Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Cuma Iritasi, Ini 9 Penyebab Ketiak Terasa Perih

Bukan Cuma Iritasi, Ini 9 Penyebab Ketiak Terasa Perih
ilustrasi ketiak terasa perih (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Ketiak bisa terasa perih karena area ini lembap, sensitif, dan mudah teriritasi akibat mencukur, gesekan, atau bahan kimia pada deodoran.
  • Penyebab lain termasuk infeksi jamur, folikulitis, hidradenitis suppurativa, hingga pembengkakan kelenjar getah bening yang menimbulkan nyeri dan peradangan.
  • Menjaga kebersihan, memakai pakaian longgar, serta menghindari produk pemicu iritasi dapat membantu mencegah keluhan; segera ke dokter bila muncul benjolan atau nyeri berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketiak umumnya jarang diperhatikan sampai muncul rasa tidak nyaman. Sedikit perih saat mengangkat tangan, rasa seperti terbakar setelah memakai deodoran, atau nyeri ketika kulit bergesekan dengan pakaian sering dianggap masalah kecil.

Padahal area ketiak merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat kompleks, karena di sana ada lipatan kulit, folikel rambut, kelenjar keringat, pembuluh darah, saraf, dan kelenjar getah bening.

Kondisi yang hangat, lembap, dan sering bergesekan membuat ketiak lebih rentan mengalami iritasi maupun infeksi dibanding banyak area tubuh lain.

Karena itu, penyebab ketiak perih bisa sangat beragam, mulai dari masalah ringan sampai kondisi medis tertentu yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Table of Content

1. Iritasi akibat mencukur

1. Iritasi akibat mencukur

Ini salah satu penyebab paling umum. Kulit ketiak tipis dan sensitif. Saat mencukur, lapisan pelindung kulit bisa ikut terangkat sehingga memicu iritasi mikro pada permukaan kulit. Akibatnya, ketiak bisa terasa perih, panas, gatal, atau ada sensasi seperti terbakar.

Risiko meningkat jika alat cukur yang dipakai pisaunya tumpul, mencukur terlalu cepat, mencukur tanpa pelumas, atau mencukur dilakukan berulang pada area yang sama.

Gesekan dan luka kecil akibat mencukur dapat menyebabkan iritasi kulit dan razor burn (iritasi kulit akibat proses bercukur yang salah atau pisau tumpul).

Kadang rasa perih baru muncul saat berkeringat atau terkena deodoran karena kulit sedang dalam kondisi lebih sensitif.

2. Reaksi terhadap deodoran atau antiperspiran

Banyak produk ketiak mengandung parfum, alkohol, pengawet, atau senyawa antiperspiran seperti aluminum salts. Pada sebagian orang, bahan-bahan ini dapat memicu dermatitis kontak iritan atau alergi.

Gejalanya bisa berupa:

  • Perih.
  • Rasa terbakar.
  • Kemerahan
  • Gatal.
  • Kulit mengelupas.
  • Ruam.

Pewangi dan bahan pengawet termasuk pemicu umum dermatitis kontak pada produk perawatan tubuh.

Masalahnya, banyak orang mengira rasa “cekit-cekit” setelah pakai deodoran adalah hal normal, padahal itu bisa menjadi tanda iritasi kulit.

3. Gesekan kulit dan kelembapan berlebih

Seorang perempuan mengenakan pakaian olahraga hitam dan ikat kepala putih memegang area ketiak sambil meregangkan tubuh di latar hijau.
ilustrasi ketiak terasa perih (freepik.com/stockking)

Ketiak merupakan area yang hampir terus bergesekan dengan kulit, pakaian, atau saat tangan bergerak. Saat keringat berlebih bercampur dengan gesekan, kulit bisa mengalami iritasi yang disebut intertrigo.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada:

  • Saat cuaca panas.
  • Orang dengan aktivitas fisik tinggi.
  • Individu dengan lipatan kulit lebih besar.
  • Orang yang mengenakan pakaian yang terlalu ketat.

Kulit biasanya terasa perih, lembap, merah, dan tidak nyaman saat bergerak.

Lingkungan hangat dan lembap pada lipatan kulit membuat intertrigo mudah berkembang.

4. Infeksi jamur

Area lembap seperti ketiak sangat disukai jamur tertentu. Infeksi jamur pada ketiak dapat menyebabkan:

  • Ruam kemerahan.
  • Rasa perih.
  • Gatal.
  • Kulit bersisik.
  • Bau yang tidak biasa.

Salah satu penyebab tersering adalah Candida, jamur yang memang secara alami dapat hidup di kulit tetapi berkembang berlebihan pada kondisi tertentu.

Risiko meningkat jika kamu:

  • Sering berkeringat.
  • Jarang mengganti pakaian.
  • Memakai pakaian lembap terlalu lama.
  • Diabetes.
  • Daya tahan tubuh menurun.

Infeksi jamur pada lipatan kulit sering memburuk karena kelembapan dan gesekan terus-menerus.

5. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi pada folikel rambut. Di ketiak, kondisi ini sering muncul setelah mencukur, berkeringat, atau akibat bakteri seperti Staphylococcus aureus.

Gejalanya dapat berupa:

  • Bintik merah.
  • Benjolan kecil.
  • Rasa nyeri atau perih.
  • Kadang berisi nanah.

Karena ketiak memiliki banyak folikel rambut, area ini cukup rentan mengalami folikulitis.

Folikulitis ringan kadang membaik sendiri, tetapi kasus lebih berat dapat berkembang menjadi infeksi lebih dalam.

6. Hidradenitis suppurativa

Kulit ketiak kiri dengan peradangan dan benjolan akibat hidradenitis suppurativa tahap II menurut klasifikasi Hurley.
Hidradenitis suppurativa (Hurley's Staging II) di aksila kiri. (commons.wikimedia.org/BMC Dermatology/Ziyad Alharbi, Jens Kauczok, Norbert Pallua)

Ini kondisi yang lebih serius dan sering terlambat dikenali. Hidradenitis suppurativa (HS) adalah penyakit peradangan kronis yang sering menyerang area dengan banyak kelenjar keringat apokrin seperti ketiak, selangkangan, dan bawah payudara.

Awalnya mungkin tampak seperti jerawat, bisul kecil, atau benjolan nyeri. Namun, lama-kelamaan dapat berkembang menjadi benjolan berulang, abses, luka, dan jaringan parut.

Rasa perih pada HS biasanya cukup signifikan karena terjadi peradangan dalam di bawah kulit. HS bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan kondisi inflamasi kronis yang kompleks.

7. Pembengkakan kelenjar getah bening

Di area ketiak terdapat kelenjar getah bening yang berperan dalam sistem imun. Saat tubuh melawan infeksi, kelenjar ini dapat membesar dan menyebabkan nyeri, rasa penuh, atau perih di ketiak.

Pemicunya bisa bermacam-macam. Dari mulai infeksi kulit, flu, infeksi virus, luka, hingga kondisi medis tertentu.

Kadang yang terasa perih di kulit sebenarnya berasal dari jaringan di bawahnya. Karena itu, jika ketiak terasa sakit disertai benjolan, penting untuk memperhatikan apakah ada tanda infeksi lain pada tubuh.

8. Reaksi kulit akibat keringat berlebih

Keringat, ketika bercampur dengan bakteri dan terjebak di area tertutup, bisa membuat kulit mengalami iritasi.

Pada sebagian orang, keringat dapat memicu biang keringat, iritasi, atau sensasi perih seperti terbakar.

Hal ini lebih mudah terjadi pada saat cuaca panas, olahraga intens, memakai pakaian tidak menyerap keringat, atau ventilasi kulit buruk.

Karena itu, rasa perih kadang muncul terutama setelah banyak bergerak atau berkeringat.

9. Eksim atau dermatitis atopik

Seorang wanita mengenakan pakaian putih tanpa lengan tersenyum sambil menutupi sebagian wajahnya dengan tangan di depan dinding putih.
ilustrasi ketiak (pexels.com/Sakshi Patwa)

Orang dengan kulit sensitif atau riwayat eksim lebih mudah mengalami iritasi pada lipatan tubuh, termasuk ketiak.

Gejalanya bisa berupa:

  • Kulit kering,
  • Ruam.
  • Gatal.
  • Rasa terbakar.
  • Perih.

Kulit yang mengalami peradangan kronis memiliki lapisan pelindung yang lebih lemah sehingga lebih rentan terhadap gesekan dan bahan kimia.

Area lipatan tubuh sering menjadi lokasi flare dermatitis karena kombinasi kelembapan dan gesekan.

Kapan harus menemui dokter?

Segera periksa ke dokter apabila:

  • Muncul benjolan besar.
  • Keluar nanah.
  • Disertai demam.
  • Nyeri makin parah.
  • Kulit menghitam atau luka,
  • Tidak membaik dalam beberapa minggu.

Ketiak perih memang sering disebabkan masalah ringan, tetapi kadang dapat menjadi tanda infeksi atau peradangan yang membutuhkan penanganan medis.

Cara mengurangi risiko iritasi pada ketiak

Beberapa langkah yang dapat membantu:

  • Gunakan pisau cukur bersih dan tajam.
  • Hindari deodorant beralkohol bila kulit sensitif.
  • Gunakan pakaian longgar dan menyerap keringat.
  • Jaga area ketiak tetap kering.
  • Hindari menggaruk ketiak.
  • Hhentikan pemakaian produk yang memicu iritasi.

Kalau keluhan berulang terus, penting mencari penyebab dasarnya, bukan hanya menutupi gejalanya.

Ketiak perih dapat dipicu banyak hal, mulai dari iritasi ringan akibat mencukur hingga infeksi jamur, folikulitis, atau kondisi inflamasi kronis seperti hidradenitis suppurativa.

Karena area ketiak sangat lembap dan sering bergesekan, kulit di sana memang lebih sensitif terhadap iritasi dan peradangan. Memahami penyebabnya penting agar penanganannya tidak asal coba produk atau mengganti deodoran. Sebab pada beberapa kasus, ketiak perih bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami peradangan atau infeksi tertentu.

Referensi

American Academy of Dermatology. “Skin Care and Underarm Conditions.” Diakses Mei 2026.

American Contact Dermatitis Society. “Contact Dermatitis and Personal Care Products.” Diakses Mei 2026.

Cleveland Clinic. “Intertrigo.” Accessed May 11, 2026. Diakses Mei 2026.

Mayo Clinic. “Folliculitis.” Accessed May 11, 2026. Diakses Mei 2026.

National Eczema Association. “Eczema in Skin Folds.” Diakses Mei 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More