi lebih tajam saat anak mencoba menelan makanan padat. Ini bisa membuat anak menolak makan, yang kemudian memengaruhi nafsu makan dan energi mereka.

Perhatikan perubahan kebiasaan makan anak. Jika mereka tiba-tiba menolak makanan favoritnya dan tampak tidak nyaman saat menelan, ini bisa jadi salah satu gejala awal flu.

Flu pada anak sering datang dengan kombinasi gejala yang melibatkan demam tinggi, batuk kering, hidung tersumbat, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem yang berbeda dari sekadar batuk atau pilek ringan. Mengenali tanda-tanda ini sejak awal membantu orang tua mengambil langkah cepat dalam perawatan dan pengawasan kesehatan anak.

Selain itu, flu bisa memengaruhi anak secara sistemik. Tidak hanya saluran pernapasan, tetapi juga pencernaan dan energi tubuh secara keseluruhan. Bila gejala makin memburuk atau muncul tanda bahaya seperti kesulitan bernapas atau dehidrasi berat, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Referensi

"Catching Early Flu Symptoms in Children." Verywell Health. Diakses Januari 2026.

"Influenza (The “Flu”)" Nationwide Children’s Hospital. Diakses Januari 2026.

"Signs and Symptoms of Flu." CDC. Diakses Januari 2026.

Editorial Team