Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Vaksin influenza.
ilustrasi vaksin influenza (unsplash.com/CDC)

Intinya sih...

  • Vaksin flu dosis tinggi menurunkan risiko rawat inap pada lansia.

  • Manfaatnya terlihat baik pada lansia dengan maupun tanpa diabetes.

  • Dampak absolutnya lebih besar pada penyandang diabetes.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada usia lanjut, flu bukan lagi sekadar infeksi musiman yang bisa dilewati dengan istirahat. Pada kelompok ini, influenza sering kali menjadi pemicu komplikasi serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Risiko tersebut meningkat pada lansia dengan penyakit kronis, termasuk diabetes, yang membuat respons imun cenderung lebih lemah dan komplikasi lebih mudah terjadi.

Sebuah analisis terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine memberi gambaran baru tentang bagaimana perlindungan terhadap flu bisa ditingkatkan. Studi ini menunjukkan bahwa vaksin influenza dosis tinggi dapat memberi perlindungan tambahan dibandingkan vaksin dosis standar, terutama dalam menekan risiko rawat inap akibat penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Temuan ini berasal dari analisis lanjutan uji klinis acak berskala besar yang dilakukan di Denmark, menjadikannya salah satu studi vaksin flu paling komprehensif yang pernah melibatkan populasi lansia—termasuk kelompok dengan diabetes.

Temuan studi: lebih sedikit rawat inap, risiko lebih rendah

Analisis ini melibatkan lebih dari 332 ribu orang berusia 65 tahun ke atas yang menerima vaksin flu selama tiga musim influenza, dari tahun 2022–2023 hingga 2024–2025.

Sekitar 13 persen dari peserta memiliki diabetes. Para peserta secara acak menerima vaksin flu inaktif dosis tinggi (HD-IIV), yang mengandung empat kali lipat antigen dibanding vaksin standar (SD-IIV), atau vaksin dosis standar.

Dengan memanfaatkan registri kesehatan nasional Denmark, tim peneliti melacak kejadian rawat inap akibat penyakit pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan influenza. Hasilnya, vaksin dosis tinggi secara konsisten dikaitkan dengan penurunan risiko rawat inap.

Pada orang dengan diabetes, vaksin dosis tinggi menurunkan risiko rawat inap akibat penyakit kardiopulmoner sebesar 7,4 persen, penyakit kardiovaskular sebesar 12 persen, dan influenza hingga lebih dari 40 persen dibanding vaksin dosis standar.

Menariknya, manfaat protektif ini juga terlihat pada lansia tanpa diabetes, dengan pola yang relatif serupa. Artinya, vaksin flu dosis tinggi bekerja efektif secara luas, tidak terbatas pada satu kelompok kesehatan tertentu.

Mengapa dampaknya lebih besar pada lansia dengan diabetes?

ilustrasi vaksinasi lansia (pexels.com/Kampus Production)

Meski manfaat relatif vaksin dosis tinggi mirip pada lansia dengan dan tanpa diabetes, tetapi para peneliti menekankan adanya “manfaat absolut yang lebih besar” pada kelompok diabetes. Alasannya sederhana namun krusial, bahwa orang dengan diabetes memiliki risiko dasar yang lebih tinggi terhadap komplikasi flu, sehingga setiap pencegahan memiliki dampak klinis yang lebih signifikan.

Analisis lanjutan juga menunjukkan bahwa manfaat vaksin dosis tinggi tampak lebih kuat pada individu yang telah hidup dengan diabetes selama lima tahun atau lebih, serta mereka yang sudah mengalami komplikasi terkait diabetes. Pada kelompok ini, respons imun terhadap vaksin dosis standar diduga kurang optimal, sementara kerentanan terhadap komplikasi flu lebih besar.

Meski masih bersifat eksploratif dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut, tetapi temuan ini memperkuat pesan utama studi, bahwa vaksinasi influenza tetap krusial pada lansia, dan penggunaan vaksin dosis tinggi berpotensi memberikan perlindungan tambahan, terutama bagi mereka yang hidup dengan diabetes dan beban penyakit yang lebih berat.

Referensi

Anne Bjerg Nielsen et al., “High-Dose Vs Standard-Dose Influenza Vaccine in Older Adults With Diabetes,” JAMA Internal Medicine, January 12, 2026, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2025.7286.

Editorial Team