Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tertusuk Jarum Bekas, Kapan Hepatitis Bisa Terdeteksi?
ilustrasi alat suntik (pexels.com/Tara Winstead)
  • Setelah tertusuk jarum bekas, tes dilakukan segera sebagai baseline, tetapi hasil negatif pada hari pertama tidak dapat menyingkirkan infeksi yang baru terjadi.

  • Hepatitis C dapat terdeteksi paling awal melalui HCV RNA sekitar 1–2 minggu setelah paparan, sedangkan antibodi biasanya baru muncul sekitar 8–11 minggu.

  • Untuk hepatitis B, HBsAg dapat mulai terdeteksi 1–2 minggu setelah paparan, tetapi pada sebagian orang baru muncul hingga 11–12 minggu. Pencegahan hepatitis B setelah paparan tidak boleh menunggu hasil tes.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jarum bekas (atau alat suntik yang tidak steril) adalah cara penularan penting untuk hepatitis B dan hepatitis C karena virus dapat berpindah lewat darah yang tertinggal pada jarum.

Apabila darah pada jarum mengandung virus hepatitis, kapan infeksinya bisa diketahui?

Virus hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) memiliki masa jendela, yaitu jeda ketika infeksi mungkin sudah terjadi tetapi penanda tertentu belum dapat dideteksi. Karena itu, hasil tes negatif segera setelah tertusuk terutama digunakan untuk mengetahui kondisi seseorang sebelum paparan.

Hepatitis C: RNA bisa terdeteksi lebih cepat

Untuk hepatitis C, pemeriksaan yang paling cepat mendeteksi infeksi baru adalah Nucleic Acid Test (NAT) untuk HCV RNA.

HCV RNA umumnya mulai dapat dideteksi sekitar 1–2 minggu setelah paparan. Sebaliknya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk antibodi terhadap HCV. Anti-HCV biasanya baru terdeteksi sekitar 8–11 minggu setelah paparan.

Itulah alasan tes antibodi yang dilakukan beberapa hari setelah tertusuk jarum hasilnya bisa negatif meskipun infeksi masih terlalu dini untuk terdeteksi.

Untuk paparan berisiko, misalnya sumber diketahui memiliki HCV RNA atau jarum berasal dari sumber yang tidak dapat diperiksa, biasanya rekomendasinya tes HCV RNA pada 3–6 minggu setelah paparan. Jika hasilnya negatif, pemeriksaan anti-HCV dilakukan kembali pada 4–6 bulan.

Jadwal terakhir tetap diperlukan karena pada fase akut kadar HCV RNA terkadang dapat naik turun, sehingga virus untuk sementara tidak terdeteksi.

Hepatitis B juga tidak selalu langsung terlihat

Pada hepatitis B, salah satu penanda utama adalah HBsAg (protein pada permukaan virus hepatitis B).

HBsAg dapat mulai ditemukan sekitar 1–2 minggu setelah paparan, tetapi pada sebagian infeksi baru dapat terdeteksi hingga sekitar 11–12 minggu kemudian.

Pemeriksaan molekuler dapat mendeteksi infeksi lebih awal. Sebuah studi terhadap panel serokonversi memperkirakan masa jendela rata-rata sekitar 20,6–22,6 hari untuk HBV DNA menggunakan NAT, dibandingkan sekitar 35,5–37,8 hari untuk pemeriksaan HBsAg yang diteliti.

Setelah tertusuk jarum, jangan cuma menunggu virus muncul dalam tes. Pada orang yang belum terlindungi vaksin hepatitis B dan terpapar darah dari sumber HBsAg positif atau tidak diketahui statusnya, anjurannya sesegera mungkin mendapatkan vaksin hepatitis B dan hepatitis B immune globulin (HBIG). Untuk paparan nonpekerjaan, pemberian dianjurkan secepatnya, idealnya dalam 24 jam.

Sebaliknya, orang yang telah menyelesaikan vaksinasi dan memiliki dokumentasi anti-HBs ≥10 mIU/mL dianggap memiliki perlindungan sehingga tidak butuh profilaksis HBV setelah paparan.

Bagi orang yang rentan dan terpapar sumber HBsAg positif atau tidak diketahui, sebaiknya lakukan pemeriksaan awal secepat mungkin dan pemeriksaan ulang hepatitis B sekitar 6 bulan setelah paparan.

Jangan menunggu gejala muncul

ilustrasi hepatitis B (IDN Times/NRF)

Pada fase awal, hepatitis B maupun C bisa tidak bergejala.

Jika kamu tertusuk jarum bekas atau tidak steril, segera cuci luka dengan sabun dan air, kemudian segera datangi fasilitas kesehatan terdekat. Jika kejadian berlangsung di tempat kerja, paparan perlu segera dilaporkan sesuai prosedur.

Jika sumber darah diketahui, pemeriksaan sumber dapat membantu menentukan tindak lanjut. Untuk hepatitis C, sumber sebaiknya diperiksa sesegera mungkin, idealnya dalam 48 jam. Apabila sumber tidak bisa diperiksa, misalnya tertusuk jarum yang ditemukan di tempat sampah, tindak lanjut HCV tetap direkomendasikan berdasarkan risiko paparan.

Tidak ada profilaksis setelah paparan yang direkomendasikan untuk hepatitis C. Diperkirakan risiko penularan HCV dari paparan perkutan terhadap darah yang terinfeksi sekitar 0,2 persen, sehingga pendekatannya adalah pemeriksaan dan pengobatan segera apabila infeksi terdeteksi.

Kesimpulannya, tes hepatitis yang negatif segera setelah tertusuk jarum belum berarti kamu bebas infeksi.

HCV RNA dapat mulai terdeteksi sekitar 1–2 minggu, sedangkan antibodi HCV biasanya membutuhkan 8–11 minggu. Untuk hepatitis B, HBsAg dapat muncul mulai 1–2 minggu hingga sekitar 11–12 minggu setelah paparan.

Karena ada masa jendela dan hepatitis B memiliki tindakan pencegahan setelah paparan, jangan menunggu sampai waktunya tes ulang untuk mencari pertolongan medis.

Referensi

Azzedine Assal et al., “Sensitivity of Two Hepatitis B Virus, Hepatitis C Virus (HCV), and Human Immunodeficiency Virus (HIV) Nucleic Acid Test Systems Relative to Hepatitis B Surface Antigen, Anti-HCV, Anti-HIV, and p24/Anti-HIV Combination Assays in Seroconversion Panels,” Transfusion 49, no. 2 (2009): 301–10, https://doi.org/10.1111/j.1537-2995.2008.01966.x.

Anne C. Moorman et al., “Testing and Clinical Management of Health Care Personnel Potentially Exposed to Hepatitis C Virus—CDC Guidance, United States, 2020,” MMWR Recommendations and Reports 69, no. 6 (2020): 1–8, https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/69/rr/rr6906a1.htm.

Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Screening and Diagnosis for Hepatitis C,” diakses Agustus 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Guidelines for Health Care Personnel Exposed to Hepatitis C Virus,” diakses Agustus 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Chapter 10: Hepatitis B,” Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases (Pink Book), diakses Agustus 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “Responding to HBV Exposures in Health Care Settings,” diakses Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article