Comscore Tracker

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasi

Harus diedukasi sedini mungkin!

Memasuki masa pubertas, baik laki-laki dan perempuan akan mengalami fenomena biologis yang tidak biasa. Bagi kaum hawa, menstruasi atau haid adalah hal umum yang biasanya berlangsung selama 3-7 hari setiap bulannya. Menstruasi adalah tanda dari kematangan tubuh perempuan untuk proses reproduksi.

Manajemen kebersihan menstruasi (MKM) adalah informasi penting yang biasa diturunkan dari ibu atau mungkin pelajaran biologi di sekolah. Oleh karena itu, edukasi tentang kebersihan dan kesehatan saat haid amat penting, terutama dalam keluarga.

Meskipun begitu, hanya 5 dari 10 anak perempuan Indonesia yang tahu pentingnya MKM. Ketidaktahuan akan MKM yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya ketidaknyamanan (gatal, bau tidak sedap, dan keputihan) hingga infeksi di area kewanitaan.

Menyambut Hari Kebersihan Menstruasi pada 28 Mei, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, didukung oleh Mundipharma Indonesia menggelar webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi". Berikut ulasannya.

1. Menstruasi adalah hal biasa, tetapi MKM tetap penting!

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasiilustrasi kalender haid (freepik.com/freepik)

Pengurus POGI, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH, mengatakan bahwa menstruasi adalah fenomena biologi yang umum dialami oleh kaum hawa. Darah menstruasi sejatinya adalah lapisan dalam rongga rahim yang ditempeli oleh sel telur yang siap dibuahi.

Namun, jika tak dibuahi, maka lapisan yang menebal tersebut meluruh dalam satu bulan. Oleh karena itu, muncullah cairan lendir bercampur darah secara periodik. Meskipun tak mengganggu kesehatan, Prof. Dwiana mengatakan bahwa menjaga kesehatan dan kebersihan selama masa menstruasi amat penting.

2. Pentingnya MKM untuk perempuan dan risikonya

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasiilustrasi tampon dan pembalut (unsplash.com/Natracare)

Prof. Dwiana melanjutkan bahwa darah haid bisa menjadi "makanan" dan tempat bakteri berkembang biak. Oleh karena itu, para perempuan butuh pembalut yang bersih dan menggantinya sesering mungkin di tempat yang bersih juga.

Pembalut juga dapat menjadi tempat kembang biak bakteri. Oleh karena itu, pembuangannya pun tidak boleh sembarangan dan perlu akses toilet, air, dan sabun untuk membersihkan diri. Jika MKM tidak diamalkan dengan baik, maka dapat terjadi infeksi saluran reproduksi, saluran kemih, infeksi jamur, hingga kanker serviks.

3. Apa saja prosedur MKM?

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasikebingungan soal MKM dan menstruasi (riopads.in)

Faktanya, Prof. Dwiana mengatakan bahwa hanya 1 dari 3 perempuan Indonesia yang memiliki kesadaran akan pentingnya MKM! Kebiasaan MKM yang dimaksud adalah:

  • Cuci bersih pembalut yang sudah dipakai dan masukkan ke kantong plastik
  • Buang pembalut habis pakai tersebut ke tong sampah
  • Apabila mengenakan pembalut cuci ulang, segera cuci pembalut sesudah pemakaian
  • Ganti pembalut setiap 4-5 jam
  • Mandi dua kali sehari untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
  • Selalu cuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah ganti pembalut
  • Gunakan air mengalir atau shower untuk membersihkan organ kewanitaan, dari arah depan ke belakang atau anus

Jika menggunakan cairan pembersih vagina, pastikan sesuai dengan pH vagina, yaitu 3,5-4,5. Cairan dengan pH rendah umumnya ideal untuk membersihkan vagina. Jika tak ada, maka gunakan air mengalir. Jangan gunakan sabun badan karena memiliki pH tinggi dan menyebabkan infeksi.

Beredar berbagai kabar bahwa penggunaan pembalut dapat menyebabkan kanker serviks, kebiasaan mandi air hangat dapat memperparah datang bulan, dan konsumsi dingin dapat menyebabkan kram perut saat menstruasi. Prof. Dwiana kemudian menekankan bahwa hal tersebut adalah hoaks! 

4. Infeksi organ reproduksi saat datang bulan

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasiilustrasi perempuan mengalami kram perut saat haid (fergon.com)

Bukan hanya emosi, ternyata organ reproduksi pun sedang tidak stabil di saat menstruasi. Jika MKM tidak diterapkan dengan baik, maka dapat terjadi infeksi pada organ kewanitaan. Infeksi dapat terbagi jadi dua, yaitu bakteri (vaginosis bakterialis) dan jamur (kandidiasis vulvovaginalis).

Infeksi bakteri pada vagina atau vaginosis sejatinya tidak berbahaya. Namun, dapat menimbulkan gejala mengganggu seperti keputihan yang berbau dan gatal. Selain itu, vaginosis dapat meningkatkan risiko HIV/AIDS, kanker serviks, hingga komplikasi persalinan.

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasigaiam.com

Bagi yang belum pernah kontak seksual, infeksi jamur pada vagina dapat terjadi karena kondisi yang lembap dan kelalaian menjaga MKM memudahkan infeksi jamur. Gejala pembengkakan pada vagina dan vulva, keputihan, dan rasa gatal yang dahsyat dapat terjadi. Selain itu, risiko HIV dan kanker serviks pun juga lebih besar.

Terakhir, infeksi saluran kemih (ISK) pun dapat terjadi akibat tidak mengetahui MKM yang benar. Memiliki gejala yang beragam, ISK dapat menyebabkan komplikasi parah hingga menyebabkan kematian jika tak diatasi dengan benar.

Disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), kanker serviks sendiri tidak serta-merta diakibatkan oleh MKM. Sebagai langkah pencegahan, perempuan sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi HPV.

Bagi yang sudah pernah kontak seksual bisa melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear.

Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Pantang Dilakukan saat Menstruasi, Haid Lebih Nyaman

5. Kesulitan edukasi menstruasi pada anak

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasiilustrasi haid (unsplash.com/Gabrielle Rocha Rios)

Bicara soal edukasi menstruasi, Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., mengatakan bahwa kesulitan edukasi menstruasi adalah hal yang normal. Bukan cuma Indonesia, negara-negara seperti Nigeria, Etiopia, dan Pakistan pun juga mengalami masalah yang sama.

Menurut sebuah data dari Direktorat Sekolah Dasar pada 2017, sebanyak 90 persen remaja perempuan percaya akan informasi MKM dan menstruasi dari ibu dan guru. Lalu, mengapa sulit bagi mereka untuk membicarakan menstruasi?

  • Pembicaraan tentang menstruasi dianggap tabu
  • Bingung harus memulai edukasi menstruasi dari mana
  • Kurangnya pengetahuan para ibu soal MKM dan menstruasi
  • Kaum remaja perempuan ragu pada kemampuan ibunya

6. Efek pembicaraan tentang menstruasi dan MKM

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat MenstruasiSeorang ibu membicarakan menstruasi dan MKM pada putrinya. (todaysparent.com)

Jika edukasi MKM dan menstruasi tidak diberikan sejak dini, Anna mengatakan bahwa terdapat efek-efek buruk yang terjadi pada individu. Efek-efek negatif tersebut adalah:

  • Emosi negatif (takut, marah, malu, bingung, dll.)
  • Ketidaksiapan menghadapi datangnya menstruasi
  • Kesalahpahaman terhadap menstruasi sebagai penyakit

Di sisi berlawanan, edukasi MKM dan menstruasi dapat membawa efek-efek positif bagi remaja putri. Apa saja?

  • Peningkatan kesehatan reproduksi
  • Tidak terjerumus ke dalam lubang seks bebas
  • Mengurangi risiko gangguan mental akibat seksualitas
  • Relasi ibu dan anak perempuan semakin erat

7. Hal-hal yang perlu dibicarakan soal MKM dan menstruasi

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat MenstruasiPara remaja perempuan diskusi soal menstruasi. (kjonnsforskning.no)

Ada beberapa pertanyaan umum mengenai MKM dan menstruasi yang ditanyakan oleh remaja putri pada ibunya. Tentu, para ibu harus siap. Menurut Anna, inilah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai MKM dan menstruasi:

  • Bagaimana menstruasi terjadi?
  • Mengapa laki-laki tidak mengalami datang bulan?
  • Apa tanda-tanda menstruasi?
  • Berapa lama menstruasi itu?
  • Apa bedanya pembalut bersayap dan tidak bersayap?
  • Menstruasi dan keputihan itu dua hal yang sama?
  • Mengapa kita lebih mudah capek dan marah saat menstruasi?
  • Kapan menstruasi berhenti?

Selain pertanyaan-pertanyaan yang harus dipersiapkan tersebut, para ibu juga harus berhati-hati saat membicarakan MKM dan menstruasi agar tidak salah! Anna menambahkan bahwa ada tujuh strategi yang harus diingat, yaitu:

  • Ibu adalah sumber informasi utama soal menstruasi
  • Menstruasi bukanlah hal yang tabu
  • Lakukan edukasi menstruasi dan MKM berulang kali, sejak awal tanda pubertas
  • Bersikap positif karena menstruasi adalah topik sensitif untuk anak-anak perempuan
  • Banyak bertanya dan berdiskusi dengan anak
  • Jelaskan secara konkret, dengan kalimat mudah, gambar sederhana, pembalut nyata, hingga game seperti Menstrual Maze
  • Jelaskan pada anak laki-laki agar mereka lebih memahami dan menghargai anak atau kaum perempuan yang sedang menstruasi, serta dapat membantu

8. Upaya pemerintah Indonesia untuk mendukung kampanye kepedulian menstruasi dan MKM

8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasikampanye penyuluhan "Aku Bangga, Aku Tahu" (rsudarifinachmad.riau.go.id)

Menutup sesi webinar tersebut, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran akan menstruasi dan MKM. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah (PP) no. 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

Dari pelayanan kesehatan hingga edukasi seksual, PP tersebut mengedepankan pelayanan kesehatan reproduksi sejak masa remaja. Beberapa program kesehatan yang ditujukan untuk kesehatan reproduksi remaja adalah:

  • Usaha kesehatan sekolah/UKS
  • Vaksinasi HPV untuk anak-anak di kelas 5-6 SD
  • Posyandu remaja
  • Penyuluhan kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual secara rutin, "Aku Bangga, Aku Tahu"
8 Fakta Menjaga Kesehatan dan Kebersihan saat Menstruasiilustrasi menstruasi (teenhealthcare.org)

Kesadaran akan menstruasi dan MKM dapat meningkatkan kesehatan saat datang bulan dan mencegah penyakit pada organ kewanitaan. Edukasi menstruasi dan MKM dimulai dari lembaga primer, yaitu keluarga dan para ibu, baru dari masyarakat.

Oleh karena itu, para ibu pun harus siap mengedukasi putrinya mengenai menstruasi, MKM, dan risiko bahayanya. Merayakan Hari Kebersihan Menstruasi pada 28 Mei, mari tingkatkan kesadaran dan edukasi menstruasi serta MKM untuk perempuan Indonesia!

Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini saat Menstruasi, Perempuan Harus Tahu!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya