Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siapa Saja yang Perlu Vaksin Flu Tahunan dan Alasannya

Seorang perempuan mendapatkan vaksinasi.
ilustrasi vaksinasi (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya sih...
  • Semua orang berusia ≥6 bulan direkomendasikan untuk vaksin flu tahunan karena virus influenza bermutasi setiap tahun dan kekebalan dapat menurun.
  • Kelompok berisiko tinggi mengalami komplikasi serius, termasuk bayi, lansia, ibu hamil, pasien penyakit kronis, dan tenaga kesehatan.
  • Vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu mengurangi penyebaran dan beban pada sistem kesehatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim flu datang setiap tahun dengan variasi virus influenza yang berbeda. Karena karakteristik virus yang terus berubah, perlindungan yang diperoleh dari vaksinasi sebelumnya tidak cukup untuk menghadapi gelombang flu baru yang mungkin muncul. Itulah sebabnya banyak otoritas kesehatan merekomendasikan vaksin flu tahunan untuk hampir semua orang di atas usia 6 bulan.

Tujuan utama vaksinasi flu adalah mengurangi risiko komplikasi serius seperti pneumonia, rawat inap, hingga kematian, terutama bagi mereka yang memiliki sistem imun yang rentan atau kondisi kesehatan tertentu.

Dalam kerangka kesehatan masyarakat, vaksin flu juga membantu melindungi komunitas secara keseluruhan dengan memperlambat penyebaran virus, sebuah kontribusi penting ketika banyak orang di sekitar kita tidak bisa divaksinasi karena alasan medis.

Berikut ini daftar siapa saja yang butuh vaksinasi flu tahunan.

1. Semua orang usia 6 bulan ke atas

Semua orang yang berusia 6 bulan ke atas yang sehat atau tidak memiliki kontraindikasi khusus disarankan mendapatkan vaksin influenza setiap tahun.

Alasannya, influenza adalah penyakit yang sangat mudah menyebar dan virusnya berubah setiap musim. Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi sebelumnya bisa memudar dalam hitungan bulan, sedangkan virus yang beredar bisa berbeda dibanding dengan musim sebelumnya. Itu membuat vaksinasi tahunan menjadi strategi penting untuk menjaga tubuh tetap siap menghadapi virus musiman.

Pendekatan universal ini juga membantu memperluas perlindungan masyarakat melalui fenomena herd immunity. Lebih banyak orang yang divaksinasi berarti lebih kecil peluang virus menyebar ke individu yang rentan.

2. Bayi dan anak-anak (6 bulan hingga <5 Tahun)

Kelompok anak kecil memiliki sistem imun yang masih berkembang, membuat mereka lebih rentan terhadap komplikasi akibat infeksi influenza.

Lebih dari sekadar demam dan batuk, bayi dan anak kecil dapat mengalami pneumonia, dehidrasi berat, atau bahkan rawat inap akibat flu. Risiko ini menjadikan vaksin tahunan menjadi langkah penting demi melindungi masa tumbuh mereka.

Anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah menerima vaksin flu sebelumnya direkomendasikan untuk mendapatkan dua dosis dengan jarak empat minggu untuk membangun perlindungan yang optimal.

3. Lansia (65 tahun ke atas)

Seorang lansia merawat tanaman.
ilustrasi lansia merawat tanaman (freepik.com/jcomp)

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh manusia cenderung melemah, proses yang dikenal sebagai immunosenescence. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan terhadap infeksi influenza dan komplikasinya, termasuk pneumonia dan gagal napas.

Karena itu, vaksin flu untuk kelompok ini sering kali dilengkapi formula khusus, seperti dosis lebih tinggi atau adjuvant, yang dirancang untuk memicu respons imun yang lebih kuat dibanding vaksin standar.

Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi dapat secara signifikan mengurangi risiko rawat inap dan kematian pada lansia, bahkan jika mereka masih tertular flu, karena gejala yang dialami biasanya lebih ringan dibanding kelompok lansia yang tidak divaksinasi.

4. Ibu hamil

Kehamilan membawa perubahan fisiologis yang signifikan, termasuk pada sistem pernapasan dan kekebalan, yang membuat ibu hamil lebih rentan terhadap penyakit pernapasan, termasuk influenza.

Selain melindungi ibu dari penyakit serius, vaksin flu juga melindungi bayi yang belum lahir. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi dapat melewati plasenta, memberikan perlindungan awal bagi bayi setelah lahir, periode ketika mereka belum bisa divaksinasi flu.

Berbagai studi klinis menunjukkan bahwa vaksin flu aman untuk ibu hamil pada semua trimester dan tidak meningkatkan risiko efek samping serius.

5. Pasien penyakit kronis

Individu dengan kondisi kesehatan kronis seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan paru, atau sistem imun yang lemah menghadapi risiko lebih tinggi mengalami komplikasi flu.

Infeksi influenza pada mereka tidak hanya memperburuk gejala dasar, tetapi juga dapat memicu eksaserbasi penyakit yang sudah ada, memperpanjang masa rawat inap, atau meningkatkan peluang masuk rumah sakit.

Vaksin flu tahunan membantu tubuh membangun perlindungan yang diperlukan agar respons imun lebih cepat saat terpapar virus influenza, yang bahkan bisa menurunkan keparahan penyakit sekalipun infeksi tetap terjadi.

6. Tenaga kesehatan dan kontak dekat kelompok rentan

Ilustrasi tenaga kesehatan.
ilustrasi tenaga kesehatan (pexels.com/rdne)

Tenaga kesehatan berada di garis terdepan dalam layanan medis dan sering berinteraksi dengan pasien yang terinfeksi influenza atau yang rentan terhadap penyakit ini.

Divaksinasi tidak hanya melindungi tenaga kesehatan dari sakit, tetapi juga mengurangi risiko penularan ke pasien berisiko tinggi, seperti lansia dan individu imunokompromi.

Demikian pula, anggota keluarga atau pengasuh yang tinggal bersama kelompok rentan memainkan peran penting dalam “rantai perlindungan” dengan mengurangi kemungkinan membawa virus masuk ke lingkungan rumah tangga.

Vaksin flu tahunan adalah salah satu alat kesehatan masyarakat yang paling berdampak untuk mengurangi infeksi, rawat inap, dan kematian akibat influenza setiap musim. Dengan virus yang terus berevolusi, imunisasi setiap tahun memberi tubuh kesempatan terbaik untuk menghasilkan antibodi yang relevan terhadap strain yang diperkirakan akan beredar.

Sementara semua orang berusia 6 bulan ke atas direkomendasikan untuk divaksinasi, kelompok berisiko tinggi (anak kecil, lansia, ibu hamil, pasien penyakit kronis, tenaga kesehatan, dan kontak dekat kelompok rentan) memiliki alasan kuat untuk menjadikan vaksin flu tahunan sebagai prioritas. Melalui strategi vaksinasi yang konsisten dan luas, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mengurangi beban influenza di masyarakat secara keseluruhan.

Referensi

“Who Needs a Flu Vaccine | Influenza (Flu)” CDC. Diakses Januari 2026.

“Talking About Influenza Vaccine Recommendation.” CDC. Diakses Januari 2026.

Lisa A. Grohskopf et al., “Prevention and Control of Seasonal Influenza With Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices — United States, 2025–26 Influenza Season,” MMWR Morbidity and Mortality Weekly Report 74, no. 32 (August 28, 2025): 500–507, https://doi.org/10.15585/mmwr.mm7432a2.

“Seasonal Flu Vaccine Basics.” CDC. Diakses Januari 2026.

“How Can I Avoid Getting the Flu?” World Health Organization. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

10 Faktor Risiko Kanker Testis, Cowok Perlu Waspada!

05 Jan 2026, 23:12 WIBHealth