ilustrasi virus campak (CDC/Public Health Image Library (PHIL), ID#5622)
Berikut ini kelompok-kelompok yang mungkin direkomendasikan untuk mendapatkan booster campak:
Program imunisasi standar biasanya mencakup dua dosis vaksin campak. Namun, tidak semua anak menerima kedua dosis tersebut, baik karena keterlambatan, akses terbatas, atau faktor lain.
Dalam kasus ini, booster sebenarnya adalah penyempurnaan seri vaksin, bukan tambahan ekstra.
Satu dosis hanya memberikan perlindungan sekitar 93 persen, sehingga dosis kedua diperlukan untuk mencapai efektivitas optimal.
Penelitian menunjukkan bahwa anak yang hanya menerima satu dosis memiliki risiko infeksi lebih tinggi dibandingkan yang mendapat dua dosis lengkap.
Banyak orang dewasa tidak memiliki catatan vaksinasi yang jelas, terutama mereka yang lahir sebelum program imunisasi modern diterapkan secara luas.
Kelompok ini berisiko tidak pernah divaksinasi, cuma menerima satu dosis vaksin, dan kehilangan perlindungan.
Orang dewasa tanpa bukti imunisasi atau riwayat infeksi campak sebaiknya mendapatkan vaksin MMR untuk memastikan perlindungan.
Studi menunjukkan, kekebalan populasi sangat bergantung pada kelompok dewasa yang sering terlewat dalam program imunisasi.
Tenaga kesehatan memiliki risiko paparan tinggi terhadap penyakit menular, termasuk campak.
Karena bekerja di lingkungan dengan pasien, mereka lebih rentan terpapar dan berpotensi menularkan ke pasien lain. Oleh karena itu, vaksinasi lengkap, termasuk booster jika diperlukan, sangat dianjurkan.
Tenaga kesehatan harus memiliki bukti kekebalan yang jelas terhadap campak, baik melalui vaksinasi atau tes antibodi.
Perjalanan ke negara dengan kasus campak tinggi atau sedang terjadi wabah meningkatkan risiko infeksi.
Wabah campak masih terjadi di berbagai wilayah dunia, terutama di negara dengan cakupan vaksinasi rendah. Untuk itu, pelancong, baik anak maupun dewasa, disarankan untuk memastikan sudah mendapat dua dosis vaksin campak, serta mendapatkan booster jika status imunisasi tidak jelas.
Penelitian menunjukkan bahwa perjalanan internasional menjadi salah satu faktor utama penyebaran kembali campak lintas negara.
Saat terjadi wabah, strategi vaksinasi sering diperluas. Dalam situasi ini, booster dapat diberikan untuk meningkatkan kekebalan populasi dan memutus rantai penularan.
Vaksinasi tambahan dalam konteks wabah terbukti efektif menurunkan angka kasus secara signifikan.
Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi respons terhadap vaksin, seperti gangguan imun dan terapi imunosupresif.
Pada kelompok ini, dokter dapat merekomendasikan evaluasi tambahan, termasuk kemungkinan booster atau pemeriksaan antibodi. Namun, keputusan harus bersifat individual dan berbasis kondisi medis.