Pada usia lanjut, flu bukan lagi sekadar infeksi musiman yang bisa dilewati dengan istirahat. Pada kelompok ini, influenza sering kali menjadi pemicu komplikasi serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Risiko tersebut meningkat pada lansia dengan penyakit kronis, termasuk diabetes, yang membuat respons imun cenderung lebih lemah dan komplikasi lebih mudah terjadi.
Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine memberi gambaran baru tentang bagaimana perlindungan terhadap flu bisa ditingkatkan. Studi ini menunjukkan bahwa vaksin influenza dosis tinggi dapat memberi perlindungan tambahan dibandingkan vaksin dosis standar, terutama dalam menekan risiko rawat inap akibat penyakit pernapasan dan kardiovaskular.
Temuan ini berasal dari analisis lanjutan uji klinis acak berskala besar yang dilakukan di Denmark, menjadikannya salah satu studi vaksin flu paling komprehensif yang pernah melibatkan populasi lansia—termasuk kelompok dengan diabetes.
