Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WHO Rilis Panduan Pertama untuk Obesitas Anak dan Remaja
ilustrasi obesitas anak dan remaja (unsplash.com/Vitolda Klein)
  • Pada 2024, sekitar 170 juta anak dan remaja usia 5–19 tahun hidup dengan obesitas di dunia.

  • WHO menganjurkan penanganan terpadu melalui pola makan, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku.

  • Obat dan operasi hanya dapat dipertimbangkan untuk kelompok usia tertentu dengan syarat ketat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan obesitas pada anak dan remaja tak cukup berfokus pada angka di timbangan. Kesehatan fisik, kondisi emosional, serta pengalaman mereka di lingkungan sosial juga perlu diperhatikan.

Pada 7 Oktober 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis panduan global pertamanya untuk penanganan obesitas pada kelompok usia ini.

1. Jumlah anak dan remaja dengan obesitas meningkat

WHO memperkirakan sekitar 170 juta anak dan remaja usia 5–19 tahun hidup dengan obesitas pada 2024. Jumlah itu mencakup 70 juta anak usia 5–9 tahun dan 100 juta remaja usia 10–19 tahun.

Prevalensi obesitas pada kelompok usia ini meningkat empat kali lipat sejak 1990, dari 2 menjadi 8 persen.

2. Obesitas perlu ditangani sebagai kondisi kesehatan jangka panjang

WHO menyebut obesitas sebagai penyakit kronis yang dapat ditangani. Dampaknya bisa muncul sejak usia muda dan meningkatkan risiko penyakit, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Karena itu, penanganannya perlu memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan anak secara menyeluruh.

3. Penanganan utama mencakup pola makan, aktivitas, dan perilaku

ilustrasi anak laki-laki mengalami obesitas (magnific.com/jcomp)

WHO sangat menganjurkan intervensi terstruktur yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, serta perubahan perilaku. Dukungan dapat diberikan secara individual atau melalui program terpadu yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keluarganya.

4. Intervensi digital perlu didampingi orang dewasa

WHO menyebut intervensi kesehatan digital dapat digunakan secara bersyarat. Untuk anak dan remaja, penggunaannya perlu berada dalam pengawasan orang tua atau pengasuh.

5. Obat dan operasi memiliki batasan usia dan indikasi

Untuk anak usia 0–9 tahun, WHO tidak merekomendasikan obat, operasi bariatrik, maupun alat penurun berat badan.

Pada remaja usia 10–19 tahun, obat yang telah disetujui dapat dipertimbangkan jika program gaya hidup terpadu yang diawasi belum mencapai hasil yang diharapkan. Operasi bariatrik hanya dapat dipertimbangkan pada remaja dengan obesitas berat dan dalam kondisi yang ketat.

6. Kesehatan mental dan lingkungan juga perlu diperhatikan

ilustrasi anak bermain sepak bola (pexels.com/Ben Cheers)

Anak yang hidup dengan obesitas dapat menghadapi stigma, diskriminasi, atau perundungan. WHO mendorong tenaga kesehatan untuk menangani kesehatan mental bersama obesitas dengan pendekatan yang sesuai usia dan melibatkan keluarga.

Di luar layanan kesehatan, kebijakan juga perlu mendukung akses terhadap makanan sehat dan kesempatan untuk aktif bergerak.

Referensi

World Health Organization, “WHO Issues First Global Guidelines on Child and Adolescent Obesity,” diakses 7 Oktober 2026.

World Health Organization, "WHO Guidelines on the Integrated Management of Obesity in Children", diakses 7 Oktober 2026.

World Health Organization, "WHO Guidelines on the Integrated Management of Obesity in Adolescents", diakses 7 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article