ilustrasi konsultasi dengan dokter mengenai benjolan di ketiak (pexels.com/Thirdman)
Jangan menunggu terlalu lama untuk menemui dokter jika:
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin beberapa tes seperti:
USG.
Mammografi.
Tes darah.
Biopsi bila diperlukan.
Pemeriksaan dini penting karena beberapa kondisi serius memiliki hasil pengobatan yang jauh lebih baik jika ditemukan lebih awal.
Banyak orang langsung mencari informasi seputar benjolan di ketiak di internet, lalu menyimpulkan sendiri penyebabnya. Masalahnya, bentuk benjolan bisa sangat mirip satu sama lain.
Benjolan akibat infeksi, kista, hingga kanker kadang tidak mudah dibedakan hanya dari tampilan luar. Karena itu, diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan medis langsung.
Benjolan di ketiak tidak selalu berarti penyakit serius, tetapi ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Benjolan yang keras, tidak nyeri, menetap lama, membesar, atau disertai gejala seperti demam dan penurunan berat badan sebaiknya diperiksa oleh dokter.
Sebagian kasus memang disebabkan kondisi ringan seperti infeksi atau iritasi kulit. Namun, karena area ketiak berkaitan erat dengan sistem limfatik dan jaringan payudara, perubahan yang menetap tidak sebaiknya diabaikan.
Referensi
Mayo Clinic. "Swollen Lymph Nodes." Diakses Mei 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. "Breast Cancer Symptoms." Diakses Mei 2026.
American Cancer Society. "Lymph Nodes and Cancer." Diakses Mei 2026.
“Lymphadenopathy: Differential Diagnosis and Evaluation,” PubMed, October 15, 1998, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9803196/.
Thomas M. Habermann and David P. Steensma, “Lymphadenopathy,” Mayo Clinic Proceedings 75, no. 7 (July 1, 2000): 723–32, https://doi.org/10.4065/75.7.723.