Pada beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi cukup bulan mengandalkan cadangan zat besi yang terbentuk sebelum lahir. Namun, saat pertumbuhan makin pesat dan bayi mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI), cadangan tersebut berkurang. Periode 6–12 bulan pun menjadi masa penting untuk memastikan asupan zat besinya tercukupi.
“Defisiensi besi itu bukan sekadar anemia. Bahkan sebelum Hb-nya turun, defisiensi besi bisa terjadi,” kata Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dalam sambutannya pada seminar media Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa (6/10).
Ya, anak bisa kekurangan zat besi sebelum kadar hemoglobinnya cukup rendah untuk disebut anemia. Karena itu, kecukupan zat besi bayi perlu diperhatikan sejak awal, bukan hanya ketika ia tampak pucat atau lemas.
