Comscore Tracker

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmu

Aduh, sebisa mungkin hindari deh!

Penularan infeksi bisa terjadi dalam berbagai macam bentuk saat berhubungan seks. Lebih khususnya, penularan oral tinja terjadi ketika partikel infektan (patogen) dari tinja tertelan melalui mulut.

Patogen ini dapat berupa bakteri, virus, atau parasit. Ada beberapa aktivitas seksual yang diketahui bisa memungkinkan ini terjadi, salah satunya adalah rimming. Kegiatan ini dilakukan baik oleh pasangan heteroseksual maupun homoseksual, sebagai preferensi teknik di tengah bercinta.

Ada yang sangat menyukai rimming, ada juga yang sangat membencinya. Sebenarnya apa itu rimming? Kenapa aktivitas rimming bisa sangat berisiko? Jika memang sangat berisiko, adakah aktivitas seksual pengganti yang sama nikmatnya? Dilansir dari berbagai sumber, ketahui ulasan selengkapnya di sini!

1. Partikel tinja bisa membuatmu terkena penyakit yang berhubungan dengan itu

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmugospelcenteredfamily.com

Dilansir dari verywellhealth, penularan penyakit berbasis tinja melalui oral secara sederhananya dikaitkan dengan kontaminasi air oleh kotoran manusia atau hewan. Namun, ada beberapa praktik seksual dan perilaku yang juga dapat membuat individu terkena penyakit yang disebabkan tinja.

2. Seks oral dan rimming sama-sama berisiko untuk menularkan penyakit menular seksual

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmumazewomenshealth.com

Dilansir dari aidsmap.com, rute oral tinja juga sangat bisa dikaitkan dengan lewatnya Penyakit Menular Seksual (PMS) tertentu. Risiko ini terjadi sebagian besar melalui rimming dan seks oral. Namun, kontak oral dengan tangan yang tidak bersih juga berpotensi menyebabkan masalah yang sama.

3. Sebelumnya, ketahui dulu definisi rimming dan istilah terkaitnya

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmubustle.com

Dilansir dari thebody.com, rimming merupakan praktik stimulasi anus secara oral (diemut, dijilat, digigit, dikecup dan lain sebagainya), alias menggunakan mulut untuk merangsang permukaan anus pasangan. Aktivitas seksual yang satu ini dianggap sebagai perilaku yang relatif berisiko. Bentuk variasi teknik dalam berhubungan seksual ini bisa dilakukan baik ke pria maupun wanita, karena yang distimulus adalah hal yang sama yaitu anus, dengan saraf yang serupa.

Salah satu alasannya karena rimming dapat membuat orang tertular infeksi, dari jalur pembuangan pencernaan ke mulut yang mengalami kontak. Risiko-risiko ini dapat dikurangi dengan menggunakan pengaman gigi atau alat bantu lainnya. Rimming juga dikenal sebagai analingus atau anilingus.

Tujuannya pun berbeda-beda, ada yang melakukannya karena ingin melumasi sebelum melakukan seks anal, ada yang sekadar untuk membuat pasangan menikmati sensasi geli mulut di anusnya dan ada yang memang menyukai aktivitas atau sensasi melakukan itu dari dirinya pribadi.

Baca Juga: 6 Tips Berhubungan Seks dari Para Bintang Porno Internasional, Coba?

4. Ketahui juga beberapa penyakit yang bisa ditularkan melalui aktivitas rimming

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmuconsent.yahoo.com

Dilansir dari thebodypro.com, beberapa infeksi yang bisa ditularkan dari aktivitas rimming antara lain hepatitis A dan E, Norovirus, Clostridium, Giardia dan beberapa penyakit berbasis parasit dan bakteri lainnya.

5. Risiko penyakit fecal yang sama terjadi ketika kamu lupa mencuci tangan sebelum makan

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmutwitter.com/univadis

Seks dan air yang terkontaminasi bukan satu-satunya cara penularan fecal-oral. Jenis infeksi ini juga dapat terjadi dengan cara lain. Salah satu cara yang umum adalah ketika orang-orang yang sedang menyiapkan makanan tidak mencuci tangan setelah dari kamar mandi.

Cara lain terkena penyakitnya adalah ketika orang tidak mencuci tangan sebelum makan. Bahkan, kontaminasi makanan karena mencuci tangan yang tidak benar, atau penggunaan air yang terkontaminasi adalah cara penularan penyakit fecal-oral paling umum yang terpikirkan oleh orang banyak.

6. Selain PMS, kamu juga bisa terkena penyakit pencernaan dari kurang terjaganya kebersihan tubuh

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmupopsci.com

Risiko penularan penyakit melalui rute fecal-oral adalah salah satu alasan mengapa penting untuk menggunakan alat bantu atau pengaman untuk setiap kontak oral-anal. Penyakit menular seksual bukan satu-satunya infeksi yang bisa terjadi akibat rimming.

Ada juga risiko besar untuk menularkan infeksi saluran pencernaan. Risiko ini juga dapat terjadi pada jenis seks oral lainnya. Risiko seks oral yang terkait dengan penularan penyakit pencernaan tergantung pada sejumlah faktor, salah satunya adalah kebersihan pribadi.

7. Kamu masih boleh melakukannya, asalkan dengan aman dan terlindungi. Agar kamu tidak mengalami risiko-risiko kesehatannya

7 Risiko Lakukan Rimming, Bermain Mulut dan Lidah di Anus Pasanganmumedicalnewstoday.com

Semua aktivitas kontak seksual memiliki risikonya masing-masing, termasuk rimming dalam pembahasan ini. Meskipun begitu, bukan berarti kamu harus menghentikan apa yang kamu sukai. Kalau memang kamu dan pasanganmu sama-sama menyukainya, kamu cukup perlu antisipasi risikonya.

Yang jelas, selalu prioritaskan keamanan dan kesehatan kamu serta pasanganmu. Jika ada syarat untuk menyiasatinya agar bisa tetap dilakukan, tapi dengan lebih aman dan sehat, kenapa tidak?

Jadi, sekarang kamu sudah tahu risiko kesehatan dari melakukan rimming dan apa yang bisa kamu lakukan untuk menyiasatinya. Kamu masih bersikeras menyukai rimming? Pastikan melakukannya dengan aman ya. Stay safe!

Baca Juga: 7 Posisi Seks Ini Bikin Wanita Cepat Orgasme, Puas Maksimal!

Bayu Dewey Photo Verified Writer Bayu Dewey

a Disney dude who want to fulfill the purpose of life like Desmond Doss. story teller in an uncertain gaea.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria

Just For You